Ropy

Ropy
Keguguran



Mobil dokter berjalan sangat cepat karena membawa pasen gawat darurat, karena baru jam empat pagi jadi jalanan masih gelap.


"aduh papah sakit awww" Ropy berteriak saat mobil terguncang karena melewati jalan berlubang.


"Sabar sayang sebentar lagi sampai"


"Papa sepertinya ada yang keluar" Ropy bicara pelan dan tidak mengaduh lagi.


"Keluar dari mana sayang?"


"dari dalam perut mamah ke bawah pah, sepertinya darahnya juga banyak yang keluar"


Hartawan semakin cemas mendengar istrinya bicara begitu, dia terus mengelus-elus perut istrinya.


"Dokter bagaimana ini? Darahnya banyak yang keluar dan sepertinya ada yang menggumpal keluar?"


"tenang ya bu kita periksa yang intensif nanti, jangan panik ya sebentar lagi sampai" dokter berbicara pelan kepada Ropy.


Ropy duduk tenang apalagi perutnya di elus-elus suaminya.


"Enak pah perut mamah sudah tidak begitu mules dan melilit lagi rasanya, terus aja elus-elus seperti ini ya pah"


"iya sayang syukurlah kalau suda berkurang mulesnya, masih sakit gak?"


"Sedikit pah"


Ropy menyandarkan kepalanya di bahu suaminya dia merasa sedikit lega.


Sampai di rumah sakit Ropy di letakan di brankar lalu di dorong di bawa ke IGD, dokter jaga dan dokter kandungan sudah siap siaga karena sebelumnya sudah di telpon dokter yang memeriksa Ropy.


Ropy langsung di tangani oleh dokter spesialis secara intensif, Hartawan menunggu dengan cemas di samping istrinya.


Selesai di periksa Ropy di pasang jarum infus untuk mengganti cairan yang keluar.


"dokter istri saya sebenarnya sakit apa?"


"Istri anda keguguran pak"


"Terus istri saya bagaimana sekarang?"


"tidak perlu terlalu khawatir pak, istri anda hanya perlu istirahat saja. Smoga besok bisa pulih lagi"


Dokter menepuk pundak Hartawan untuk memberi dukungan, dia melanjutkan penjelasannya.


"syukurlah darahnya tidak ngedrop jadi tidak harus transfusi darah, tapi ibu harus di rawat inap untuk obserfasi, nanti sore akan di lakukan tindakan kuret untuk membersihkan rahim ibu"


Hartawan sedikit lega mendengar penjelasan dokter walaupun kehilangan janinnya hasil buah cintanya dengan istrinya tapi dia bersyukur istrinya tidak ada penyakit yang serius.


"Dan ada hikmahnya juga pak, walaupun anda kehilangan janin tapi itu adalah hal yang baik bagi istri anda. Karena kalau mempertahankan kehamilan sampai melahirkan, akan sangat beresiko terhadap ibunya dan bisa sangat membahayakan si ibu saat melahirkan nanti. Jadi bapak dan ibu harus bersyukur walaupun kehilangan janin, mungkin ini jalan yang terbaik dari tuhan buat ibu dan bapak. Sekarang ibu akan di pindahkan ke ruang rawat inap, untuk pemulihan"


Setelah selesai menjelaskan kepada Ropy dan Hartawan, dokter itu menyuruh perawat untuk membawa Ropy keruangan rawat inap.


Hartawan memegang tangan istrinya sambil berjalan di samping brankar yang di dorong perawat.


Setelah masuk ruang rawat inap, baju Ropy di ganti dengan baju pasien rumah sakit tersebut. Saat tubuh Ropy sudah siap di pindahkan ke ranjang pasien di ruangan itu, Hartawan dengan sigap langsung menggendong istrinya dan merebahkannya di atas ranjang di ruangan vip itu.


Setelah selesai dokter dan perawat keluar ruangan itu, untuk membiarkan pasien istirahat.


Karena ranjang pasien ruang vip cukup besar, jadi cukup kalau tidur berdua, walaupun ada tempat tidur untuk penunggu tapi mereka tidak bisa jauh kalau tidur ya kalau bucin memang begitu gaes.


Hartawan merebahkan tubuhnya di samping Ropy dia memeluk istrinya dan mencium pipinya.


"Maafkan papa sayang, karena papa terlalu bersemangat jadinya membuat mama sakit begini"


"Gak apa-apa pah mama juga terlalu bersemangat lagian mama yang memulainya juga jadi papa tidak usah merasa bersalah"


Hartawan mencium bibir istrinya lalu mengelus rambut istrinya.


"sekarang istirahat sayang, papa akan menjaga mama di sini"


Ropy memejamkan matanya dia merasa nyaman di peluk dan diciumi suaminya dan akhirnya dia terlelap dalam pelukan suaminya.


Hartawan ikut terlelap katanya mau menjaga istrinya tapi karena merasa nyaman dan damai akhirnya mereka berdua tertidur di ranjang yang sama.


Dua jam kemudian Hartawan terbangun karena ada yang mengetuk pintu, setelah mencium istrinya dia turun dari ranjang dan mempersilahkan dokter dan perawat masuk.


Setelah selesai meriksa Ropy yang masih tidur lelap dengan napas yang teratur, dokter dan perawat keluar ruangan di ikuti Hartawan. Setelah di luar pintu Hartawan bertanya kepada dokter.


"Dok bagaimana perkembangannya?"


"lebih baik pak. Biarkan istri anda tidur aja supaya cepat pulih, nanti jam dua siang ibu akan di kuret untuk membersihkan rahimnya"


"Terus kalau untuk makan di bangunkan jam berapa? Istri saya bahkan belum sarapan sekarang sudah jam sepuluh ini"


"begini pak, kenapa kami tidak memberi makan kepada istri anda, karena pasien yang akan di kuret sebelumnya harus puasa setidaknya delapan jam sebelum tindakan. Tapi bapak jangan khawatir karena kalorinya sudah cukup lewat infusan"


"Begitu ya dok?"


"Iya bapak, jadi bapak tidak usah khawatir tenang aja istri anda baik-baik saja ak"


"Iya dok terima kasih"


Dokter menepuk pundak pak Hartawan setelah itu dia berlalu dari kamar Ropy menuju ruangan lainnya.


-


"Selamat siang tuan"


"Siang mang Agus, tolong anterin makan satu porsi untuk saya dan tolong beliin air minum botol kecil lima botol, bawain pisang juga dua biji dan buah jeruk juga ya mang. Antarnya ke rumah sakit xxxx ruang delima no 1, nanti saya kirim alamatnya"


"Iya tuan, kebetulan saya tau alamat rumah sakit itu. Jadi tidak usah di kirim alamatnya"


"Baiklah mang saya tunggu ya saya sudah lapar ni"


"Siap tuan tunggu sepuluh menit lagi"


Setelah memutus teleponnya Hartawan membuka perlahan pintu ruangan rawat istrinya, dia menghampiri istrinya yang masih terlelap karena pengaruh obat.


"Kasian sekali istriku kesakitan, maafkan papa sayang"


Hartawan merasa bersalah kepada istrinya akibat gempurannya terlalu kuat, membuat istrinya kesakitan dan ke guguran. Dia mencium jari tangan istrinya yang tidur pulas.


"Lagi sakit aja kamu cantik dan menggoda sayang, bagaimana papa bisa menahannya selama kamu sakit sayang"


Hartawan mengecup bibir istrinya yang masih tidur, lalu dia pergi ke kamar mandi.


Mang Agus datang tepat waktu dan yang di bawanya sesuai dengan pesanan tuan Hartawan.


"Ibu sakit apa tuan?"


"Keguguran mang mungkin ibu akan libur lama tidak ke rumah makan, karena setelah pulang dari rumah sakit ibu harus istirahat di rumah. Titip aja ya mang kalau ada apa-apa hubungi saya aja ya, jangan ke istri saya dulu supaya tidak kepikiran biar ibu cepat pulih"


"Baik tuan, smoga bu bos cepat sehat"


"Aamiin, terima kasih mang"


Hartawan memberikan uang lebih seperti biasa kepada mang Agus.


Setelah menutup pintu ruangan rawat inap, Hartawan duduk di sofa dan membuka kotak makan itu. Dia menatap istrinya yang masih tidur, lalu perlahan dia makan sampai habis.