
Selesai makan di Restaurant Jepang, Ropy dan Hartawan berjalan keluar sambil bergandengan menuju parkiran.
"Padahal masih kangen, tapi kerjaan sudah menunggu" kata Hartawan memeluk istrinya sebelum masuk mobil.
"nanti malam juga kita bersama lagi pah, semangat sayang kerjanya" kata Ropy membalas pelukan suaminya, lalu di cium tangan suaminya karena mau masuk mobil.
Hartawan mengecup kening istrinya sambil menutup pintu mobil Ropy, terus dia berjalan menuju mobilnya dan masuk ke mobilnya juga.
Mobil mereka beriringan keluar dari Restauran melaju perlahan, tiba di jalan raya mereka berpisah karena berbeda arah.
"Dah sayang hati - hati di jalan, jangan ngebut... Muach" kata Hartawan kiss bye ke istrinya.
"siap pah, papa juga hati - hati di jalan" jawab Ropy
Merekapun melaju dengan tujuan yang berbeda, Ropy menuju rumah makan dan Hartawan menuju kantornya.
-
-
-
-
-
Esok Harinya mereka sudah siap berangkat menuju Taman Mini, anak - anak bertiga satu mobil. Ropy, Hartawan, emak dan abah satu mobil.
Sengaja dua mobil karena pulang dari Taman Mini anak - anak mau langsung ke bioskop katanya.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di taman mini, mereka masuk berjalan beriringan.
"waw sekarang tempatnya jauh lebih baik, dan lebih bersih" kata abah takjub, beliau senang melihat - lihat rumah adat asli Indonesia dan miniatur pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke.
Setelah berkeliling rumah adat anak - anak ngajak naik kereta gantung.
"emak dan abah masih berani naik kereta gantung?" tanya Ropy kepada orang tuanya, dia khawatir karena usianya sudah tidak muda lagi.
" kuatlah baru aja tujuh puluh enam tahun abah mah kalau urusan naik mah masih berani atuh nyi, nya mak emakge berani kan?" kata abah dan bertanya kepada emak.
"hebat emak dan abah masih kuat di usia segitu, sehat sehat ya kalian biar bisa jalan - jalan terus" kata Hartanto sambil menggandeng tangan neneknya, tangan abah di gandeng Hartono sambil bergandengan tangan satunya lagi dengan Doni mereka berlima saling bergandengan menunuju kereta gantung. Sedangkan Ropy dan Hartawan mengekor di belakang.
Selesai naik kereta gantung mereka berjalan menuju kedai baso dan minuman ringan, lalu mereka memesan baso dan jus jeruk.
Selesai makan baso mereka menuju tempat air mancur dan keong mas, setelah berkeliling mereka beristirahat di bangku taman setelah istirat beberapa menit mereka berkeliling lagi istirahat lagi...dan seterusnya.
"sudah jam satu nih, pulang yu emak ngantuk dan lapar mau makan nasi" kata emak.
"iya ayo mak kita pulang, kita makan bersama dulu di rumah makan sunda di belokan" kata Hartawan.
"makan di rumah aja sama - sama rumah makan, lebih nyaman di rumah makannya" kata abah.
"Oh ya udah kita makan di rumah aja, tapi kan anak - anak juga belum makan" jawab Ropy karena anak-anaknya mau ke bioskop dulu mau nonton film laga baru.
"tenang mah kami nanti makan dulu sebelum ke bioskop, kalian langsung pulang aja" jawab Hartanto lalu mengajak adik -adiknya masuk mobil.
Hartawan memgendarai mobil dengan perlahan karena membawa orang tua, sepuluh menit berlalu tidak terdengar percakapan orang tuanya di belakang. Ropy menoleh ke jok belakang, ternyata orang tuanya sudah tertidur.
"Papah lihat ke belakang, pantesan sepi ternyata mereka tidur" kata Ropy berkata dengan pelan takut membangunkan orang tuanya.
"pasti mereka kecapean ya mah, habis berkeliling" jawab Hartawan samnil tersenyum.
Karena melaju pelan jadi empat puluh lima menit baru sampai di rumah makan, Ropy membangunkan orang tuanya walaupun tidak tega.
"Mak, bah, sudah sampai nih" Ropy menggoyangkan lutut orang tuanya secara bergantian sampai mereka bangun.
"Alhamdulillah sudah sampai" jawab emak sambil mengucek matanya.
Setelah mereka masuk lalu bersih - bersih mau solat dzuhur yang hampir jam dua siang, setelah solat lalu mereka makan siang dengan lahap.
Jam lima sore Ropi dan suaminya pulang ke rumahnya.
-
"besok hari minggu di rumah aja ya pah" kata Ropy, mereka sedang menonton berita di ruang keluarga sambil makan apel.
"Iya mah di rumah aja mah, lebih nyaman di rumah, apalagi berdua terus dengan mamah" jawab Hartawan sambil mencium istrinya... Dan mulai kunci mengunci padahal baru jam tujuh malam hehe...