Ropy

Ropy
Ema dan Abah Datang ke Ibu Kota



Setelah selesai acara wisuda mereka semua pulang ke rumah Ropy dan makan bersama.


"ayah makan yang banyak supaya badan ayah tidak terlalu kurus, tenang ada yang nraktir bos baru tuh bos Hartanto namanya" canda Hartono kepada ayah dan kakaknya.


Wendy mengangguk sambil berkaca - kaca dia merindukan moment seperti ini... andaikan bisa menarik waktu, mungkin dia berpikir seribu kali untuk berpaling ke Sarah. Tapi nasi sudah menjadi bubur, dia hanya bisa menarik napas berat.


"kak nanti ayah nginap lagi ya besok pagi baru ayah pulang, ayah masih kangen sama kalian" Wendy menatap anaknya bergiliran.


"iya gimana baiknya aja yah nanti adik nginep di rumah kakak juga biar ngumpul" jawab Hartanto sambil menatap adiknya.


"siap bos laksanakan" jawab Hartono sambil terus mengunyah ayam goreng paforitnya.


Wendy semakin sedih melihat anak - anaknya makan menu paforitnya dengan lahap, sudah lama sekali dia tidak makan bersama anak - anak dan Ropy.


"ayah kenapa nangis? Ayo di habiskan makannya dan nambah lagi yang banyak, malah menatap mamah... Ayah kangen mamah yaaa... Ayah telat, mamah sudah ada yang lamar tuh" kata Hartono menggoda ayahmya


"iya ayah telat, sudah di tunggu moment yang pas seperti ini... Eeh mamahnya sudah di ambil orang" canda Hartanto menimpali adiknya.


"belum di ambil, baru akan... Belum sah " jawab Wendy gak mau kalah sama anaknya.


"udah - udah ngomongin apa sih kalian... Pamali kalau lagi makan sambil ngomong aneh - aneh" kata Ropy melirik anak - anaknya.


"tidak aneh mah sebenarnya ini ungkapan dari dalam hati... Iya kan yah" goda Hartono lagi sambil mengedip - ngedipkan matanya.


Mereka memang begitu dari dulu, kalau lagi ngumpul ada aja yang jail, saling ledek - ledekan bercanda.


-


-


-


Seminggu berlalu di akhir pekan Ropy sedang sibuk memasak makanan kesukaan emak dan abahnya, perkiraan sore hari mereka akan tiba di rumahnya untuk acara perkenalan dua keluarga.


"assalammualaikum..." terdengar suara emak dari luar.


"syukurlah emak sareng abah sudah sampai Ropy jadi tenang, emak dan abah sehatkan?... Akang mana mak?" tanga Ropy masih merangkul emaknya.


"alhamdulillah urang sadayana sarehat nya bah, akang mah nuju markirkeun heula mobil bieu teh. Eh tuh geuning atos kalebet" jawab emak sambil menunjuk kakak Ropy yang baru masuk dengan dua tangan menjinjing banyak oleh - oleh khas kampung.


"alhamdulillah dugi tur salamet sadayana, akang kumaha sehat? Kunaon si teteh teu di ajak?" tanya Ropy kepada kakaknya Taryat yang baru masuk.


"alhamdulillah sehat, teteh mah sok mabok mobil parah di jalan kalau pergi jauh di mobil teh jaba bocil mejehna badeur jadi teu ikut. Salamwe katanya" jawab kak Taryat sambil menaruh oleh - oleh di meja lalu memeluk adiknya.


Setelah mereka berbincang lama lalu mandi dan istirahat di kamar masing-masing...


Dua jam kemudian sehabis magrib, mereka kumpul untuk makan bersama dan ngobrol ngalor ngidul membahas seputar anak - anak dan keseharian mereka.


"nyai tos yakin nikah deui ka Hartawan?" tanya emak


"insyaallah yakin mak, Ropy kenal dia semasa SD walaupun jail suka noel - noel aku sampai nangis tapi hanya itu kejailannya tidak berlebihan. Dan sekarang sifatnya dewasa banget bisa nyambung dengan anak - anak, kalau mereka ngumpul bercanda dan ketawa terus seperti sudah lama kenal tidaķ ada jarak padahal mereka kenal baru dua minggu. Cuma kang Hartawan setiap hari ke sini, makan di sini jadi mereka sering makan bersama dan ngobrol bersama" jelas Ropy psnjang lebar.


"syukurwe ari nyambung jeung barudak mah, kade ngadon makan gratis hahaha..." jawab emak sambil bercanda.


"boro - boro gratis dia mah bayarnya malah tiga kali lipat, dan para karyawan senang kalau ada dia karena rutin di kasih uang tip" jawab Ropy tersenyum.


"pedekate sambil nyogok ceritanya yaaa hahaha..." kata kang Taryat bercanda.


Lagi asik makan terdengar ucapan salam dari Hartanto dan Hartono yang masuk baru datang, pulang malam karena habis ada urusan tentang pekerjaan mereka karena Hartono baru di terima kerja dua hari lalu.


"aduh incu emak jeng abah atos garagah jeung karasep ya allah meni jarangkung" kata emak sambil berdiri memeluk cucu - cunya


"incu abah nu balageur duh sono pisan" kata abah gak mau kalah memeluk mereka.


"ua juga kangen kalian, sudah setahun gak bertemu tau - tau sudah kerja sekarang ya dik" kang Taryat tidak mau ketinggalan juga memeluk keponakannya.


Merekapun melanjutkan makan bersama dibarengi dengan obrolan sampai tuntas.