
Hartono dan Nadia selesai membahas rencana pernikahannya dengan Ropy mamanya dan Hartawan papanya semua sepakat diadakan bulan oktober di resort orang tuanya bertema outdor.
Setelah berpamitan mereka pulang ke rumah Nadia dulu setelah itu Hartono kembali ke rumahnya.
Keesokan harinya Ropy sudah siap-siap untuk pergi ke rumah makan, dia dan suaminya bergandengan tangan keluar dari rumah menuju garasi.
"sayang nanti siang gak usah nganter makan siang ke kantor ya, papa aja yang ke sana ngunjungi mama sepulang meeting"
"iya pah, kebetulan hari ini mama lagi tidak mood untuk masak gak tau kenapa badan agak lemas"
"kalau lemas tidak usah pergi kerja sayang, istirahat di rumah aja"
"tapi kalau di rumah bosan pah"
"ya udah ikut papa aja ke kantor, tiduran aja di ruangan papa"
"hm kalau di ruangan papa paling juga di tidurin"
"mama tau aja, tapi papa enggak bakalan tega gangguin kalau mamanya lagi sakit yuk ikut"
"iya ayo pah"
Hartawan membukakan pintu mobilnya buat istrinya setelah duduk dia pasangin sabuk pengaman juga, tak ketinggalan meremas apa yang dia suka hmm benar-benar kesempatan dalam kesempitan ya padahal tadi malam dan habis subuh sudah dapat jatah.
Hartawan mengeluarkan mobilnya dari garasi menuju jalan raya, bi Sari mengunci gerbang setelah majikannya pergi.
"sayang jangan diam aja, papa berasa di mobil sendirian"
"mama malas ngapa-ngapain pah"
"tapi tidak panas ya"
Hartawan memegang dahi istrinya dia agak khawatir dengan perubahan sikap istrinya, padahal tadi subuh dia sangat liar memainkan berbagai gaya "apa dia kelelahan karena itu ya?".
Hartawan tidak mau mengganggu istrinya dia mengemudi dengan kecepatan sedang, dua puluh lima menit kemudian mereka sampai di kantornya.
Ropy turun dari mobil dan langsung di gandeng suaminya, mereka berjalan pelan menuju ruangannya.
"sayang mau langsung istirahat di kamar atau di ruang kerja papa dulu?"
"di sini aja sama papa, papa kerja aja gih mama tunggu di sofa"
"ya udah papa kerja dulu ya"
Hartawan mendudukan istrinya di sofa lalu mengangkat kakinya supaya selonjoran lalu dia mencium kening istrinya, setelah istrinya duduk nyaman dia berjalan menuju meja kerjanya untuk memulai pekerjaannya dia juga menelpon klayennya untuk mengundur jadwal meetingnya sampai besok karena istrinya sakit.
Jam sepuluh siang Ropy bosan gelatak gelutuk di sofa dan main hp, dia berjalan ke arah suaminya dan tanpa permisi dia bergelayut manja di leher suaminya dan duduk di pangkuan suaminya.
"lanjut aja pa kerjanya, mama gini aja pengen mendekap papa"
"iya sayang lakukan sesukamu, papa lagi meriksa dokumen sedikit lagi"
Ropy mendekap Hartawan sambil mendusel kepalanya di ceruk leher suaminya, perasaannya sangat nyaman kalau melakukan itu perlahan dia membuka dan memasukan kuncinya dengan benar dan pas.
Karena nyamannya di posisi itu lama-lama dia ketiduran di pangkuan suaminya dengan saling mengunci, Hartawan merasakan pelukan istrinya mengendur dan terdengar hembusan napas teratur istrinya tandanya dia tertidur padahal kuncinya masih menancap.
Perlahan dia bangun sambil menggendong istrinya ke kamar tanpa melepas kunci, karena Hartawan berjalan otomatis ada pergerakan seluruh ototnya.
Ropy melenguh tapi matanya masih terpejam Hartawan gemas melihat istrinya tidur dengan nikmat, sampai di kamar Hartawan merebahkan istrinya juga dirinya.
Karena waktu istirahat siang Hartawan juga istirahat dan tidur bersama istrinya tanpa melepaskan kuncinya.
Ropy terbangun sambil berteriak tapi dia tidak membuka matanya, dia mengikuti pergerakan suaminya sambil merem.
"sayang papa pesan makan siang ya, mama lanjut istirahat aja papa mau lanjut kerja lagi"
Ropi tidak menjawab dia hanya mengangguk aja dan melanjutkan tidur siangnya yang sempat terganggu barusan, Hartawan menyelimuti istrinya lalu menyesuaikan suhu ac di kamar itu supaya istrinya istirahat dengan tenang.
Hartawan masuk kamar mandi untuk mandi selesai mandi dia berpakaian rapi dan keluar dari kamar tidur menuju meja kerja, dia meraih ponselnya untuk memesan makan siang.
Jam menunjukan pukul setengah tiga siang makanan yang di pesanpun sudah datang tapi Ropi belum bangun juga, Hartawan melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu istrinya bangun.
"pah, papah sini"
"ada apa sayang"
"ada apa sayang?"
"pah minta tolong beliin pembalut ke OG gih, mamah tidak bawa persiapan"
"iya sayang, tapi kamu gak apa-apakan?"
"enggak pah biasa kalau awal datang bulan suka gini ada aja yang gak enak di badan, di tambah mungkin karena kelelahan makanya mama agak lemas"
"maaf ya sayang, papa gak nepati janji habisnya kuncinya kamu masukin tadi jadi sekalian aja hehe"
Hartawan keluar kamar mandi dan meraih gagang telpon kantor dia menelpon OG untuk minta tolong membelikan pembalut di minmarket samping kantor.
Lima menit kemudian OG sudah kembali dan menyerahkan pesanannya ke bosnya, Hartawan masuk ke kamar mandi mengantar pesanan istrinya.
"ini sayang pembalutnya"
"taroh aja pah di wastafel, terima kasih ya"
"sama-sama, mau di bantu gak?"
"tidak usah pah aku bisa sendiri"
"tapi kan kamu lagi lemas sayang"
"gak apa-apa pah, tunggu aja di kamar"
Hartawan keluar dari kamar mandi, dua menit kemudian Ropy keluar juga dari kamar mandi memakai bathrob dan melilitkan handuk di rambutnya.
Hartawan sigap membantu istrinya berpakaian dan menyisir rambutnya, Ropy memakai makeup tipis supaya terlihat segar setelah itu mereka keluar kamar menuju sofa di ruang kerja dan mereka makan dengan lahap karena sudah sangat lapar.
"setelah kerja siang malam pagi dan petang akhirnya papa puasa lagi"
Ropy tersenyum mendengar keluhan suaminya karena harus terpaksa berhenti sementara dengan ritual candunya, dia mengunyah makanan sambil mesem-mesem.
Selesai makan Hartawan melanjutkan lagi pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
-
-
-
Hari ini adalah hari yang spesial buat Hartawan dan Ropy karena bertepatan dengan ulang tahun pernikahannya yang ke empat, mereka sudah ada di resort miliknya di Sentul dari kemarin sore anak menantunya besannya dan calon menantunya juga sudah ada.
Hartawan juga mengundang keluarga besar Ropy, emak dan abah juga sudah tiba dari dua hari yang lalu dia malah betah tinggal di resort anaknya karena suasananya seperti di desa.
Jam sembilan pagi Ropy sudah cantik telah di makeover oleh MUA profesional dia memakai gaun rancangan desainer ternama tas dan sepatu juga dari merk terkenal, Ropy terlihat mewah tapi anggun membuat suaminya tak mau jauh darinya dia terus menggenggam tangan istrinya.
Tamu undangan semua sudah berkumpul karena sebentar lagi acara akan di buka, pandangan Ropy tertuju kepada seseorang yang dari tadi menatapnya dengan tajam.
"papa mengundang teh Nina?"
Ropy berbisik kepada suaminya yang duduk di sampingnya sambil menggenggam tangan istrinya.
"iya sayang, semua kakak dan keponakan mas Wendy papa undang biar si kakak dan si adik merasa dekat dengan keluarganya"
"terima kasih pah sudah peduli dengan perasaan anak-anak, papa yang terbaik pokonya"
"sama-sama sayang, mama juga istri terbaik dan terhebat buat papa"
Hartawan mencium jari tangan istrinya di depan semua orang, membuat yang iri tambah iri dan banyak juga yang senang melihatnya bahagia dengan istrinya.
Ropy tak peduli melihat teh Nina mencibirnya dia pokus dengan suami dan keluarganya, MC mulai membuka acara dan memberikan waktu kepada tokoh masyarakat setempat untuk memimpin do'a
Acara pembukaan resort telah selesai di laksanakan, semua orang sedang menikmati hidangan makan siangnya. Setelah itu di lanjutkan dengan acara bebas sesuai dengan keinginan masing-masing ada yang ngobrol, ada yang nyanyi ada yang joged.
Hartawan menggandeng istrinya ke panggung dia mengucapkan terima kasih kepada semua tamu undangan yang telah hadir disitu, setelah itu dia menyanyikan lagu tembang kenangan kesukaan mereka berdua di sambut tepuk tangan dari hadirin.
Autor : itu teh Nina kenapa ya orang lain tepuk tangan gembira dia malah membuang muka sambil jebi?
Netuzen : biarin aja tor dia memang gitu sifatnya dari dulu juga penuh iri dengki.
Autor : kasian ya orang begitu, dia menderita melihat orang lain bahagia dan dia bahagia kalau yang di bencinya menderita.