
Pulang dari ngebesan, Ropy dan Hartawan pulang berdua. Hartono dan Doni satu mobil berdua, tinggal Hartanto yang belum pulang karena masih ingin ngobrol bersama calon istrinya.
"Papa belanja bulanan dulu yuk, mumpung masih ada waktu. Besok kita semua pada sibuk lagi"
"Iya sayang ayo"
Hartawan memarkirkan mobilnya di depan supermarket, lalu mereka berdua turun dari mobil dan tidak lupa menguncinya.
Ropy menggandeng tangan suaminya berjalan masuk ke dalam super market itu, Hartawan mengambil troli untuk menaroh belanjaan dan mendorongnya menuju tempat yang di perlukan.
Ropi memasukan belanjaan satu persatu, sesuai yang ada di catatan.
"Eh pah tisue terlewat tempatnya di sana, sebentar ya mama kesana mau ambil tisue dulu"
"Biar sama papah aja sayang ngambilnya, mama tunggu aja di sini"
Hartawan berbalik arah dan berjalan menuju tempat tisue, Ropy masih di tempat itu sambil memasukan belanjaan yang di perlukan
"Selamat siang bu Ropy, lama ya kita tidak bertemu"
"Siang pak apa kabar?"
"Baik bu, belanja sendirian?"
"Sama suami saya itu lagi mengambil tisue"
Ropy menunjuk ke arah suaminya yang sedang mengambil tisue yang terlewat tadi.
Hartawan selesai mengambil tisue dan menghsmpiri istrinya lagi, dia meletaka tisue di troly belanjaan sambil berkata.
"Ini sayang tisuenya"
"Selamat siang pak, apa kabar?"
Hartawan menyapa orang yang lagi menatap istrinya, dia tidak suka istrinya di tatap lelaki lain.
"siang juga, pak Hartawan suami bu Ropy?"
"Iya pak ini suami saya"
"Lho ko bisa?"
"ya bisalah buktinya kami menikah sudah tiga tahun lebih, ya kan mah?"
"Iya pak kepala, dua minggu setelah bertemu waktu acara pisah sambut kepala perusahaan travel baru dan lama waktu itu kami langsung menikah" jelas Ropy
Ya lelaki itu adalah kepala perusahan travel yang di pindahkan ke Surabaya ke kota asalnya, dan di gantikan oleh Hartawan suami Ropy. Semenjak perpisahan itu mereka tidak pernah bertemu dan baru sekarang mereka bertemu lagi. Biasanya dulu tiap ada acara di kantor, kateringnya selalu memesan dari rumah makan Ropy.
"Dua minggu cepet banget ya, saya dua tahun mengejar bu Ropy tapi tidak di terima. Pelet pak Hartawan ampuh juga ya hahaha...."
"mana mau di madu jadi istri muda lagi, tidak ada ada pelet memelet ya pak karena kami kenal dari kecil"
Ropy membela suaminya, dia tidak suka lelaki punya istri tapi genit ke wanita lain.
"Kalian dari kampung yang sama?"
"bukan tapi kami teman satu SD selama enam tahun kami sekelas dan berpisah lama karena melanjutkannya beda sekolah. dan baru bertemu lagi waktu acara pisah sambut itu di kantor travel"
"Waaah hebat ya tidak bertemu puluhan tahun pas bertemu berjodoh pula. Selamat ya langgeng terus sampai tua, jangan kasih kesempatan buat saya ok" pak Jiko menepuk pundak pak Hartawan sambil menggoda.
"Awas ya kalau macem-macem sama istri saya"
Hartawan mengepalkan tangannya.
"Haha tenang pak, saya tidak berani mengambil istri teman. Mari buk Ropy saya permisi dulu"
"Tidak mau takut kena tinju hahaha"
Pak Jiko berlalu dari hadapan mereka.
Ropy menggandeng suaminya yang cemberut kesal karena di godain temannya, Hartawan diam saja sambil berjalan.
"Papa mau beli apa? Ini kebutuhan bulanan udah lengkao semua."
"udah aja"
Hartawan menjawab singkat sambil mendorong troli ke kasir.
Selesai membayar semua belanjaannya mereka berjalan menuju mobil di tempat parkir, Hartawan membuka bagasi dan memasukan belanjaannya.
Hartawan berjalan ke samping mobil dan membukakan pintu untuk istrinya tanpa bicara biasanya dia romantis atau menggombal, setelah Ropy duduk Hartawan memutari mobil lalu membuka pintu mobil dan duduk di belakang kemudi.
Mobil melaju perlahan keluar dari parkiran menuju jalan raya, Ropy heran dengan suaminya tidak biasanya diam saja tidak berbicara.
"Papa kenapa? Apa ada yang salah?" Ropy memulai percakapan.
"Nggak apa-apa" Hartawan menjawab singkat dan datar.
"Ko tidak biasanya sih, papa sakit?"
Ropy penasara atas perubahan sikap suaminya, dia menempelkan punggung tangannya ke dahi suaminya.
"Tapi tidak panas, papa capek? Kalau papa cape biar mama aja yang nyetir ya?"
:Tidak usah"
"Kenapa sih papa, jelasin dong jangan begini mama kan jadi bingung"
"Kok bingung bukannya senang ketemu pak Jiko?"
"Biasa aja pah, lagian kami tidak akrab ko hanya kenal biasa"
"Masa kenal biasa dia bilang mengejar dua tahun" Hartawan menjawab ketus.
"Tapi kan mamah tidak pernah menanggapi, dan tidak boleh di tanggapi karena dia punya istri"
"Kalau dia tidak punya istri, pasti kalian sudah menikah lama kan?"
"Apaan si papah, oooh papa cemburu rupanya iya kan pah?"
"Cemburu apaan"
"Iya papa cemburu yaa hayo ngaku hahaha ooo begini ya ya kalau suamiku cemburu"
"Tidak cemburu ko, apaan cemburu"
"Lha terus sikap papa beda begini sama mama apa coba, ngaku aja sayang mama senang ko"
Mereka sampai di rumah Hartawan memasukan mobilnya ke garasi, Ropy belum turun dari mobil dia memeluk dan menciumi suaminya. Dia mengerti suaminya lagi cemburu makanya dia agresif untuk mengembalikan suasana.
"Aduh sayang kamu bisa aja menggoda papa jadi gak tahan ini , kita lanjut di mobil aja ya pintu garasinya tertutup ko"
"Udah terkunci belum pah"
"udah sayang cuuup" akhirnya es balok pun mencair lagi karena terkena hawa panas panas
Hartawan membalas perlakuan istrinya dengan lebih hot, akhirnya mobilpun bergoyang sampai satu jam hahaha.