Ropy

Ropy
Extra 1 Wanita Penggoda



Ropy sudah menetap di Sentul rumah yang di Jakarta di kontrakan, dan usaha rumah makannya masih di kelola Budi keponakannya.


Hartawan masih jadi pemimpin perusahaan travel di Jakarta, setiap hari beliau pulang pergi ke Sentul karena mereka lebih nyaman tinggal di sana sesekali Ropy ikut suaminya dan mampir ke rumah Hartanto untuk menengok cucunya.


Hari ini adalah pernikahan Doni semua keluarga pada kumpul di hotel di Jakarta karena Aurelia mau pernikahannya di adakan di hotel biar tidak berabe untuk keluarganya. Tadinya Doni mau menikah di resort orang tuanya dengan tema outdor, berhubung musim hujan jadi pernikahannya di adakan di ballroom hotel akad dan resepsinya juga sekalian di situ.


"selamat ya dek smoga pernikahannya sekali seumur hidup sampai tua tidak terpisahkan" Ropy merangkul anak bungsunya dan menantunya begitu juga dengan Hartawan.


"aamiiin terima kasih mah, pah atas do'a dan ucapannya smoga allah mengabulkan do'a baik ini" Doni menjawab sambil merangkul istrinya.


"kalian mau bulan madu ke mana?" papa Hartawan bertanya kepada anak mantunya.


"kami mau ke Swis pah, kata kak Hartono di sana tempatnya indah dan tenang" jawab Doni antusias.


"kapan kalian berangkatnya?" kata tuan Hartawan.


"kami rencana besok malam berangkatnya pah" jawab Doni lagi.


"ya udah besok kami anterin sampai bandara, hati-hati selama di sana walaupun negaranya aman dan tentram tetap aja harus waspada"


"iya pah terima kasih, kalau untuk berangkat ke bandara kami di antar mobil dari hotel ini kemarin mereka menawarkan pada kami jadi besok papa dan mama kalau mau di sini ya tinggal atau kalau mau pulang ke sentul juga silahkan gimana baiknya aja" jawab Doni.


"ooh ya udah kalau begitu besok papa dan mama balik ke Sentul aja" kata papa Hartawan.


Selesai acara resepsi semua orang kembali ke kamarnya masing-masing.


***


Hartawan bernapas lega karena anaknya sudah menikah dengan gadis pilihannya, sebagai orang tua beliau merasa terharu dengan pencapaiannya. Hidupnya lebih bahagia dan anak-anaknya sudah menemukan pasangannya masing-masing jadi dia pergi ke manapun selalu berdua dengan Ropy istrinya. Mereka seperti pacaran di usia setengah abadnya.


"sayang ayo kita liburan keliling dunia, papa ingin pergi ke eropa lagi terutama ke Iceland" Hartawan menggandeng pinggang istrinya sambil berkeliling di taman.


"hayo pah, mama kangen suasana di sana dingin-dingin asik tapi kita selalu berkeringat hehe" Ropy bergelayut manja kepada suaminya.


"iya sayang, bulan depan kita ke sana"


Hartawanpun mendapat lampu hijau kalau istrinya sudah manja begini lebih baik di teruskan di kamarnya, diapun menggendong istrinya masuk kamar untuk memeras keringatnya.


Dua jam berlalu mereka sudah mandi dan berpakaian rapi, mereka bergandengan tangan keluar dari rumah menuju restonya, lalu mereka pesan makanan seolah-olah pengunjung di sana.


"kami pesan steak spesial 3 ya dan jus alpukat dua tanpa gula" Hartawa memberi tahu pelayan restonya.


"baik tuan" pelayan itu kembali ke dapur untuk memberitahu koki.


Tidak lama kemudian pelayan datang membawakan pesanan majikannya, dan menyajikannya di meja.


"terima kasih ya" kata Ropy


"sama-sama nyonya permisi" pelayan undur diri.


Ropy dan Hartawan makan bersama di selingi obrolan, mereka menikmati hari liburnya berdua di Sentul tidak pergi ke luar kota. Mereka menghabiskan waktu akhir pekannya berdua.


"siapa yang nelpon pah?" tanya Ropy


"Doni mah, mereka sudah pulang dari bulan madunya" jawab Hartawan.


"syukurlah, mudah-mudahan langsung jadi ya. Istri Hartono belum isi padahal dia tidak menunda" kata Ropy sambil ngunyah apel.


"mudah-mudahan menantu kita cepat hamil, kalau banyak cucu sepertinya seru ya mah kalau main ke sini pasti rame" kata Hartawan.


"aamiin. Iya pah pasti rame dan berantakan kalau mereka sudah mulai merangkak wah kita jadi oma dan opa siaga ya pah" jawab Ropy sambil senyum-senyum membayangkan rumahnya berantakan di penuhi mainan cucunya yang berserakan di lantai.


Mereka sangat antusias membicarakan tentang cucu.


Ropy bersandar di pundak suaminya sambil selonjoran di sofa kadang gantian Hartawan yang tidur di pangkuan istrinya sambil berselancar, kalau weekend mereka selalu kualitytime dan saling memanjakan satu sama lain.


***


Hari senin hari yang sibuk, Hartawan berangkat ke kantornya dan Ropy mengelola resort dan restonya juga, mereka di sibukan dengan kegiatannya masing-masing.


Jam sepuluh siang Hartawan menghadiri rapat dengan klayen barunya, seorang wanita cantik berkulit putih dengan tinggi seperti model berpakaian serba terbuka berjalan lenggak lenggok menggoda.


"dia sedang peragaan busana apa mau rapat ampun dah dasar norak" gumam Hartawan.


Perempuan itu menghampiri Hartawan dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"selamat siang tuan, kenalkan saya Sherly"


"siang bu, silahkan duduk" jawab Hartawan sambil nunjuk kursi kosong dan diapun duduk.


"terima kasih tuan, panggil nama aja saya belum punya suami dan belum punya anak ko" jawab Sherly sambil mengusap tangan tuan Hartawan dan membuat bergidik geli.


Asisten pribadinya geleng-geleng kepala baru kali ini ada klayen yang membuatnya risih, dan membuat geli tuannya setelah tenang merekapun memulai meetingnya dengan serius tapi ya gitu ada aja celotehan Sherly dan colekannya menggoda Hartawan.


Meeting baru berjalan satu jam tapi Hartawan sudah muak dengan kegenitan Sherly dia malah membisikan sesuatu yang di luar norma kepada Hartawan di sela-sela meeting itu.


Hartawan berdiri mengajak asisten pribadinya kembali ke kantor, dia tidak bisa mentolelir kelakuan Sheely yang melecehkannya. Beliau hendak keluar tanpa menghiraukan sherly dan sekretaris Sherly tapi Sherly malah memeluknya dari belakang.


"waww aku suka dengan tantangan, jangan lupa nanti malam saya tunggu di hotel xx ya aku akan memuaskanmu tuan Hartawan" Sherly mengedipkan matanya sambil meremas barang berharga milik Hartawan.


Hartawan mendorong Sherly sampai terduduk di kursi dengan kasar hampir aja jatoh ke lantai kalau tidak di pegangin sekretarisnya.


"jangan lancang ya saya bukan lelaki murahan, rapat kita sampai di sini dan aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi mbak" Hartawan berbicara tegas setelah itu dia melangkah dengan cepat menuju parkiran di susul asisten pribadinya.


"cari tau no ponsel dia aku penasaran dengan lelaki itu, sampai kapan dia mempertahankan harga dirinya. Siapa yang tidak tergila-gila dengan Sherly hahaha" Sherly berbicara kepada sekretarisnya dengan sombong, seolah-olah dia paling cantik dan mudah menaklukan lelaki.


"saya sudah tau no ponselnya nona, ini kartu namanya kemarin dapat dari asistennya" sekretaris itu memberikan kartu nama.


"waaw kerja bagus kamu, nanti saya akan kasih bonus. Mari kita buktikan tuan sampai kapan kamu bertahan hahaha" Sherly tertawa senang, dia pikir Hartawan tambang barunya yang gampang di keruk, belum tau dia hehehe