
Jam delapan waktu setempat mereka sudah rapi siap - siap mau keluar hotel.
"sayang jangan lupa pake sarung tangan" kata Hartawan.
"iya pah ini sudah di siapin di tas" jawab Ropy.
"Pah yang lain mau keliling juga?" lanjut Ropy karena liburan ke eropanya tidak hanya berdua, tapi dengan rombongan yang menggunakan kantor jasa travel yang di pimpin oleh Hartawan.
"iya mah bareng dengan rombongan, kan pake pemandu nanti. Kalau tidak ada pemandu nanti kita ke sasar" kata Hartawan.
"Ya enggaklah pah, sekarang kan musim canggih kalau kita tidak tau jalan ya tanya aja mbah google" kata Ropy sambil tersenyum.
"Oh iya yah, kan ada google maps yah" Hartawan tersenyum juga dan langsung mendekap istrinya mesra.
Walaupun usia mereka sudah setengah abad, tapi keromantisan dan kemesraan mereka mengalahi umur dua puluhan hehe...
Setelah sarapan pagi dua sejoli yang di mabuk cinta itu berjalan kaki bergandengan tangan menyusuri kota Paris, di ikuti rombongan peserta tour eropa yang lain.
Mereka berkeliling wisata kuliner dan poto- poto di tempat - tempat paforit, tidak ketinggalan belanja tas dan baju hangat.
"Wah mamah takjub dengan menara eiffel itu pah, benar benar luar biasa ayo pah kita poto berdua disana" Ropy antusias menarik tangan suaminya untuk mengabadikan moment indah di bawah menara eiffel.
"iya mah, alhamdulillah bisa jalan - jalan kesini walaupun kita tidak muda lagi tapi kita masih sehat dan kuat melakukan perjalanan ini sekaligus bulan madu ya mah" kata Hartawan sambil tersenyum, lalu mereka berjalan ke spot terindah untuk mengambil gambar yang bagus
Mereka mengambil poto dengan berbagai macam pose, untuk di pilih pilih mana yang bagus untuk di simpan.
Lelah berkeliling akhirnya mereka kembali ke hotel, dan masuk kamar masing masing untuk beristirahat.
-
-
-
"Sayang ayo berendam di air hangat supaya badan kita rilex" setelah mengisi air hangat ke dalam bathtub dia juga memasukan aroma terapi ke dalam airnya, setelah itu Hartawan menggandeng pinggang istrinya untuk naik ke bathtub.
Mereka saling menggosok saling memijat sambil ngobrol, satu jam berendam di air hangat berdua membuat suhu mereka panas dan mandi keringat. Mereka bangun dari bathtub menuju shower untuk membersihkan busa.
"Hah indah sekali pah, lihat lampu lampunya warna - warni" Ropy takjub dengan pemandangan di luar, dia mengedarkan pandangannya berdiri di balkon hotel
"iya mah indah sekali, serasa lampu di pasar malam warna warni" Hartawan memeluk pinggang istrinya dengan erat, semakin lama diluar terasa semakin dingin kalau malam hari.
Suara ponsel berdering, Ropy masuk kamar untuk menerima panggilan.
"Hallo sayang lagi apa itu?" Ropy mengangkat telpon dari Hartono.
"Lagi makan baso mah" Hartono mengarahkan kameranya ke mangkuk baso yang mengepul, dia ingin menggoda ibunya.
"aduh bikin ngiler aja apalagi cuaca lagi dingin gini" Ropy menelan ludah melihat anaknya makan baso.
"Iya dong mah enak bangettt, baso basso" Hartono sengaja menggoda ibunya terus mengunyah di buat - buat.
"ih adik gitu amat lebay deh, huh mama kemarin main salju lho" Ropy tidak mau kalah menggoda ianaknya.
"Ih kayanya enak mah kalau makan baso di bawah hujan salju ya, eh papah mana mah?" Hartono mengalihkan pembicaraannya takut pamali kalau terus menggoda ibunya.
"Papa di balkon, pemandangannya indah sekali dek. Pokonya adik sama kakak suatu hari nanti wajib liburan kesini" kata Ropy
"Smoga aja mah" mereka mengakhiri vc nys.
Ropy ke balkon lagi dan duduk di pangkuan suaminya dia mencium suaminya dengan lembut, Hartawan tidak mau kalah dia membalas dengan mesra ciuman istrinya.
Semakin lama semakin dalam, saling memuaskan satu sama lain.
Keesokan Harinya mereka siap- siap menuju kota Amsterdam Belanda.