Ropy

Ropy
Hartono Beli Mobil



Seminggu berlalu setelah pertunangan itu, mereka biasa menjalankan aktifitas masing-masing.


Hartanto pergi pagi-pagi sekali karena ada janji dengan Sinta meninggalkan Hartono yang masih belum keluar dari kamarnya.


"Kak, nanti aku pinjem mobil ya mau undangan ke teman yang menikah"


Hartono menghampiri kamar kakaknya, dia mengetuk pintu kamar kakanya sambil memanggilnya beberapa kali. Tapi pintu tidak di buka, dan tidak ada sahutan dari dalam


"Kak kemana sih tuh orang pagi-pagi gini"


Setelah pasti di rumah dan di dapur tidak ada orangnya, Hartono keluar dan membuka pintu garasi. Dan ternyata mobil kakaknya tidak ada di sana.


"Hmmm nasib nasib gini amat ya kalau lagi perlu mobil gak ada, pas lagi santai eh mobil seharian bertengger di garasi"


Hartono ngomong sendiri, dia masuk ke rumah lagi dan meraih ponselnya.


"Hallo kak ada apa?"


"Don, mobil mau di pake nggak? Kalau enggak di pake, kakak mau pinjem buat ondangan pernikahan teman?"


"Pake aja kak Doni gak kemana-mana ko"


"Ya udah nanti kakak ke sana"


"Gak usah kak, biar Doni antar ke situ aja. Terus aku ikut sampai rumah makan mama, aku mau numpang makan lagi males masak sekalian main dengan Budi"


"Ya udah kakak tunggu ya nanti jam sebelas"


"Siap kak"


Telponpun di putuskan, Hartono mencuci baju sambil bersih-bersih rumah kakaknya. Selesai bersih -bersih dia membuka kulkas mencari makanan yang bisa di makan.


Setelah sarapan roti panggang dan buah apel, Hartono bersantaì di ruang tv sambil memainkan hapenya.


Dia melihat - lihat harga mobil incarannya di internet, tapi tabungannya belum cukup kalau beli secara cash.


"beli keridit dulu aja kali ya biar cepat, kalau nunggu tabungan terkumpul masih lama. Bulan oktober kakak menikah pasti tiap hari antar jemput istrinya, eh ini rumah juga pasti kakak ipar tinggal di sini hmmmm kalau buat dp mobil dan dp rumah uangnya sudah lebih dari cukup sih"


Hartono ngomong sendiri, dia memikirkan jalan keluar setelah kakaknya menikah bulan oktober.


Jam sebelas kurang sepuluh menit, Doni sudah sampai di rumah Hartanto untuk mengantarkan mobil yang mau di pinjem Hartono.


Klakson mobil di nyalakan, Hartono keluar rumah dan mengunvi pintu rumah dan pintu pagar. Lalu naik Mobil Doni mwnuju rumah makan milik mamanya.


Sampai di rumah makan Doni turun dan menghampiri Budi.


"Kakak berangkat dulu ya" pamit Hartono kepada Doni adik sambungnya dan kepada Budi anak uaknya.


"Iya kak hati-hati di jalan, nanti pulangnya jemput lagi di sini"


"Siap laksanakan"


Hartono melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju gedung tempat pernikahan temannya.


Jam satu siang Hartono sudah sampai lagi di rumah makan mamanya.


"Sebentar amat undangannya kak?"


"Pasti di ledekin jomblo ya?"


"Ya gitu deh"


"Kakak gak suka di katain teman, tapi kakak suka ngatain kami jail lagi. Itu namanya karma kak hahaha"


"Apaan sih kalian berisik banget. Yuk kita cabut"


"Kemana sih kak? Aku ikut"


"Ya ayo masuk, Doni, Budi cepetan masuk panas nih"


"buru-buru amat kak memangnya mau kemana sih?"


"mau beli mobil biar tidak ribet"


"Ah yang benar? katanya kemarin uangnya belum cukup"


"Berisik Dini, mau ikut gak? Kalau enggak kakak tinggal nih"


"Galak amat mentang-mentang mau mobil baru, santai aja bro baru aja makan"


"Santai gimana orang dealernya tutup jam tiga karena hari minggu jadi waktunya hanya dua jam lagi dodol"


"Iya-iya ini mau masuk mobil"


Akhirnya mereka bertiga pergi ke dealer.


Sampai di dealer mobil mereka menghampiri petugas yang ada di sana.


Hartono mengajukan kredit dan kebetulan mobil incarannya ready akhirnya deal kredit mobil dan bisa langsung mobilnya bisa di bawa waktu itu juga, karena yang punya dealer mobilnya temannya papa Hartawan.


Hartono mengendarai mobil barunya berkeliling bertiga, setelah puas mereka kembali ke dealer untuk mengambil mobil Doni yang di simpen di parkiran dealer itu karena mau mencoba mobil kakaknya.


Doni turun dari mobil baru Hartono dan masuk mobilnya, setelsh itu mereka beriringan menuju rumah.


"Selamat ya kak atas mobil barunya"


T"erima kasih Bud"


Budi turun dari mobil setelah sampai di rumah makan, Hartono juga melajukan mobil barunys menuju rumah mamanya.


"Wiiih mobil baru ni, punya siapa dik?"


"Mobil baru Hartono mah, tadi mengajukan kredit di dealer teman papa"


"Oh ya langsung bisa di bawa ya"


"Iya mah mungkin karena kenal kita ya mah"


"Iya dek alhamdulillah di percaya dan di permudah ya dek. Smoga berkah dan semuanya di lancarkan"


"Iya mah aamiin"


Habis makan malam Hartono tidak pulang ke rumah kakaknya karena garasinya kecil hanya muat satu mobil dan motor, dia memilih nginap di rumah orang tuanya karena garasinya bisa muat empat mobil sedangkan mobil yang ada di garasi sekarang cuma dua punya mamanya satu dan papanya satu jadi masih muat kalau di tambah satu lagi malah masih ada tempat.