
Tiga tahun sudah usia pernikahan Ropy dan Hartawan, selama itu pula abah tinggal di Jakarta di rumah Ropy yang bergabung dengan usaha rumah makannya.
Ropy dan keluarga semakin bahagia karena mereka saling mencintai dan saling menyayangi, dan anak - anak juga tiga - tiganya sudah bekerja malah satu kantor karena mereka bertiga satu jurusan waktu kuliahnya.
Pagi ini mereka sudah berangkat ke tempat kerja masing - masing, Ropy tiba di rumah makan dan langsung memarkirkan mobilnya.
"assalammualaikum..." kata Ropy yang baru masuk, lalu mencium tangan kedua orang tuanya.
"waalaikum salam..." jawab emak dan abah bareng.
Setelah berbincang sebentar dengan orang tuanya, Ropy ke dapur untuk mengecek bahan makanan.
Setelah selesai mengecek dapur yang ternyata masih lengkap, dan masakan sudah lengkap dan siap di pajang Ropy kedepan karena sudah mulai berdatangan pelanggan yang ingin makan.
Sibuk melayani pelanggan sambil meracik apa yang mau di masak untuk suaminya, Ropy ke dapur lagi untuk memasak pesanan suaminya untuk makan siang nanti.
"bu biar sama saya aja masaknya, sayang banget ibu sudah cantik begitu harus panas - panas di depan kompor" kata bi ijah menghampiri majikannya.
"gak apa - apa bi ini pesanan bapak biar tambah cinta, lagian kan aku sudah biasa cantik bi hahaha..." jawab Ropy bercanda.
"iya ih sayang banget udah cantik di suruh masak, si bapak mah kalau pasakan ibu habis terus gak pernah nyisa. Coba kalau bapak makan masakan kami kalau makan jarang abis, padahal bumbunya sama lho" kata bi ijah keukeuh.
"ya bedalah biii, kan kalau pasakanku ada bumbu rahasiahnya yang tidak kalian punya" kata Ropy sambil tersenyum menggoda para art nya.
"apa sih buk bumbu rahasianya? Kasih tau dong supaya masakan kami di sukai bapak" mereka penasaran.
"namanya rahasia itu tidak boleh di ketahui orang lain, karena ini bumbu andalan yang di sukai suami... Dan rasanya masakanku itu lebih gurih dan nikmat karena ada rasa cintanya yang spesial" Ropy menggoda terus art nya.
"ah ibu pelit amat resep bumbu rahasiahnya... Padahal kami sering melihat ibu masak, tapi bumbunya gak ada yang aneh tuh" mereka belum ngerti dan penasaran...
Setelah selesai masak Ropy masuk kamar untuk bersih - bersih dan ganti baju, setelah siap semuanya dia langsung melaju ke kantor suaminya mengantarka makan siang spesialnya.
Selesai makan siang dengan suaminya Ropy duduk selonjoran di sofa sambil main hp, dia tidak langsung pulang karena di suruh menunggu suaminya melanjutkan pekerjaannya yang tinggal dedikit lagi.
Ropy menjerit sambil mengerjapkan matanya, dia membuka matanya dan terlihat suaminya sedang tersenyum menatapnya di depan mukanya sangat dekat.
"sudah sore ya pah, maaf mama tadi ketiduran" Ropy mengedarkan pandangannya yang sudah berada di kamar di ruangan kantor suaminya.
"Pantesan tadi aku kaget, papa ngerjain terus kalau aku lagi tidur" Ropy pura - pura merajuk padahal hatinya senang di perlakukan manis dan di butuhkan terus suaminya.
"habis kalau mamah tidur menggemaskan, jadi papa pengen selalu ngerjain" kata hartawan sambil memeluk istrinya tanpa melepaskan itunya yang menancap dan on kembali....
-
-
-
Esok harinya seperti biasa Ropy melaksanakan tugasnya, menjalankan rutinitas sehari - hari dia sebagai ibu rumah tangga dan pengelola rumah makannya.
"nyai tadi kakak kamu telpon katanya nanti hari sabtu cucu ua kamu mau menikah, besok emak dan abah mau di jemput Taryat untuk pulang ke rumah emak" kata emak memberi tahu anak uanya mau hajatan, uanya kakak emak yang sudah meninggal. Tinggal anaknya ua yang rumahnya di kampung tetanggan dengan rumah emak.
"Nyai kesana nggak nanti hari sabtu menghadiri pernikahannya cucunya uak?" sambung emak
"oh iya mak kang Taryat mau jemput ya, padahal sama si kakak aja anterin ke sana biar kang Taryat tidak bolak balik kasian cape, Ropy dan kang Hartawan insyaallah sabtu ke sana kalau kang Hartawan belum ada janji lain" jawab Ropy.
"Jangan di anterin ku si kakak kan kerjanya lagi sibuk, nggak apa - apa sama kang Taryat aja katanya mau sekalian belanja lagian mau nginep semalam jum"at pagi baru pulang" kata abah.
"ya udah kalau kang Taryat mau nginep dulu mah gak apa - apa, emak mau belanja apa buat di bawa pulang. Biar nanti Ropy beliin pas pulang dari kantor kang Hartawan?" tanya Ropy.
"Paling buah - buahan buat oleh - oleh, dan bedcover buat hadiah pernikahan mereka" ujar emak.
"iya nanti di beliin bedcover dan baju baru buat emak dan abah juga, kalau buah - buahan besok aja belinya ya mak takut kelamaan dua hari sampai jumat mah takut busuk" kata Ropy
"iya" kata emak.
Hari jumat sehabis salat subuh, emak, abah dan kang Taryat berangkat menuju kampung. Sengaja jam limaan supaya di jalan segar katanya.
Ropy dan suaminya juga anak - anaknya menyusul hari sabtu pagi, untuk menghadiri pernikahan cucunya ua dan rencana mereka mau nginep semalam karena sudah lama sekali tidak nginep di kampung di rumah abah.