
Hari ini Ropy siap-siap untuk berangkat lagi ke rumah makan setelah seminggu lebih istirahat full di rumah, sebenarnya sudah sehat dari seminggu yang lalu tapi suaminya melarang untuk beraktivitas di luar rumah dulu. Setelah sarapan pagi Ropy belum beranjak dari meja makan, dia membuka dulu ponselnya untuk memeriksa pesan masuk.
"Yakin sayang hari ini mulai kerja?"
"Yakin pah, lagian di rumah terus enggak ngapangapain malah pegel-pegel"
"Iya deh tapi jangan di porsir, mama hanya memantau aja ya jangan cape - cape!"
"Siap tuan Hartawan hamba akan melaksanakan perintah tuan"
Ropy tersenyum menggoda suaminya yang over protextif.
"Hmmm menggoda papa rupanya, awas nanti malam papa terkam tanpa ampun"
"siapa takut"
"Wiiih asik tuh, sudah bisa unboxing rupanya"
"bisa dari dua hari lalu malah, tapi nggak bilangin papah"
"Ooo begitu rupanya awas yaaa"
Hartawan menggelitik istrinya dan langsung mengangkatnya ke kamar, dia tidak tahan dengan godaan yang ada di depan mata. Padahal mereka sudah rapi dan siap berangkat, tapi kebutuhan pokoknya harus di penuhi dulu walaupun beberapa menit.
Akhirnya mereka unboxing walaupun di mulai dengan pelan-pelan karena takut kenapa-napa yang penting mencapai puncak dua-duanya udah kelar hihi...
Setengah jam kemudian mereka sudah rapi lagi memakai pakaian kerja dan siap berangkat walaupun rambut masih basah.
"Sayang hari ini jangan nyetir dulu ya diantar papa aja, nanti sore papa jemput lagi"
"Kan beda arah papa"
"Enggak apa-apa sayang tidak akan terlambat ko, kan barusan sudah di kasih vitamin jadi papa akan senang sekali mengantar mama"
Hartawan bersemangat karena sudah buka puasa setelah hampir dua minggu puasa, walaupun hanya dua puluh lima menit tapi cukuplah buat makanan pembuka hihi... Lagian tidak tega membiarkan istrinya menyetir yang baru mulai kerja lagi dan di kerjai juga barusan olehnya.
Ropy sampai di rumah makan dia mencium tangan suaminya dan di balas suaminya dengan mencium keningnya, tidak ketinggalan me•umat bibirnya yang merah menggoda hmmm.
"Dah papa"
"Dah sayang, tunggu pulang nanti ya ingat jangan cape - cape!"
"Iya pah"
Hartawan melajukan mobilnya menuju jalan raya, Ropy juga masuk rumah makan miliknya langsung ke dapur karena sudah kangen dengan semuanya.
"Alhamdulillah ibu sudah sehat dan kesini lagi"
"Iya bi alhamdulillah, sebetulnya saya sudah sehat dari seminggu yang lalu. Tapi mas Hartawan melarang ke sini dulu, harus istirahat total katanya"
"Syukur alhamdulillah ya bu di sayang suami, ko bibi jadi pingin nikah hihi..."
"Ampun deh bibi, kalau mau nikah ya nikah aja siapa calonnya nanti saya kasih tikwt bulan madu ke bali"
"Justru itu buu saya masih mencari lakinya hahaha...."
Mereka semua tertawa mendengarkan celotehan bi Ijah dan bi Sumi.
"Bagaimana dengan Budi selama saya tidak masuk apa dia baik-baik aja?"
"Iya bu cep budi pulang sore terus, hari minggu juga ada kerja kelompok di kampusnya katanya makanya tidak ke rumah ibu"
"Iya bi waktu minggu Budi telpon ko dia memberi tau saya katanya ada tugas buat pentas"
"Iya bu, cep Budi orangnya tidak aneh- aneh makan juga apa aja di makan tidak pernah protes"
"Syukurlah kalau begitu"
Setelah melepas rindu mereka melanjutkan tugasnya masing-masing.
Hari ini tanggal 12 oktober adalah hari pernikahan Hartanto dengan Sinta, sebagaimana kesepakan dua keluarga menentukan tanggal pernikahan di waktu tunangan dua bulan lalu.
Pagi-pagi Ropy sudah selesai di make over oleh MUA profesional, dia semakin cantik dan terlihat dua puluh taun lebih muda.
Hartawan menatap istrinya bangga, lalu dia memeluk istrinya dan mencium punggungnya yang agak terbuka.
"Kamu cantik sekali sayang, papa jadi tambah cinta nih"
"stop jangaan di rusak makeupnya papa, nanti susah lagi memperbaikinya sebentar lagi kita akan turun ke ballroom hotel"
Ropy memundurkan kepalanya karena melihat suaminya yang nyosor, tapi pelukannya belum terlepas karena Hartawan mengunci pinggangnya.
"Iya deh sayang tapi peluk aja ya, papa rasanya gak rela kecantikan mama di lihat orang. Apalagi nanti ada ayahnya anak - anak di sana"
"Tenang aja papa, cinta mama hanya untuk papa seorang. Lihat saja nanti malam mama akan memberikan serpis yang memuaskan untuk papa"
Ropy berbisik di telinga suaminya.
"Janji ya sayang"
Hartawan semakin erat memeluk istrinya kuncinya sudah berdiri tegak di bawah, dia hanya bisa mencium pundak istrinya tapi dasar laki-laki tidak apdol rasanya kalau tidak melakukan lebih dari itu.
Melihat bagian muka istrinya tidak boleh di sentuh karena takut merusak makeup dia tidak kehabisan akal dia membuka kancing kebaya istrinya lalu di menunduk dan mengh•sap bukit kembarnya bergantian dan pingirnya tidak ketinggalan sampai merah ke hitaman untung di kamar hanya mereka berdua karena MUAnya sudah keluar kamar.
"Pah sudah sayang, lama-lama bisa kacau nih"
Ropy memperingatkan suaminya karena dia juga sudah mulai on jadi buru-buru di stop.
Hartawan mengangguk lalu melepaskan mulutnya, dia meraih tisue basah yang ada di nakas lalu membersihkan sisa salvinya yangu menempel di si kembar istrinya.
Ropy merapikan kebayanya di depan cermin, setelah merasa rapi dia menggandeng suaminya dan turun ke ballroom hotel tempat acara pernikahan di gelar.
Akad nikah akan segera di mulai, pengantin dan para orang tua juga saksi-saksi di persilahkan duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Ropy berjalan ke arah kursi yan di tunjuk panitia di gandeng oleh suaminya, Hartawan mendudukan istrinya di samping Wendy mantan suami Ropy. Walaupun ada perasaan tidak rela tapi ini adalah hari pernikahan anaknya, suka tidak suka dia harus legowo istrinya duduk berdampingan dengan rivalnya.
Ropy mengerti perasaan suaminya, dia menggenggam erat tangan suaminya memberi kekuatan sambil tersenyum.
"Maaf ya sayang mama ijin dulu sebentar gak apa-apakan?"
"Iya sayang enggak apa - apa, papa tunggu di sana ya sama anak-anak"
"Iya pah"
Hartawan berjalan menuju tempat duduk di samping Hartono dan Doni yang di sediakan panitia.
MC membuka acara dengan memberikan waktu membacakan do'a kepada ustadz yang sudah di tunjuk memimpin do'a.
Akad nikah pun di mulai...
"Saya terima nikah dan kawinnya Sinta binti Darwanto dengan mas kawin 20 gr emas di bayar tunai"
"Bagai mana saksi sah?"...
SAH
Alhamdulillah....
Setelah selesai baca do'a pernikahan dan di aminkan semua orang, lalu Hartanto dan Sinta menandatangani surat nikah.
Selesai rangkaian akad nikah Sinta mencium tangan suaminya dan Hartanto mencium kening istrinya sesuai arahan panitia WOnya.
jam sepuluh siang pada akhirnya selesai semua rangkaian acara yang menyertai akad nikah ini, sebelum nanti jam dua siang sampai jam lima sore akan di adakan acara resepsinya di tempat ini juga. Sekarang saatnya memberikan selamat kepada kedua mempelai dan setelah itu di lanjukan dengan makan -makan.