
Subuh-subuh Ropy dan Hartawan sudah bangun setelah melaksanakan kewajibannya mereka berdua minum kopi di meja makan, udara Sentul yang sejuk dan segar menambah suasana romantis.
"pah keluar yuk, mama ingin menikmati udara pagi"
"ayo sayang, kita jalan santai keliling resort"
Hartawan menggenggam jari tangan istrinya mereka keluar menyusuri jalan yang menuju bangunan resort lainnya, bangunan yang akan di sewakan nanti rencananya di buka bulan depan mereka berkeliling sambil menikmati udara Sentul.
"tiap weekend kita ke sini ya pah"
"iya, tiap hari di sini juga boleh biar papa kerjanya bolak-balik Jakarta"
"cape di jalan pah kalau tiap hari"
"ya gak apa-apa, biar pake supir pribadi aja supaya papanya gak cape"
"tapi mama masih ingin mengelola rumah makan mama"
"kan di sini sudah di bikinin restauran sama papa"
"iya nanti aja pah kalau sudah di buka, sekarang mama mau mengatur dulu siapa yang mau ngelola rumah makan di sana"
"iya sayang atur aja dulu, eh bagaimana kalau istri kang Taryat suruh ngelola rumah makannya sekalian mantau anaknya"
"tapi kan teh Yati nya maunya tinggal di kampung, kalau ke kota dia mah parah maboknya"
"ya kan mabok hanya saat di mobil saja setelah selesai berkendara dalam dua jam aja sudah biasa lagi"
"iya nanti mama tanyain dulu ke kang Taryat"
"iya daripada bengong di rumah sendirian tiap hari, lebih baik sama anaknya di sini"
"sendirian kalau siang kalau malam kan ada kang Taryat pulang kerja pah, lagian kalau jauh-jauh kasian mereka kalau tidak di salurkan entar malah uring-uringan. Papa kaya gak ngerti aja sehari malah berapa kali minta jatah hihihi..."
"ih kamu sayang ko mancing sih, udara sejuk gini sepertinya sensasinya beda seperti kita waktu liburan ke eropa"
"ih siapa yang mancing sih pah?"
"ayo kita buktikan mumpung masih jam setengah enam"
Hartawan tanpa ragu menggendong istrinya kembali ke kamarnya....
Jam tujuh pagi mereka baru keluar dari resortnya dan sudah di tunggu lama oleh supir kantornya, setelah sopir membukakan pintu mobil mereka meluncur menuju tempat kerja di Jakarta.
"pak di depan berenti dulu ya kita sarapan bubur dulu"
"baik tuan"
Mereka berhenti di kios bubur untuk sarapan, setelah sarapan mereka meluncur lagi ke tempat kerja.
Sampai di tempat kerja Ropy langsung sibuk begitu banyak pengunjung yang makan pagi ini padahal baru jam sembilan tapi sudah rame.
"alhamdulillah omsetnya setiap harinya naik terus, smoga tambah berkah aamiin"
Ropy bergumam sendiri mengingat pendapatan setiap harinya, tabungannya semakin menggunung karena selama menikah empat tahun dia tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk kebutuhannya karena nafkah dari suaminya malah lebih banyak sisanya daripada yang di pakenya.
Hanya waktu nikahan anaknya saja mengeluarkan uang itu juga tabungan dari suaminya hanya seperempatnya saja, Ropy sangat beruntung menikah dengan Hartawan dia benar-benar baik dan penyayang walaupun kepada anak sambung.
Ropy juga sudah siap mau memberangkatkan orang tuanya naik haji tahun ini, dan kakak tertuanya juga dia tanggung semua biyayanya. Tentunya atas ijin dari suaminya.
"mang Agus tolong anterin kotak makanan ini ke kantor bapak ya, ibu hari ini gak bisa anterin ini hampir keteteran"
"baik bu"
Ropy menyerahkan kotak makan kepada mang Agus untuk di anter ke kantor suaminya, biar cepat balik lagi mang Agus naik motor karena masih banyak pekerjaan yang menunggunya.
-
Jam delapan malam Ropy sudah sampai di rumahnya hari ini dia benar-benar lelah, setelah mandi dan ganti baju Ropy terlelap tidur sampai jam empat pagi.
Ropy terbangun karena guncangan-guncangan yang biasa suaminya lakukan di pagi buta, dia melenguh dan menggeliat penuh nikmat dan akhirnya dia juga sama-sama ikut liar dengan suaminya.
"pagi bi"
"iya bi terima kasih, ayo bibi juga sarapan"
"sudah barusan bu habisnya nunggu ibu lama, jadinya duluan aja bibinya gak tahan lapar hehe..."
"oh ya udah gak apa-apa, nah gitu jadi lain kali gak usah nunggu lagi kalau bibi sudah lapar makan aja duluan"
"iya bu"
Ropy mengambilkan nasi goreng udang untuk suaminya, sstelah itu baru ngisi piringnya dan mereka makan bersama sampai habis tak tersisa.
"sayang nanti jangan mang Agus yang kirim makan siangnya ya, rasanya ada yang kurang kalau papa makan siang hanya nasi"
"kemarin kan mama sibuk banget pah, alhamdulillah pengunjung rumah makan mama sampai antri hampir tiap hari"
"iya, tapi papa akan lebih kenyang dan segar kalu mengunci mamah di pangkuan papa benar-benar sensasi yang luar biasa, walaupun seharian begitu sepertinya papa kuat"
"hus papa, kalau seharian begituan kapan kerjanya dong?"
"ya itu kan sambil kerja mah"
"dasar ya makin tua makin jadi hahaha"
"tapi suka kan?"
Mereka benar-benar seperti pasangan pengantin baru gak ada lelahnya dua-duanya manja ketika bersama, memang usia segitu lagi lucu-lucunya ya hahaha....
Jam delapan pagi Ropy sudah berada di rumah makan, dia memeriksa bahan-bahan makanan dan menuliskannya jika ada yang kosong atau kurang.
Setelah semuanya tercatat Ropy menyerahkan catatan itu ke mang agus untuk belanja ke pasar, kalau daging, ikan dan ayam biasanya di kirim langsung dari pemasok langganannya.
"hallo Sus ada apa?"
"teteh nama rumah makannya nama tetehkan?
"iya Sus ada apa ya"
"Susi sekarang di depan rumah makan teteh"
"oh ya ayo langsung masuk aja Sus teteh lagi di dapur"
"baik teh, Susi tunggu di depan aja ya"
"oh ya udah"
Setelah telponnya mati Ropy keluar dari dapur dan melewati meja makan yang berjejer yang di duduki pengunjung, Susi menunggu di halaman di bangku kosong.
"ko gak langsung masuk Sus"
"gak apa-aoa teh di sini aja, gini teh kalau teteh tidak keberatan Susi mau melamar kerja di sini jadi tukang bersih-bersih aja dan tukang cuci piring soalnya kalau masak Susi belum ahli lagian Susi belum bersih TBCnya takut apa-aoa sama masakannya, Susi akan slalu pake masker ko teh"
"yakin kamu mau kerja sama teteh?"
"yakin teh kalau teteh tidak keberatan"
"boleh Sus, mau mulai kapan masuk kerjanya?"
"kalau mulai besok bisa gak teh, Susi mau bilang dulu sama Nurdin"
"boleh, sok aja atur waktunya Sus"
"iya teh terima kasih ya sudah memberi pekerjaan sama Susi dan membantu Susi"
"sama-sama Sus"
"kalau gitu Susi pamit dulu ya teh, assalammualaikum"
"waalaikum salam"
Ropy bernapas lega mungkin dengan mempekerjakan Susi bisa membantu meringankan tugas karyawan lainnya.