Ropy

Ropy
Belanja oleh - oleh



Setelah berlayar seharian dan sudah ke pulau Komodo juga, mereka semua balik lagi ke hotel.


Esok harinya mereka healing berjalan kaki ke pulau Padar.


Dari pulau Padar mereka menuju bukit utuk melihat pemandangan yang indah supaya lebih jelas.


"ayo kita naik ke sana, kita ambil poto biar pulau Padar terlihat semua jadi harus di ambil dari bukit sana" kata Hartanto mengajak keluarganya untuk mengabadikan perjalanannya di NTT.


"Iya ayo kak" jawab mereka serentak.


"Wooow pemandangannya indah sekali seperti di luar neger, aku bakal kangen terus tempat ini sangat indah" kata Hartono berdecak kagum.


"iya indah banget, tapi sayangnya udaranya panas banget... huh sampai bercucuran keringat" jawab Doni


"setelah poto - poto disini, nanti kita lanjut ke Ruteng dan kita poto- poto lagi di sana" Hartanto mengajak ke kota Ruteng dia penasaran dengan rumah adat di sana.


"sip kak, ayo kemana aja aku ikut aku semangat kalau melihat yang indah - indah apalagi kalau gratis hehehe..." jawab Hartono sambil menggandeng tangan Doni adik tirinya.


"iya kak klau gratisan aku juga lebih suka hhehe" Doni gak mau kalah dengan kakaknya.


"iya iya siapa sih yang tidak suka gratisan, mamah juga lebih suka malah.... Smoga kalian di mudahkan mencari uang, kalau sudah banyak traktir kami lagi... Iya kan pah?" kata Ropy melirik suaminya.


"iya deh, Aamiin" jawab Hartawan dan anak - anak.


Merekapun naik ke bukit untuk mengambil gambar, dengan latar belakang pulau Padar.


Selesai mengabadikan di sini, mereka langsung menuju kota Ruteng, mereka penasaran mau melihat rumah adat di sana.


Setelah tiba di kampung adat Ruteng Flores, mereka begitu takjub melihat rumah - rumah yang beratap kerucut. Mereka juga berkeliling dan poto - poto untuk kenang - kenangan.


-


-


-


"iya mah" jawabnya


"Kita beli oleh - oleh khas NTT dulu yu" Ropy mengajak suaminya dan anak - anak.


"Memangnya mama mau beli apa?" tanya Hartawan menatap istrinya.


"kain tenun khas NTT pah, mamah suka tenunan asli" jawab Ropy sambil mengambil tas slempangnya.


"ayo mah tapi jangan banyak - banyak mah, soalnya kain tenun asli NTT hanya di pake acara - acara resmi aja jarang di pake sehari - hari. Sayang kalau di pake sehari - hari" kata Hartanto.


"Iya kak, paling lima potong aja kak, buat mama, emak dan teteh di kampung" jawab Ropy sambil memakai sepatunya.


"Ayo kita berangkat" lanjutnya.


Merekapun berangkat ke toko pusat oleh oleh khas NTT


"Waw bagus - bagus banget kain tenunnya, tebal - tebal" kata Ropy senang sambil memilih motif dan warna yang cocok.


"Iya mah, papah juga mau dong sarungnya" Hartawan ikut memilih sarung tenun yang cocok motif dan warnanya.


Setelah membeli kain tenun mereka menuju toko makanan khas NTT, Ropy membeli kopi Flores, jagung titi, keripik paru sapi kering, kacang sembunyi dan lain- lain.


"Wah ini mah harus beli koper lagi mah" kata Hartawan melihat banyak oleh - oleh yang di beli.


"iya pah" dan mereka juga mencari toko tas dan koper.


Setelah selesai belanja mereka pulang ke hotel, langsung berkemas karena dua jam lagi harus sudah ada di bandara.


Selesai paking Ropy menuju kamar mand, dia ingin mandi karena badannya terasa lengket. Belanja oleh - oleh di Labuan Bajo membuatnya mandi keringat karena udaranya panas, begitu juga Hartawan dia kegerahan dan langsung masuk kamar mandi.


Sebelum mereka mandi tentu saja bertukar peluh dulu di bathtub, kurang apdol rasanya kalau tidak melakukan itu. Mengingat sebentar lagi mereka meninggalkan kota indah yang penuh kenangan itu....


Empat puluh lima menit kemudian, mereka sudah rapi dan siap berangkat menuju bandara untuk pulang ke rumahnya.