
Ropy masih di kampung karena setelah menghadiri pernikahan cucu uaknya, mereka menginap di rumah emak.
Pagi-pagi di rumah abah di sibukan dengan aktifitas masak bersama, para lelaki motong ayam kampung tiga ekor dan menangkap ikan dengan cara di kecrik. Para perempuan membuat bumbu dan memasaknya, tidak ketinggalan masak urap daun singkong dan daun kencur.
Jam sembilan pagi mereka selesai memasak dan langsung makan bersama.
Setelah makan, Ropy dan keluarga siap-siap mau balik lagi ke Jakarta. Abah dan emak tidak ikut lagi ke Jakarta, karena usia semakin tua beliau ingin menghabiskan sisa umurnya di rumahnya di kampung halamannya di sana udaranya lebih bersih dan segar.
Dua jam berlalu akhirnya mereka berangkat menuju Jakarta...
"pah makan baso dulu yuk" kata Doni minta berhenti di kios baso.
"iya pah aku juga mau baso sambil istirahat, gantian nanti kakak yang nyetir ya pah?" Sambung Hartanto
"Iya ayo semua turun" jawab Hartawan sambil memarkirkan mobilnya.
Mereka berlima masuk ke kios baso untuk makan baso dan pesan air kelapa muda.
Setelah makan baso, mereka melanjutkan perjalanannya menuju rumah.
Menjelang magrib mereka tiba di rumah, semua turun dari mobil dan masuk rumah Ropy.
Setelah isa Hartanto dan Hartono pulang ke rumahnya karena tidak membawa baju kerja.
"Don mau pulang sama kakak atau di sini?" tanya Hartanto.
"aku disini aja kak, sudah lama kamar atas gak ada yang nempati entar bulukan" jawab Doni beecanda.
"Is nggak atuh den kan tiap hari di bersihin bibi" kata art gak terima.
"maaf bi bercanda' jawab Doni.
-
-
-
Sekarang hari jumat Ropy akan pergi belanja bulanan di supermarket, dia hanya berangkat sendiri karena suaminya lagi sibuk karena besoknya libur jadi hari ini Hartawan full di kantor. Tapi sebelumnya Ropy dari kantor suaminya mengantarkan makan siang untuk suaminya dan memberi makanan penutupnya yang wajib di lakukan setiap datang ke sana, kalau tidak pake makanan plus-plusnya biasanya suaminya akan merajuk hehehe...
Tiba di supermarket lalu dia memarkiran mobilnya dan setelah memarkirkan mobilnya Ropy masuk ke tempat pakaian dalam, setelah belanja pakaian dalam dia masuk ke tempat baju kerja kantor. Dia berniat membeli baju kerja untuk suami dan anak-anaknya.
Sedang asik memilih-milih kemeja di bantu petugasnya dia di kagetkan dengan seseorang yang memegang tangannya, Ropy menoleh ke arahnya ternyata Wendy yang memegang tangannya dengan erat sambil menatapnya penuh kerinduan. Replek Ropy melepaskan tangannya secara kasar.
"eh mas maaf kita bukan muhrim lagi" kata Ropy sambil menjaga jarak.
"maaf rop, mas kangen banget" jawab Wendy lesu.
"Kamu sendirian belanjanya Rop?" tanya Wendy.
"ia mas, suami saya lagi sibuk jadi saya belanja sendiri" jawab Ropy sambil terus memilih baju suami dan anaknya.
"Andai saja kita tidak berpisah, pasti kita kemana - mana bersama" Wendy berucap lirih.
"Ko gitu mas, bukannya ini pilihan mas? Lagian biasanya aku kemana - mana dengan suamiku, cuma sekarang aja dia lagi sibuk dan aku senggang. Kenapa tidak gandeng Sarah aja di ajak belanja kesini?" Ropy sewot, dia gak suka sikap Wendy yang ke kanakan.
"Kami sudah bercerai dua tahun lalu, dia sudah menikah lagi dengan selingkuhannya" jawab Wendy. Ya dua tahun lalu Sarah berselingkuh dan menikahi selingkuhannya dan membuat bu Nenih drop dan akhirnya meninggal.
"maaf" kata Ropy semakin gak enak.
"kembalilah Rop biar kita bisa berkumpul dengan anak - anak kita di sisa usia kita, mas sangat merindukanmu dan anak - anak" kata Wendy sedih dia menitikan air matanya dan hendak memeluk Ropy.
Ropy mundur karena situasinya sudah tidak baik akhirnya Ropy menyudahi belanjanya dan hendak pergi ke kasir.
"maaf mas aku pulang ya, ku rasa mas sedang tidak baik - baik saja sebaiknya mas menenangkan diri dulu di sana" kata Ropy sambil menunjuk stand makanan dan minuman ringan lalu dia melangkah menuju kasir.
"Ropy tolong temani mas sebentar saja, mas masih sangat kangen" Wendy memohon dan menitikan air mata, dia benar - benar merindukan mantan istrinya.
Tapy Wendy terlambat menyadarari, karena hati perempuan tidak akan melupakan tentang penghianatan walaupun sudah memaafkan.
"maaf mas tidak baik begitu, kita sudah lama bercerai dan aku sudag mempunyai suami yang mencintai dan menyayangiku. Sebaiknya mas jangan berharap begitu itu tidak baik kita sudah berbeda jalan ikhlaskanlah semuanya, smoga mas tetap sehat, berkah dan panjang umur. Sampai nanti kita bertemu lagi di pernikahan anak - anak... Permisi mas assalammualaikum..." ujar Ropy panjang lalu bergegas ke kasir untuk membayar belanjaannya.
"waalaikum salam" jawab Wendy dia berdiri mematung menatap mantan istrinya sendu, dia menyesal telah menghianati Ropy dan akhirnya dia juga dihianati Sarah.
"mungkin ini karma bagiku" bathin Wendy sedih.
-
-
-
'hallo kak, kakak masih sibuk kerja ga?" Ropy menelpon Hartanto anak sulungnya.
"Udah santai mah, ada apa?" jawab Hartanto.
" sebaiknya kakak ke supermarket xx sekarang, ayahmu ada disana barusan bertemu mamah di dalam. Mamah sekarang sudah di mobil di parkiran supermarket mamah mau pulang sekarang" kata Ropy lalu dia menghidupkan mesin mobilnya.
"iya mah hati - hati di jalan, nanti ayah kakak telpon dulu takutnya nggak nunggu kakak" jawab Hartanto.
"iya kak, mama pulang sekarang ya" Ropy menutup panggilannya dan menjalankan mobilnya menuju rumah.
Hai gaes... Terima kasih sudah mampir di novel pertamaku... Mohon dukungannya ya ππππππ