Ropy

Ropy
Extra 2



Hartawan dan asisten pribadinya kembali ke kantor, baru kali ini dia merasa jengkel dan muak kepada klayennya.


"huhh ada-ada aja" Hartawan mendudukan bokongnya di kursi kebesarannya, dia membuka laptopnya dan menyalakannya.


Baru aja mau mulai kerja ponselnya sudah berdering


"hallo dengan Hartawan di sini" Hartawan menerima panggilan dari no ponselnya ponsel itu khusus buat kerja yang selalu di simpan di laci meja kerjanya, kalau ponsel pribadinya khusus buat istri dan keluarganya selalu beliau bawa kemanapun.


"hallo tuan kami dari cabang bandung, besok mau ada pertemuan dengan klayen dan mohon kehadiran tuan" orang di seberang telpon menjawab.


"nanti saya cek dulu jadwal buat besok, saya usahakan kalau bisa saya berangkat ke sana" kata tuan Hartawan.


"iya tuan kami tunggu kehadirannya, karena klayennya mau bertemu langsung dengan tuan" kata orang itu.


Setelah telpon terputus Hartawan memanggil asisten pribadinya untuk menanyakan jadwalnya untuk besok dan ternyata jadwalnya kosong , lalu Hartawan menelpon supir kantor untuk menjemput istrinya selesai menelpon supir dia menelpon istrinya.


"hallo pah" Ropy menjawab telpon suaminya.


"sayang sekarang siap-siap, kamu temenin papa ke Bandung ya papa besok mau rapat di sana dan tolong siapkan baju papa juga" kata tuan Hartawan.


"oh iya pah, mama siap-siap dulu ya"


"iya sayang nanti di jemput supir kantor ya, papa mau lanjutin pekerjaan"


"iya pah"


Telpon terputus tuan Hartawan meminta asistennya memesan 2 kamar hotel, yang satu kamar untuk dirinya dan istrinya dan yang satu lagi untuk asistennya.


Ropy mengemas pakaian kerja dan pakaian santai suaminya ke dalam koper dia juga mengemas pakaiannya ke dalam koper, setelah itu dia masuk kamar mandi dan berendam di bathtub hampir satu jam di kamar mandi lalu dia keluar dan berpakaian rapi.


Ropy memakai makeup natural senada dengan lipstiknya, setelah itu dia meraih tasnya dan memasukan dompet dan ponselnya ke dalam tas lalu dia menarik kopernya ke luar dari kamarnya kebetulan ada artnya sedang mengelap meja di ruang keluarga.


"bi Oom tolong ambil baju kotor di keranjang dan bawa ke tempat cuci ya, sebentar lagi supir kantor suami saya datang menjemput. Saya mau ke Bandung dengan suami saya" Ropy memanggil art nya.


"iya nyonya" art buru-buru masuk kamar majikannya dan mengambil pakaian kotor yang ada di keranjang setelah itu dia keluar lagi.


"bibi hati-hati di rumah, jangan terima tamu ya" pesan Ropy kepada art nya lalu mengunci kamarnya dan memasukan kunci kamarnya ke dalam tas.


"baik nyonya, saya permisi dulu mau menyimpan ini ke tempat cuci" art membungkuk lalu berjalan ke belakang menuju tempat cuci.


"iya bi saya juga mau berangkat ya sepertinya sopirnya sudah datang" kata Ropy


Setelah art bagian cuci dan bersih-bersih berlalu dari hadapannya, Ropy memanggil art bagian dapur.


"bi Imas bikinin jus jeruk 2 gelas, satu buat saya satu lagi buat sopir jangan terlalu manis ya" kata Ropy.


"iya nyonya, tunggu sebentar" kata bi Imas.


"iya saya tunggu di ruang tamu ya" kata Ropy.


"baik nya" kata bi Imas


Ropy berjalan keruang tamu sambil menarik koper lalu dia memanggil sopir itu yang baru keluar dari mobil dan berjalan di halaman rumahnya.


"masuk dulu pak, tuh lagi dibikinin jus jeruk" kata Ropy kepada sopir itu.


"iya nyonya, sebentar saya simpan koper dulu di bagasi" kata sopir sambil menarik koper Ropy di bawa ke belakang mobil dan di masukan ke bagasi, setelah itu dia kembali ke ruang tamu dan kebetulan bi Imas sudah mengantarkan jusnya ke ruang tamu.


"silahkan nyonya" kata bi imas sambil membungkuk.


"terima kasih ya bi, oh iya bi sekarang saya mau ke Bandung dengan tuan. hati-hati di rumah dan jangan terima tamu ya" kata Ropy kepada art nya.


"baik nyonya hati-hati di jalan, saya permisi ke belakang dulu" bi Imas undur diri dari ruang tamu setelah di angguki majikannya.


Selesai minum jusnya, Ropy dan supir berangkat ke Jakarta ke kantor suaminya.


Setelah satu jam lebih di jalan akhirnya Ropy sampai di kantor suaminya, dia berjalan menuju ruangan suaminya.


"sini sayang" Hartawan memeluk dan mencium istrinya yang baru masuk ruangannya, lalu mereka duduk di sofa.


"sebentar lagi kita berangkatnya, mama tunggu dulu di sini papa mau mandi dulu"


"ayo sayang kita berangkat" Hartawan menggandeng istrinya keluar dari ruangannya, beliau berjalan menuju parkiran diikuti asisten pribadinya.


"silahkan sayang"


Hartawan membukakan pintu mobil buat istrinya setelah istrinya duduk lalu di pasangin sabuk pengaman, lalu dia mengitari mobil dan membuka pintu mobil satunya lagi terus duduk di samping istrinya.


"nanti mampir dulu di restaurant, saya belum makan siang karena tadi sibuk banget sampai lupa makan" kata Hartawan kepada asisten pribadinya, mereka berangkat bertiga tidak memakai sopir kantor atas permintaan asistennya karena dia siap yang membawa mobilnya.


"mama juga belum makan siang pah, tadi waktu papa telpon jam satu mama belum sempat makan" Ropy bersandar manja di pundak suaminya.


"maaf ya sayang jadi terlewat jam makan siangnya sekarang sudah jam empat" Hartawan membelai kepala istrinya.


"gak apa-apa pah, kita sama-sama telat makan siang" kata Ropy sambil bergelayut manja.


Dua puluh menit kemudian mobil memasuki parkiran restauran, Hartawan turun dari mobil dan menggandeng pinggang istrinya.


"ayo makan dulu" kata Hartawan kepada asistennya.


"saya sudah makan siang tadi, nanti aja di Bandung sekarang masih kenyang" jawab asisten pribadinya.


Hartawan menggandeng istrinya memasuki restaurant, setelah duduk di tempat nyaman dia memesan makanan dan minuman masing-masing dua porsi.


Selesai makan mereka keluar dari restauran dan masuk ke dalam mobil, lalu mobil melaju menuju Bandung.


Dua jam kemudian mereka sampai di halaman hotel di Bandung karena sudah di pesan tadi siang mereka masuk ke kamar hotel setelah mengambil kunci dari resepsionis.


***


Pagi-pagi mereka bercucuran keringat padahal udara Bandung sangat dingin, Hartawan dan Ropy sarapan yang panas-panas yang memacu adrenalinnya.


Selesai mandi dan sarapan Hartawan dan istrinya duduk santai di balkon hotel sambil menikmati teh hangat.


"jam berapa pah meetingnya?" Ropy bertanya lalu menghirup teh hangatnya.


"jam sembilan sayang, nanti mau ikut gak? Meetingnya di hotel ini di ruang pertemuan di lantai satu" tanya Hartawan kepada istrinya.


"enggak ah pah, mamah tunggu di sini aja sambil mantau resort, resto dan rumah makan" kata Ropy.


"baiklah sayang, papa siap-siap dulu ya bantuin papa yuk" Hartawan meraih tangan istrinya untuk berdiri setelah itu dia menggandeng pinggang istrinya masuk kamar.


Setelah selesai memakaikan dasi dan jas kepada suaminya, Ropy mengambil sepatu suaminya dan meletakannya di dekat kaki suaminya. Setelah memakaikan sepatu lalu dia mengambilkan tas kerja suaminya dan ponsel suaminya, Ropy sangat berbakti dan menghormati suaminya walaupun sering di larang Hartawan memakaikan sepatu tapi Ropy menyukainya melakukan itu untuk suaminya.


"sayang papa tinggal dulu ya sebentar, nanti jam makan siang papa kembali ke sini" Hartawan mencium istrinya dengan lembut dan di balas istrinya.


Hartawan keluar dari kamar menuju lift untuk turun ke lantai satu, Ropy mengunci pintunya dan merapikan pakaian bekas di pakai suaminya setelah itu dia membuka laptopnya untuk nonton youtube.


Rapat berlangsung alot sudah jam dua siang Hartawan belum kembali ke kamar hotelnya karena tanggung sebagian peserta rapat meminta menunda istirahat supaya cepat selesai, jam empat sore akhirnya rapat selesai juga.


Sebelum bubar para pelayan memberikan jus buah kepada semua peserta termasuk Hartawan, setelah minum jus semua peserta rapat keluar dari ruang pertemuan itu.


"aduh kenapa kepalaku pusing dan badanku panas sekali ya huh" Hartawan membuka jasnya.


"muka anda memerah tuan, ayo saya antar ke kamar" asisten pribadinya membeyeng bossnya.


"aduh panas sekali, saya kira ada yang mencampur obat perangsang ke minuman saya sangat kurang ngajar sekali" Hatawan geram tapi dia tidak tahan tubuhnya sangat panas dia ingin telanjang dan ingin menyalurkan hasratnya.


Semua orang peserta rapat sudah keluar tinggal Hartawan dan asistennya yang berjalan di belakang, belum sampai pintu keluar Hartawan di hadang Sherly dengan pakaian kurang bahannya membuat air liur Hartawan tercekat di tenggorokan.


"hallo tuan tampan kita bertemu lagi, ayo saya antar ke kamar" Sherly mengusap barang Hartawan yang langsung membuatnya berdiri.


"hei jangan kurang ngajar ya, minggir" asisten pribadi Hartawan sangat geram kepada Sherly dia terus berjalan setelah menepis tangan perempuan nakal itu.


Tapi Sherly malah memeluk Hartawan dan hendak menciumnya, tapi di dorong oleh Hartawan walaupun dia sangat bergairah tapi masih waras.


Sherly terjatuh di lantai dan mereka meninggalkan sherly tanpa menghiraukannya, setelah sampai di kamarnya Hartawan berpesan kepada asistennya untuk mencari tau siapa orang di balik ini semua, setelah bosnya aman asistennya keluar dari kamar itu dan menuju ruang monitor cctv.


"sayang tolong bantu aku sudah tidak tahan" Hartawan menggarap istrinya dengan tergesa-gesa, dan Ropy sudah tau itu dari penjelasan asistennya dia juga mengimbangi permainan suaminya yang berlangsung sangat lama.