
Keesokan harinya Wendypun memboyong anak dan istrinya pulang ke rumah ibunya di kota, setelah pamit kepada ema dan abah beserta saudara - saudara Ropy yang ngumpul di depan rumah abah.... Setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah ibu Nenih mertua Ropy, datang - datang di sambut dengan sikap jutek Nenih "tuh kan apa ibu bilang, baru seminggu tinggal di kampung udah dekil apalagi kalau lama. Ayo mandi sana cucu - cucu nenek yang ganteng - ganteng biar kuman - kumannya mati dan supaya badan kalian bersih juga wangi ayo..." ujar bu Nenih ketus sambil megang tangan cucu - cucunya di ajak mandi. Ropy hanya berdehem sambil mengelus dada, baru aja tiba udah di suguhi yang asem - asem. Wendypun berlalu ke kamar sambil membawa tas dan koper tanpa berkata sepatah katapun, di susul Ropy mengekor suaminya sambil menunduk. Setelah nyampe kamar Ropy membersihkan kamar dan mengganti sepre, lalu keluar utuk menaruh sepre dan baju - baju kotor ke keranjang cucian. Setelah itu masak nasi dan mengoreng ayam kampung oleh - oleh dari kampung yang sudah di ungkep sama ema.Selesai masak lalu Ropy ke kamar untuk mandi, setelah mandi nereka makan bersama di meja makan...
Pagi harinya Ropy sibuk mengurus keperluan anak - anak dan suaminya, Hartanto sudah dipakein seragam sekolahnya lalu di suruh nunggu di meja makan. Ropypun masuk kamar melihat suaminya juga sudah rapi untuk berangkat ke kantor "mah nanti jam dua belas siap - siap ya, pas jam istirahat ayah jemput kalian" kata Wendy... "emangnya kita mau kemana yah" Ropy heran, gak biasanya Wendy hari kerja ngajak jalan. "nanti jam makan siang aku jemput kalian, lalu kita jemput Hartanto ke sekolah. Setelah itu kita lihat - lihat Rumah" Wendy...."kita mau beli rumah ya ayah" Ropy. "iya kita ambil Rumag kredit aja ya mah, kalau cash uang kita belum cukup" jawab Wendy. "ya udah gak apa - apa kredit juga sisa dp rumahnya bisa buat bel isi rumahnya, kita kan harus beli perabotan dan perlengkapan rumah tangga ya yah. Terima kasih ya ayah, smoga rejeki kita tambah lancar untuk mencicilnya".... "aamiin" kata Wendy sambil memeluk istrinya dan mencium keningnya, Ropy pun membalas pelukan suaminya dengan haru. Lalu mereka keluar untuk sarapan "mama dan ayah lama banget di kamar, kakak udah sarapan duluan mah yah" kata Hartanto, "maaf nak mama sama ayah ngobrol dulu sebentar ko" jawab Ropy sambil mengelus kepala anaknya lalu duduk dan menyuapi Hartono yang udah nunggu di kursi makan khusus balita.
"bu Ropy ijin jalan dulu sama mas Wendy, dia udah nunggu di pinggir jalan" pamit Ropy kepada mertuanya. "Ngapain tengah hari begini jalan - jalan, gak ada kerjaan aja kamu cuaca panas begini mawa bawa anak kecil lagi" jawab nenih. "gak apa - apa bu kan nae mobil gak kepanasan, soalnya mas Wendy senggangnya hari ini bu besok - besok sibuk lagi gak ada waktu buat jalan" Ropy... "memangnya kalian mau kemana" jawab Nenih... "nanti Ropy cerita sama ibu kalau udah pulang, sekarang Ropy berangkat dulu kasian mas Wendy nunggunya lama... Assalammualaikum" Ropy pun keluar rumah menghampiri suaminya yang nunggu di pinggir jalan, lalu Wendy membuka pintu mobil supaya anak dan istrinya masuk. Lalu mereka berangkat kesekolah menjemput si sulung setelah itu langsung ke lojasi perumahan yang baru selesai di bangun. Tiba di sana ternyata Rumahnya bagus dan lingkungannya asri dan hijau, walaupun rumahnya tidak terlalu besar tapi tidak kecil juga. Pokonya sedanglah cukup untuk keluarga mereka, ruang tamu, ada garasi satu kamar tidur utama ada kamar mandinya, dan ada kamar tamu, (di lantai dua ada kamar anak dua di tengah - tengahnya ada kamar mandi, ruang kerja dan ruang bermain anak). Di lantai satu lagi ada ruang keluarga dan ruang makan di gabung agak luas terus dapur, di belakang dapur ada kamar yang ukurannya kecil dan satu kamar mandi umum, di sampingnya ada ruang cuci dekat pintu ke halaman belakang. Pokonya lumayan lah halaman depannya juga cukup walaupun tidak luas. Ropy dan anak - anak langsung suka dengan rumah barunya itu, dan Wendypun memeluk mereka satu per satu "maaf ya ayah baru bisa beli rumah sekarang itupun nyicil" kata Wendy sambil menggendong si bungsu.