
Malam minggu berakhir bahagia karena mereka berkumpul bersama lagi setelah sekian purnama.
Dan rencananya emak dan abah akan lama tinggal di rumah Ropy, karena setelah menikah Ropy akan di boyong ke rumah yang baru di beli Hartawan sebagai hadiah pernikahan.
Setelah sarapan mereka berkumpul di ruang keluarga melanjutkan obrolan mereka yang enggak ada habisnya, ada aja yang di bahas kalau ngumpul sambil nyemil rengginang dan goreng sale oleh - oleh dari kampung.
"smoga emak sareng abah betah didieu" kata Ropy.
"pasti betah atuh nyi komo di ajak jalan - jalan mah, malam tadi si ujang janji ka abah ngajak ke Taman Mini sareng ka Dufan jeng abah hayang ka Monas deuih atos heubeul teuacan kadinya deui nya mak" jawab abah senang.
"boleh jalan - jalan tapi jangan sekaligus minggu ieu ka Taman Mini Heula nu dekat, minggu depan baru ke Dufan, minggu depanna deui baru ke Monas jangan sekaligus bilih kacapean kin geura" kata Ropy.
"iya nu penting mah jalan - jalannya mak"
"iyah"
Emak dan abah saling memberi kode sambil mengangkat jempolnya.
-
-
-
Tepat jam sebelas akhirnya Hartawan datang bersama anak dan pamannya, mereka turun dari mobil. Di sambut Ropy dan kang Taryat.
"assalammualaikum " kata Hartawan sambil menyalami kang Taryat dan Ropy.
Waalaikum salam ayo masuk" jawab Ropy dan kang Taryat bareng.
"sebentar mah, papa mau buka dulu bagasi" Hartawan balik lagi ke mobil dan membuka bagasi untuk mengambil seserahan dia minta bantuan ke mang Agus untuk membawanya ke dalam.
"assalammualaikum emak abah, bagaimana kabarnya?" setelah berkumpul di ruangan keluarga Hartawan bersalaman dengan calon mertuanya.
"alhamdulillah sehat" jawab abah dan emak.
Mereka bercerita dan membahas acara pernikahan yang seminggu lagi akan di laksanakan, rencananya tidak banyak yang akan di undang. Hanya keluarga besar dan kerabat, teman dan karyawan saja yang di undang.
Pernikahan rencananya akan di gelar di ballroom hotel Hartawan sudah membookingnya dan dia sudah membooking kamar - kamar untuk keluarganya dan keluarga Ropy dari kampung.
Jam dua belas tiga puluh, mereka makan bersama keluarga.
"mak, setelah nikah nanti saya pasti gemuk karena masakan Ropy selalu enak dan pas di lidahku. Setiap makan disini nambah terus" kata Hartawan berbicara kepada emak sambil memuji calon istrinya.
"biasa kalau lagi pedekate emang begitu iya kan kak" kata Hartono menggoda calon papa tirinya.
"hus gak baik menggoda orang tua" abah menimpali.
"iya deh para orang tuaaa, smoga kalian slalu bahagia dan di mudahkan rejekiinya" Hartono berkata samnil tersenyum.
"aamiiin" jawab semuanya
" dek siapa namanya? Bolehkan panggil adik walaupun kita beda setahun, tapi aku lebih tua?" tanya Hartono kepada anaknya Hartawan.
"bukannya tadi papa sudah memperkenalkannya dan menyebut namanya" Hartawan menjawab ucapan Hartono.
"kan tadi adik lagi ke dapur mengambil hidangan pas perkenalan itu, jadi adik engga dengar waktu papa menyebut namanya.
"namaku Doni kak" kata Doni anaknya Hartawan.
"berapa usianya dek? Hartanto menimpali.
" mau dua puluh tahun ka" jawab Doni sambil makan dengan lahapnya.
Ropy senang ternyata Doni anaknya Hartawan menyukai pasakannya, dan sikapnya sopan juga ramah dan selalu tersenyum tulus seperti papanya.
Selesai makan mereka berkumpul lagi di ruang keluarga sambil bersenda gurau.
Tiga jam berlalu sejak kedatangan Hartawan, setelah membicarakan rencana pernikan dan bertukar cincin pertunangan Ropy dan Hartawan. Mereka juga telah sepakat dengan keputusan bersama, Hartawan pun pamitan untuk pulang bersama anak dan pamannya.