Ropy

Ropy
Diajak Ke Kantor Suami



Setiba di bandara internasional Komodo mereka langsung check in dan menuju pesawat untuk terbang menuju bandara internasional Soekarno - Hatta...


Setelah dua jam lebih akhirnya sampai di bandara internasional Soekarno Hatta Tangerang.


"untung tidak transit dulu di Bali, jadi kita lebih cepat sampai" kata Hartawan.


"iya pah alhamdulillah, tapi mamah belum pernah ke Bali jadi penasaran Bali seperti apa kalau datang ke sana langsung" jawab Ropy


"mama belum pernah ke Bali rupanya, lain kali kita liburan ke Bali yaa" Hartawan menggenggam tangan istrinya.


Mereka semua naik mobil jemputan untuk menuju rumah...


-


-


Hampir satu jam di perjalanan akhirnya Ropy sampai di rumah, tapi anak - anak tidak ikut turun di rumah baru orang tuanya. Hartanto mau langsung pulang ke rumahnya karena besok sudah ada janji dengan timnya untuk membahas hasil kunjungan kerjanya, Hartono juga mau langsung ke rumah Ropy yang lama dia masih ingin tinggal bersama emak dan abah dan mungpung akhir pekan dia bisa membantu melayani pengunjung rumah makan mamanya yang biasa rame kalau akhir pekan. Doni juga mau langsung ke rumah lama Hartawan karena masih ada paman dan istrinya dari kampung, lagian mereka memberi waktu kepada orang tuanya yang masih pengantin baru. (anak-anak memang sangat pengertian lho bestie, mereka tau ortunya masij hangat - hangat kuku 🤭... Apaan sih mbak otor😜)


Sabtu pagi yang cerah mereka sibuk membersihkan rumah yang tiga hari lalu kosong ditinggal piknik, karena belum ada art jadi mereka kerja sama berdua melakukan pekerjaan rumahnya. Sengaja belum pake art karena Hartawan masih belum masuk kerja nanti kalau dia sudah sibuk baru akan memanggil art pikirnya.


Jam sebelas siang mereka baru selesai semuanya.


"assalammualaikum... Mang agus tolong anterin masakan spesial rumah makan kita ke sini, ibu belum sempat masak nih masing - masing menu dua porsi ya mang" Ropy memesan makanan untuk makan siang dia dengan suaminya.


Setelah pesan makanan Ropy langsung masuk kamar untuk mandi, yang rupanya sudah di tunggu suaminya untuk ritual mandi bersamanya biar bisa saling menggosok supaya bersih sih hehehe...


Selesai mandi dan berpakaian santai Ropy duduk di depan cermin untuk memakai cream siangnya, Hartawan mendekati istrinya dan langsung memeluknya dari belakang sambil menghirup rambut istrinya yang masih basah dan wangi shampo yang lembut.


Dering ponsel berbunyi di nakas rupanya mang Agus yang nelpon, dia sudah menunggu di depan gerbang rumah membawa pesanan Ropy.


Hartawan keluar rumah untuk mengambil pesanan istrinya.


"ayo masuk mang" setelah membuka pintu gerbang, Hartawan mempersilahkan masuk ke mang Agus.


"terima kasih pak bos saya di sini aja soalnya mau langsung balik lagi di sana lagi sibuk yang mau makan siang" jawab mang Agus.


"oh iya mang maaf merepotkan jadi berapa ini semua?" kata Hartawan sambil membuka dompetnya.


"saya tidak tau pak boss, nanti aja bilang sama ibu bos. Maaf pak saya permisi balik lagi" mang agus menolak uang yang di kasih Hartawan.


"gak apa - apa mang walaupun rumah makan punya istri saya tapi bisnis tetap aja bisnis, tidak gratis" kata hartawan sambil tersenyum dan dia memasukan uang 5 lembar pecahan seratus ribuan ke saku mang agus dan dua lembar dengan pecahan yang sama di kasih ke tangan sambil salaman.


"yang di saku buat bayar makanan kalau ada kembaliannya buat mang Agus aja, yang di tangan buat mamang anggap ongkirnya. Terima kasih ya mang... Mari mang saya masuk dulu" kata Hartawan sambil megang pintu gerbang mau menutupnya nanti kalau mang Agus sudah pergi.


"terima kasih pak bos smoga usahanya makin lancar. Permisi pak... Assalammualaikum" mang Agus pamit dan menghidupkan mesin motornya.


"waalaikum salam... Aamiin...sama - sama mang hati - hati di jalan" jawab Hartawan sambil melambaikan tangannya ke mang agus yang mengangguk dan mulai melaju dengan motornya.


Hartawan mengunci lagi pintu gerbang rumahnya dan masuk rumah, dia langsung menuju meja makan untuk menyimpan makanannya. Setelah menaroh makanan di meja makan dia langsung mencuci tangannya.


"lho kemana mang agusnya pah?" tanya Ropy yang baru keluar kamar menuju meja makan.


"alhamdulillah rumah makan kita selalu ramai pengunjung, kalau terus begini mamah bisa cepat kaya pah" kata Ropy senang sambil bergelagut manja di tangan suaminya.


"syukur alhamdulillah, istri papah memang hebat dan jago sgalanya" jawab Hartawan sambil mendudukan istrinya di meja makan lalu menciumi tempat tempat paforinya sampai... Yah makan siangnya tertunda....


Hingga akhirnya mereka terkulai di meja makan, setelah nafasnya teratur mereka masuk ke kamar mandi untuk mandi lagi... Memang begitu pemirsa kalau pengantin baru sering mandi, bisa lima kali lho sehari hahaha...


Selesai mandi Ropy membuka makanan yang masih terbungkus rapi dan tertutup rapat dari tadi, karena belum sempat memindahkannya ke piring karena keburu ada serangan dadakan dari suaminya hehe...


Setelah makan siang dengan lahap, mereka bersantai di ruang keluarga sambil menonton berita.


-


-


-


Senin ceria... Waktunya bekerja lagi setelah seminggu masa cutinya berakhir juga.


Selesai sarapan Hartawan menggandeng tangan istrinya menuju keluar rumah, Ropy mengunci pintu dan memasukan kuncinya ke dalam tas. Setelah itu mereka menuju garasi dan masuk ke mobil untuk berangkat ke kantor.


Mereka sampai di kantor jam tujuh tiga puluh lalu memasuki ruangan kepala, karena Hartawan jadi kepala sekaligus pemegang saham terbesar di kantor itu.


"mah tunggu di sini dengan cantik ya papa kerja dulu, berkas - berkas sudah numpuk di tinggal seminggu ini" kata Hartawan sambil mendudukan istrinya di sofa yang menghadap ke meja kerjanya.


"siap bos laksanakan, muach ini supaya kerjanya lebih semangat" Ropy menjawab samnil mencium pipi suaminya untuk menyemangati.


"muach... jadi gak bisa jauh - jauh langsung mode on nih" Hartawan mengecup kening istrinya, tapi kuncinya langsung on....


Karena pekerjaan menunggu Hartawan berjalan ke meja kerjanya untuk bekerja tapi sambil menuntun tangan istrinya dan mendudukannya di pangkuannya, jleb.... Dia bekerja sambil melahun istrinya berhadapan saling mengunci tertancap tajam di bawah.


"jangan banyak bergerak ya sayang papa lagi tanda tangan banyak, diam aja sambil peluk papa ok" kata hartawan sambil terus menanda tangan walau kuncinya masih tertancap tapi dia tidak merasa terganggu, malah dia senang karena setiap dia bergerak agak maju pasti ada suara merdu istrinya yang berhembus di telinganya.(duh mbak otor apaan sih emang bisa tanda tangan sambil mengunci? Ya bisa lah...kalau tanda tangan pakai tangan kalau mengunci ya pake kunci, kalau kuncinya sudah masuk lubang kunci ya terkunci lah hhhhah).


Dua jam berlalu tanda tangan sudah selesai dan sudah tertata rapi, Hartawan hendak membuka laptopnya untuk melanjutkan bekerja. Tapi jari tangan dan kakinya terasa pegal, akhirnya dia meregangkan tangannya.


Karena meregangkan tangan kuncinya pun ikut bergerak, ahhh... Dia menengok ke wajah istrinya yang berada di pundaknya.


"Pantesan diam aja dari tadi rupanya dia tertidur" gumam hartawan sambil memundurkan kursi kerjanya dengan pelan takut membangunkan istrinya, lalu dia berdiri dengan pelan sambil memeluk istrinya dengan erat karena kuncinya takut lepas.


Hartawan berjalan sangat pelan karena kuncinya masih menancap dia menuju kamar tempat istirahat di samping ruang kerjanya, sampai di kamar dia merebahkan istrinya di tempat tidur.


Ropy terbangun dari tidurnya dengan jeritan replek karena mendapat semburan kuat di sana, dan langsung terlihat wajah suaminya yang sedang tersenyum puas menatapnya.


"Eh mas sudah selesai kerjanya?" tanya Ropy kepada suaminya sambil mengerjapkan matanya dia menggeliat.


"Sudah mah dengan hasil yang sangat memuaskan tentunya, karena kerjanya sangat semangat kalau batrenya full" jawab Hartawan sambil mengedipkan matanya.


"apaan sih papah" kata Ropy dia baru menyadarinya setelah melihat tubuhnya.


"Lanjutkan aja tidurnya mah, papa mau lanjutkan pekerjaan di ruang kerja" kata Hartawan sambil menyelimuti istrinya, sebelum ke ruang kerja dia ke kamar mandi dulu untuk bersih bersih.