Ropy

Ropy
Kedatangan Calon Menantu



Doni lega telah bicara dengan papanya dan papanya mengijinkan dia menikah, dia juga mau memberitahu kakaknya karena kerjanya satu devisi dengan kakak-kakaknya Doni menghampiri Hartono.


"kak nanti pulang kerja mampir ke kafe yuk"


"iya ayo, kebetulan juga kakak sudah ada janji dengan seseorang di kafe itu"


"janjian sama siapa kak?"


"ada deh nanti juga tau"


"tapi gak enak kak nanti takut ganggu kalian"


"tidak akan, sekalian kakak kenalin"


"ok baik kak"


Rencananya Doni mau ngasih tau tentang rencana pernikahannya dengan Aurelia kepada Hartono tapi mungkin nunggu moment yang pas aja nanti.


Mereka melanjutkan pekerjaannya masing-masing sampai jam kerja selesai, pulang kerja Doni dan Hartono berjalan berdua menuju tempat parkir karena Hartanto kakaknya masih di ruangannya karena ada istrinya datang ke kantor.


Hartono dan Doni masuk ke kafe setelah mereka memarkirkan mobilnya, dan mereka duduk di tempat yang masih kosong dan pesan minuman ringan dulu.


"mana yang mau di kenalinnya kak?"


"barusan kirim pesan katanya kena macet mungkin masih agak lama datangnya"


"mumpung teman kakak belum datang, Doni mau ngomong sesuatu sama kakak"


"ngomong aja Don, ada apa?


"gini kak, kalau Doni menikah dalam waktu dekat kakak ijinin ga?"


"memangnya sudah di ijinin papa?"


"sudah kak, tadi pagi Doni mampir ke kantor papa setelah menemui klayen"


"oh ya udah nikah aja itu hak kamu ko, kenapa minta minta ijin sama kakak?"


"iya kan kakak juga belum nikah, jadi Doni ijin dulu mau ngelangkahin kakak"


"santai aja lagi, kita sudah sama-sama dewasa dan bebas menentukan pilihan kita"


"terima kasih kak"


"iya sama-sama, memangnya mau nikah sama siapa?"


"sama Aurelia kak teman kerja kita itu dan dulu pas kuliahnya seangkatan dengan Doni kak"


"ooh Aurelia itu, pantesan kalian selalu lupa waktu kalau kerja bareng ternyata ada mood boster rupanya"


"iya kak do'ain ya supaya hubungan kami lancar"


"iya kakak do'ain yang terbaik buat kamu dek, smoga hubungannya semakit baik dan pernikahannya langgeng sampai ajal yang memisahkan"


"aamiin, terima kasih kak"


"iya sama-sama, ayo kita pesan makan dulu sambil nunggu"


Mereka pesan makanan untuk tiga orang biar nanti pas temannya datang langsung makan bersama.


"hi mas, sudah nunggu lama ya maaf tadi macetnya parah"


"belum lama ko sini duduk, kenalin ini adikku"


"Doni"


"Nadia"


"Don, Nadia ini calon kakak iparmu dia seorang dokter anak di rumah sakit bunda"


"oh ya, wow ini benar-benar kejutan ya sejak kapan kalian pacaran?"


"kami tidak pacaran, tapi kami sepakat akhir tahun ini kita akan menikah"


"kok bisa tidak pacaran tapi mau menikah"


"ya bisa lah, kan kami sepakat komitmen bersama langsung menikah dan sekarang mau merencanakan konsep pernikahan kami"


"lalu hubungan sekarang apa dong namanya?"


"apa ya, di bilang pacaran kami tidak pacaran, di bilang teman kami selalu membahas pernikahan dan rencana rumah tangga emmm apa ya namanya"


"ko bisa gitu yah, ya udah daripada pusing mikirin nama hubungan kakak lebih baik ayo kita makan dulu, tuh makanannya sudah datang"


Pelayan menyajikan makanan pesanan mereka di meja dan langsung di santap ketiganya.


"kak mama, papa dan kak Hartanto sudah tau belum rencana kalian?"


"mama sudah tau malah mama yang menyarankan kami berhubungan serius karena kami sama-sama cocok dan nyaman"


"dari kapan kalian kenalnya?"


"sebenarnya kami teman SMA tapi pas kuliah kami beda jurusan"


"oooh gitu ternyata, selamat ya buat hubungan kakak smoga semakin lancar dan cepat menikah... Eh ngomong-ngomong tentang menikah apa Doni taun depan aja ya menikahnya setelah kakak, kakak mau tahun ini kan bulan apa?


"kakak rencananya bulan oktober nanti biar sama aniversarynya dengan kak Hartanto cuma beda setahun, kalau mau nikah duluan gak apa-apa Don nikah aja kan kakak masih tiga bulan lagi"


"tapi kan dalam waktu dekat menikahkan dua anaknya kasian dong orang tua kita kak, mumpung Doni belum datang ke orang tuanya sepertinya harus bicara dulu dengan Aurelia untuk menunda pernikahan sampai pebruari tahun depan"


"maaf ya Don, kakak tidak bilang dulu rencana nikah bulan oktober"


"gak apa-apa kak, lagian Doni juga belum lama pacaran dengannya biar rencana kami matangkan dulu konsepnya apa"


"yakin mau tahun depan?"


"yakin kak soalnya kalau terlalu mendadak persiapannya takut kurang matang"


"ya udah bagaimana baiknya aja tapi kalian harus sepakat bersama jangan ambil keputusan sendiri"


"iya kak, Doni ngerti ko"


Mereka makan sambil ngobrol tidak terasa makanan ludes semua, Donipun pamit untuk pulang duluan.


Hartono dan Nadia melanjutkan obrolannya dan rencananya setelah ini mereka mau menemui kedua orang tuanya.


Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit akhirnya Hartono dan Nadia sampai di kediaman orang tuanya, mereka turun dari mobil dan langsung di sambut oleh Ropy di teras rumahnya.


"assalammualaikum ma apa kabar?"


"alhamdulillah baik dan sehat, ayo silahkan masuk"


Setelah salim dan memeluk bergantian, mereka masuk ke dalam rumah.


Ropy mengajak anak dan calon menantunya duduk di sofa ruang keluarga, tidak lama bi Sari membawakan minuman dan cemilan dan menaruhnya di meja.


"silahkan di minum dan ini puding buahnya cobain"


" iya bi terima kasih"


Bi Sari kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.