Ropy

Ropy
Menginap Di Rumah Sakit



Ropy bergegas ke kamar untuk mandi, setelah mandi bergegas ke ruang ganti baju. Sambil mengemas beberapa potong baju dirinya dan suaminya untuk di bawa ke rumah sakit


"halo mas kamu sudah sampai di rumah sakit belum? Sekarang aku baru berangkat ke sana" tanya Ropy kepada suaminya... "belum... Ini masih di jalan... mungkin kurang lebih empat puluh lima menit lagi baru sampai" jawab Wendy.


"lho kok empat puluh lima menit lagi, memangnya mas darimana? Bukannya dari kantor mas ke rumah sakit cuma dua puluh menit?" tanya Ropy heran.


"oh ini tadi habis bertemu klayen di kota C, waktu teh Nina telpon mas tadi lagi meeting" jawab Wendy di sebrang telpon.


"oh ya udah hati - hati di jalan mas, gak usah ngebut nyetirnya... kata teh Nina ibu sudah sadar dan sudah lewat masa kritisnya" kata Ropy kepada Wendy sambil menutup telponnya.


Tok... Tok... " silahkan masuk" jawab Nina dari dalam ruang rawat inap... Ceklek pintu ruangan di buka... "ternyata kamu Rop, lama banget baru dampai" kata teh Nina.


"ini tadi aku beli makanan dan buah - buahan dulu buat ngemil nanti... oh ya teh, sambil nunggu ibu itu makan dulu sama mas Joni, tadi aku beli nasi padang juga empat porsi" kata Ropy sambil menaroh makanan di atas meja... Karena ibu mertuanya lagi tidur jadi Ropy tidak langsung menghampirinya.


Karena mungkin terganggu dengan obrolan mereka, akhirnya Nenih bangun... "Jon ibu haus..." kata ibu Nenih sambil berusaha bangun... "eh ibu jangan bangun dulu" kata Joni sambil memegang tangan ibunya, " ini minumnya pake sedotan aja" lanjutnya lagi sambil mengarahkan sedotan ke mulut ibunya, Joni duduk di pinggir ranjang.


"mana Wendy, Reni dan Juna" tanya bu nenih sambil melirik ke sofa mencari anak - anaknya yang belum terlihat.


"Wendy masih di jalan, Reni belum bisa di hubungi telponnya gak di angat - angkat sudah tiga kali telpon juga... Dan bang Juna paling bisa besok katanya, soalnya dia lagi ada acara perpisahan mas Juna pensiun dan acaranya sambil piknik di luar kota buu" jelas Joni panjang lebar.


Tok... Tok... Pintu ruang inap di ketuk dari luar... "Silahkan masuk" kata Ropy dari dalam.... Ceklek pintu di buka lalu Wendy masuk di susul Sarah mengekor dari belakang...


"gimana keadaannya buu" tanya Sarah kepada bu Nenih sambil memeluknya dan cipika cipiki. "alhamdulillah sudah tidak terlalu sesak" jawab bu Nenih sambil menapap Sarah lembut. Beda sekali sikapnya kalau menatap Ropy tatapan tajam dan bicara ketus.


"gini Wen, teh Nina mau pulang sekarang karena sudah jam delapan dan besok mas Joni mau rapat ke luar kota jadi subuh - subuh harus sudah siap... Yang nungguin ibu di sini kamu aja sama Ropy" kata teh Nina sambil siap - siap mau pulang karena sudah jam delapan malam.


"iya teh nanti aku nginep di sini sama Ropy, setelah mengantarkan Sarah dulu"... Jawab Wendy santai.


"sekalian aja sama teh Nina kan searah rumah Sarah kan kelewatan" kata teh Nina lagi...


"iya mas aku sekalian aja dengan teh Nina, mas pasti lelah" ujar Sarah sambil pamit kepada bu Nenih dan Ropy... Lalu mereka bertiga pulang, teh Nina, mas Joni dan Sarah.


Tinggal bertiga juga dalam ruang rawat inap, Ropy duduk di samping mertuanya sambil ngobrol dengan bu Nenih, karena Wendy lagi di kamar mandi untuk bersih - bersih dan ganti baju yang sudah di siapkan Ropy tadi.


karena jam sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam dan mereka hendak tidur " mas tidur aja duluan, aku mau ke toilet dulu" kata Ropy kepada suaminya, karena bu Nenih sudah lebih dulu tidur dari setengah jam yang lalu.


Selesai dari toilet dan cuci muka Ropy keluar dari kamar mandi... Di lihat suaminya sudah tertidur karena sudah terdengar dengkuran halus dari suaminya. Lalu Ropy duduk di sofa sambil memakai cream malam, setelah itu dia merebahkan tubuhnya di sofa. Di ruang vip ada ranjang untuk keluarga pasien yang menginap, Ropy sengaja tidak tidur dengan suaminya di ranjang penunggu pasien karena takut sewaktu - waktu mertuanya kebangun atau ada dokter yang meriksa.


Ropy gak bisa tidur, dia malah kepikiran dengan Sarah... "kok sikap mas Wendy dan ibu mertua lembut sekali kepada Sarah... Ada apa yah? Dan anehnya Sarah manggil mas ke mas Wendy... Masa teman kantor umurnya beda 13 tahun panggil mas, biasanya kalau rekan kerja manggilnya pak atau buk panggilan formal" batin Ropy bertanya - tanya... "ah cuma perasaanku aja mungkin" batin Ropy pula sambil bolak balik di sofa gak bisa tidur.


Gak terasa sudah jam dua dini hari, pintu ruang rawat inap di buka setelah ketukan tiga kali, ternyata dokter jaga mau meriksa ibu Nenih dan perawat membawa alat tensi darah.