
Hari ini adalah hari pernikahan Hartono dengan dr Nadia sesuai dengan rencana awal pernikahan bertema autdor yang di gelar di taman resort Ropy & Hartawan.
Acara akad nikah di laksanakan jam sembilan pagi, dan langsung resepsi dari jam sebelas sampai jam lima belas sore.
Semua keluarga besar Ropy dan keluarga besar Wendy hadir di sana mereka semua memberikan ucapan selamat dan do'a untuk kedua mempelai, mereka semua menginap di resort Ropy dan Hartawan.
Ropy bahagia kedua anaknya sudah menikah bahkan perkiraan bulan depan dia akan mempunyai cucu pertamanya dari Hartanto dan Sinta, tinggal Doni yang rencananya akan menikah bulan pebruari dengan Aurelia.
Hidupnya merasa sudah lengkap dan bahagia mempunyai suami yang mencintai dan menyayanginya dan tiga anak yang baik dan menghormatinya, Ropy sangat bersyukur dengan pencapaiannya sekarang.
Bisnis rumah makannya berkembang pesat di kelola oleh Budi keponakannya di bantu karyawannya yang giat dan solid sehingga omsetnya bertambah setiap bulannya.
Bi Ijah kepala koki di rumah makan Ropy di tarik ke Restaurantnya yang di Bogor karena yang lainnya sudah mahir masak seperti bi Ijah, Susi juga sekarang sudah sehat dan bersih dari TBCnya dia sudah menikah dengan gurunya Nurdin dan dia juga sudah bisa mrmasak membantu yang lain di rumah makan Ropy yang di Jakarta jadi bi Ijah tenang meninggalkan tempat kerja asalnya.
Resort dan Restaurant Ropy dan Hartawan juga selalu penuh pengunjung apalagi akhir pekan pesannya harus jauh-jauh hari supaya masih bisa menginap di sana, kalau tidak begitu gak bakal bisa menginap di akhir pekan di resort Ropy & Hartawan yang asri dan segar itu.
Dua hari setelah pernikahannya Hartono dan Nadia pergi bulan madu ke Swiss sesuai cita-cita mereka berdua sebelum nikah, mereka berangkat ke bandara sore hari karena jam tujuh malam jadwal penerbangan mereka menuju negara Swis.
-
Ropy pagi-pagi sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya, mereka sekarang berada di resort di Sentul miliknya karena dari pembukaan resort dan restonya waktu itu mereka tinggal di sana.
"pah ayo sarapan dulu sudah setengah tujuh nih"
"iya mah bentar dasi papa di mana ya?"
"dasi yang mana pah?"
"dasi yang biru, yang serasi dengan jas in"
Ropy masuk kamarnya setelah itu dia masuk ke ruang ganti untuk mengambil dasi suaminya, dia langsung membuka laci yang berisi dasi-dasi suaminya yang berjejer rapi di sana dan mengambil dasi yang cocok dengan jas suaminya.
"ini pah dasinya dari kemarin-kemarin juga belum pindah tempat masih tetap di sini"
"iya sayang papa tau cuma mau di bantu aja, ayo pasangin"
"ampun deh pah, kirain beneran gak tau mama lagi bikin sarapan juga untung sudah matang nasi gorengnya"
Ropy kesal kepada suaminya kalau usil suka gak tau waktu, dia memasangkan dasi suaminya sambil manyun.
Hartawan gemas melihat istrinya manyun dia malah senang seolah di tantang, Hartawan me*umat *i*ir istrinya dan melesakan *id*hnya dan membelit di dalam *u*ut istrinya membuat Ropy terbuai dan membalasnya. Setelah puas mereka menyudahinya dengan napas tersengal-sengal.
"maaf sayang papa telah mengganggumu papa selalu menginginkan ini setiap pagi, terima kasih ya sarapan pembukanya yang sangat manis dan lezat melebihi madu"
"iya pah ayo sarapan nanti keburu dingin nasi gorengnya"
"ayo sayang"
Hartawan merangkul pinggang istrinya mereka berjalan keluar dari kamar menuju meja makan, selesai sarapan Hartawan di antar istrinya sampai mobil setelah pamitan beliau berangkat menuju ke kantornya di Jakarta.
Ropy kembali ke kamar untuk mengambil ponsel setelah itu dia keluar lagi menuju restonya.
Bi Ijah sedang sibuk memasak di dapur resto di bantu karyawan lain yang sudah lolos seleksi, Ropy masuk kesana untuk menyapa mereka.
"selamat pagi semua, semangat ya"
"pagi bu, semangat"
Mereka menjawab serentak sambil membungkuk, setelah itu mereka melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
-
Sinta sudah mengambil cuti hamil dari seminggu yang lalu dia sedang mempersiapkan kebutuhan calon anaknya, dia memasukan perlengkapan bayi, popok dan pakaian bayi ke dalam tas untuk jaga-jaga bila waktunya tiba tinggal berangkat.
Sesuai anjuran dokter untuk memperlancar persalinannya, suami istri harus sering melakukan hubungan b*d*n karena Sinta mau melahirkan secara normal.
Pagi itu Sinta sedang berganti baju karena habis mandi dia sudah wangi dan bersih wajahnya berseri-seri setelah melakukan olah raga pagi dengan suaminya, selesai berpakaian dia berjalan ke meja rias untuk memakai makeup.
Hartanto tersenyum melihat istrinya sudah cantik di depan ceemin, dia mecium puncak kepala istrinya dengan lembut.
"hmmm wangi sekali, kamu tambah cantik sayang"
"tambah cantik apanya mas dengan perut buncit ini?"
"bener sayang kamu tambah sexy apalagi ininya semakin bulat dan mancung"
"aww mas pelan-pelan dong"
"maaf sayang habisnya gemas setelah kamu hamil besar kamu tambah liar, mas suka dengan gayamu itu"
"gak tau kenapa tiap dekat dengan mas selalu aja pengen"
"mas juga suka dengan keliaranmu itu, jangan berubah ya setelah melahirkan nanti"
Satu jam kemudian mereka menyudahinya dengan teriakan-teriakan manja, setelah itu Hartanto menggendong istrinya membawa ke kamar mandi.
Selesai mandi mereka ganti baju dan keluar menuju meja makan, selesai sarapan Hartanto pamit kepada istrinya untuk berangkat ke kantor.
"sayang mas berangkat dulu ya, hati-hati di rumah sekarang istirahat dulu ya ayo duduk di sofa"
"iya mas, mas juga hati-hati di jalan aku akan selonjoran di sofa kakiku sedikit agak pegel"
Hartanto menggandeng istrinya menuju sofa dan mendudukan istrinya di sofa lalu mengangkat kaki istrinya untuk di luruskan di sofa tak lupa dia mengecup dan mencium istrinya.
"istirahat ya sayang kalau ada apa-apa cepat telpon mas, hi babby papa berangkat dulu ya jangan nyusahin mamamu ya sayang kalian baik-baik du rumah"
"iya papa"
Hartanto mencium dan mengelus perut istrinya yang buncit karena sedang hamil tua, setelah itu dia balik ke dapur memanggil artnya supaya menjaga istrinya.
"bi jangan jauh-jauh dari istri saya ya, setelah selesai pekerjaan jagain istri saya"
"iya den, ini sedikit lagi selesai nyuci piringnya"
"iya bi saya berangkat ya, jangan lupa telpon saya kalau ada apa-apa dengan istri saya"
"baik den"
Hartanto berjalan menghampiri istrinya lagi karena tas kerjanya masih di sofa dekat Sinta, dia mengambil tas kerja dan membelai kepala istrinya.
"dah sayang, assalammualaikum"
"waalaikum salam"
Baru aja beberapa langkah dia keluar dari pintu rumah, sudah terdengar suara istrinya yang merintih.
"aduh mas perutku mules, mas Hartanto jangan berangkat dulu"
Sinta memanggil suaminya sambil mengelus perutnya, seketika itu Hartanto berbalik dan masuk lagi ke rumah.
"perutmu mules ya sayang apa mau melahirkan sekarang ya?"
"gak tau mas padahal perkiraan dokter seminggu lagi"
"yuk ke rumah sakit sekarang, sebentar ya mas nyimpen dulu tas ini ke kamar"
"iya mas tolong bawain tasku yang di atas meja dan tas pakaian bayi juga"
"iya sayang"
Hartanto berlari ke kamar dia mengeluarkan dompet dan kunci mobil dari tas kerjanya lalu memindahkannya ke tas pinggangnya, dia mengambil tas istrinya dan tas pakaian bayi dan tas pakaian istrinya juga lalu keluar kamar dan mengunci pintu kamar itu.
"bi tolong bawain tas ke mobil ya"
"iya den"
Hartanto menggendong istrinya membawa ke mobil setelah itu dia menjalankan mobilnya menuju rumah saki bersalin.
"aduh mas sakit huhu"
"sabar sayang sebentar lagi kita sampai"
"aduh mas sssakit huhuhuhu"
"iya sayang sebenyar lagi ya, tahan dulu"
Hartanto menjalankan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi dia mengemudi dengan cepat karena khawatir dengan istrinya, untung jalanan lancar jadi dia cepat sampai ke rumah saki bersalin.
Sinta cepat di tangani dokter kandungan dia langsung di masukan ke ruang bersalin karena pembkaan sudah cukup, satu jam kemudian bayi perempuan cantik terlahir normal dengan selamat.
Hartanto bahagia istrinya melahirkan normal dan lancar dan anaknya sehat dan cantik, dia mencium kening istrinya sambil meneteskan air mata bahagia.
"terima kasih sayang, kamu telah memberikan bayi perempuan yang cantik, i love you"
Sinta mengangguk dia juga meneteskan air mata bahagia dalam dekapan suaminya, mereka bersyukur melahirkan anak pertamanya dengan mudah dan lancar.
Setelah Sinta di pindahkan ke ruangan nipas, Hartanto menelpon mamanya dan mertuanya.
Dalam dua jam mereka sudah datang ke rumah sakit bersalin, setelah memeluk anak menantunya dan mengucapkan selamat Ropy menggendong cucu pertamanya yang di kasih nama Cindy oleh orang tuanya.
"halo cucu oma yang cantik, selamat datang di dunia ini"
Ropy mencium cucunya dengan penuh kasih, kebahagiaannya semakin sempurna sekarang dia bersyukur kepada allah atas semua anugerahnya.
...****************...