Ropy

Ropy
Doni Ijin Menikah



Hari ini Susi sudah mulai masuk kerja jam enam dia sudah berangkat, bareng dengan Nurdin karena hari ini hari minggu.


Datang di rumah makan dia langsung menyapu luar dan dalam, terus melap meja dan kursi setelah itu mengepel lantai.


Selesai bersih-bersih di depan, Susi ke dapur untuk bersih-bersih dan nyuci perabotan bekas masak.


Jam delapan teng rumah makan mulai di buka untuk umum, pelanggan mulai berdatangan ada yang membeli masakannya untuk di bawa kerumah ada juga yang makan pagi di situ.


-


-


Hari minggu Ropy jarang ke rumah makan karena beliau ingin bersama suaminya yang libur, apalagi sekarang dia ada di Sentul Bogor lagi di Resortnya berdua sedang kualititime dengan suaminya.


Hartawan sedang memantau para pekerja yang sedang menyelesaikan pembuatan taman, beliau menggandeng tangan istrinya sambil sesekali berbicara kepada tukangnya setelah merasa cukup beliau kembali masuk ke resortnya untuk beristirahat siang berdua.


Jam satu siang Ropy dan Hartawan sudah segar dan rapi keluar dari kamarnya, mereka akan menuju restauran terdekat untuk makan siang karena Ropy tidak boleh masak sama suaminya dia ingin bermain gulat terus gak ada lelahnya.


Hartawan mengendarai mobilnya menuju restaurant sampai di sana mereka berdua masuk dan duduk di meja yang sudah di pesannya secara online, tidak lama pesanannya tiba di mejanya.


"sayang ko rasa steaknya beda ya lebih enak buatan mama, nanti resto kita ciri khasnya steak sapi yang jusy dan sup daging sapi spesial ya"


"iya pa, kalau masakan mama kan ada bumbu cintanya sayang otomatis rasanya enak dan nikmat"


"oh iya ya, tapi bener ko sayang masakanmu semuanya enak bedalah pokonya"


"terima kasih sayang atas pujiannya, nanti mama kasih hadiahnya serpis plus pokonya"


"duh senengnya punya istri yang mengerti kebutuhan suaminya, jadi semakin cinta sama kamu sayang"


Mereka makan berdua sambil saling menyuapi dan saling memuji dan memuja dengan tatapan mata yang penuh cinta dan mendamba.


Tiga puluh menit kemudian mereka keluar dari restaurant menuju mobilnya di tempat parkir.


"jalan-jalan dulu yuk pah"


"jalan kemana sayang?"


"berkeliling aja menghabiskan waktu berdua"


"ayo kita pacaran sekarang lets go"


Hartawan melajukan mobilnya berkecepatan rendah karena ingin menikmati perjalanannya berdua dengan pacar halalnya, Ropy dan Hartawan tidak pernah pacaran semasa mudanya karena mereka sama-sama di jodohkan oleh orang tua masing-masing dengan pasangan masing-masing.


Dan setelah mereka bertemu kembali dengan status sama-sama telah bercerai lama dari pasangan masing-masingnya, ketika itu mereka hanya dua minggu setelah bertemu langsung menikah makanya setelah menikah mereka baru pacaran.


Hartawan sangat mencintai Ropy begitupun sebaliknya, mereka berdua selalu harmonis dan romantis dimanapun tempatnya.


"sayang beli cemilan dulu yu buat nanti malam"


"belanjanya di mana sayang?


"di supermarket aja biar lengkap, sekalian mau beli hadiah"


"hadiah untuk siapa mah"


"ada deh rahasia"


"ih kamu nakal ya main rahasia segala"


"biarin yang penting cinta kan? Nagih kan setiap hari pengen nambah terus kaaan?"


"iya sayang iya, pokonya mamah tidak ada duanya di dunia ini, semuanya yang ada di dirimu bikin papa ketagihan terus"


Hartawan memarkirkan mobilnya di halaman super market, mereka turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam.


Ropy memasukan buah anggur dan apel ke troly belanjaannya, dia juga mengambil roti, keju dan cemilan lainnya setelah selesai urusan makanan dia membayar di kasir.


"papa tunggu dulu ya di sini, mama mau beli daleman dulu"


"kenapa papa harus nunggu di sini? Ikut juga gak-apakan biasanya juga barengan beli daleman sama papa"


"tapi pah kali ini mau sendiri ya sebentar aja tunggu di sini"


"baiklah sayang, tapi hati-hati ya"


"iya terima kasih ya pah"


"iya sayang sama-sama"


Ropy berjalan menuju tempat gaun tidur dan lingering, dia membeli banyak lingering dengan berbagai warna dan model seperti mau jualan lingering aja.


Selesai belanja pakaian dalam dan sudah membayarnya di kasir, Ropy berjalan menuju tempat suaminya menunggu tadi.


"udah belanjanya?"


"sudah pah, yuk kita balik ke resort"


"ini alat tempur kita nanti pah"


"alat tempur apaan?"


"ada deh nanti papa bakalan tau yuk kita balik"


"sini paper bagnya bawa sama papa"


Hartawan mengambil paper bag dari tangn istrinya, setelah itu dia menggenggam tangan istrinya dengan tangan satunya lagi mereka berjalan menuju mobil.


Selesai memasukan belanjaan ke bagasi, Hartawan masuk mobilnya dan langsung menuju resort.


'


-


-


Jam tujuh malam mereka selesai makan malam berdua mereka santai di ruang keluarga sambil nonton tv, Ropy masuk kamar dengan alasan ingin ke toilet dalam sepuluh menit dia kembali dengan memakai lingering pink yang sexy dan tembus pandang.


Hartawan ternganga melihat keberanian istrinya, dia begitu terpesona dibuatnya sampai-sampai matanya tak berkedip di tambah lagi istrinya langsung duduk di pangkuannya membuat tubuhnya panas dingin.


Hartawan sangat menggilai istrinya dia begitu memujanya, perlahan tapi pasti dia menggarap istrinya dari atas sampah bawah balik lagi ke atas begitu berulang-ulang sampai menggelepar di sofa ruang keluarga.


"terima kasih sayang kamu benar-benar luar biasa hari ini, papa bangga memilikimu sayang"


Hartawan memeluk istrinya sambil mencium puncak kepala istrinya.


"sama-sama sayang, mama juga bangga sama papa..."


"sayang lagi yuk tuh berdiri lagi di dalam...."


Ropy senang melayani suaminya, tidak tau kenapa bersama Hartawan dia begitu senang melakukan itu sesering mungkin dan tiap berakhir selalu puas dan lega, jauh berbeda dengan Wendy walaupun puluhan taun menikah tapi jarang sekali mendapat kepuasan bathinnya bahkan hanya dalam lima menit sudah selesai padahal Ropy belum merasakan apa-apa.


Hartawan dan Ropy menjerit bersama setelah itu mereka terlelap tidur sampai pagi...


Jam lima pagi Ropy sudah cantik memakai gaun sexy, dia sedang membuat sandwich dan susu hangat buat sarapan.


Hartawan memeluk istrinya dari belakang dia mencium rambut istrinya yang masih basah dan wangi shampo.


"lagi apa sayang"


"bikin sandwich pah, nih udah jadi sarapan yu udah laper nih"


"iya papa juga laper nih padahal kita makan malam ya"


"ya kan tenaga kita terkuras habis makanya jam lima pagi udah lapar seperti saur mau puasa aja hehehe"


Mereka makan sandwich dan minum susu hangat sampai habis, setelah itu lanjut sarapan penutup yang jauh lebih panas sampai menguras keringat.


Jam tujuh pagi Hartawan dan Ropy keluar dari resortnya menuju Jakarta untuk bekerja di tempatnya masing-masing, setelah mengantarkan istrinya ke rumah makan Hartawan menuju tempat kerjanya. Sampai di kantor dia sudah di tunggu anaknya di dalam ruangannya.


"pah dari mana baru datang?"


"tadi papa mengantar dulu mama ke rumah makan"


"oooh, pah Doni ada perlu"


"perlu apa nak"


"eem emmm boleh gak pah kalau Doni menikah duluan daripada kak Hartono?"


"memangnya mau nikah dengan siapa nak?"


"itu teman kerja Doni pah dia juga teman kuliah Doni, kami kenal dan berteman sudah lama tapi sekarang Doni ingin menikahinya pah"


"sudah yakin mau menikah dengannya?"


"iya pah, Doni sangat cocok dan nyaman dengan Aurelia dan sebenarnya Doni sudah mencintainya sejak kuliah tapi tidak mengutarakannya sama dia. Nah dua minggu yang lalu Doni mengungkapkan perasaan Doni sama dia ternyata dia juga sama memendam cinta ke Doni dari kuliah, makanya Doni ingin segera menikahinya"


"kalau kamu sudah yakin dan siap lahir bathin papa akan mendukungmu, silahkan berunding dengan pacarmu kapan papa harus datang melamar ke keluarganya"


"iya pah Doni akan bicara dengan Aurelia, tapi gak apa-apa kan mendahului kak Hartono"


"gak apa-apa siapa aja yang siap duluan, tapi adik bilang dulu sama ka Hartono walau bagaimanapun dia kakakmu"


"iya pah terima kasih ya"


"sama-sama nak"


"Doni pamit pulang ya, titip salam buat mama assalammualaikum"


"waalaikum salam"