
Selama seminggu Ropy mengunjungi anaknya, tiap hari dia berkeliling mencari ruko yang mau di sewakan atau dijual.
Kebetulan ada ruko yang mau di jual di tempat strategis dekat dengan perkantoran dan sekolahan. Harganya juga sesuai dengan budget yang dia punya, Ropy pun membelinya dengan senang hati dia berencana membuka rumah makan.
Sebelum ada masalah dengan Wendy mantan suaminya, dia juga berencana membeli ruko sebelah kios baso bang jali untuk membuka rumah makan untuk mengisi kekosongannya. "untung belum menghubungi bang Jali" gumam Ropi sambil berjalan menuju taxi yang ia pesan.
"Kakak... Adik... Tadi mamah membeli ruko di dekat sekolah SMA x, mama mau buka rumah makan kecil - kecilan aja dulu di situ"
Ropy membuka obrolan setelah mereka berkumpul sehabis makan malam.
"mama mau tinggal disini dengan kami?... Terus ayah gimana?"
"iya bagaimana dengan ayah di sana sendirian mah, nenek juga sering sakit - sakitan lagi"
Anak - anak belum di beritahu masalah sebenarnya karena belum tepat waktunya, kalau mereka tau terutama si bungsu Hartono takutnya mengganggu belajarnya... Ropy berencana ngasih tau si sulung dulu tapi tidak sekarang pikirnya.
"ayah sekarang tinggal sama nenek karena akhir - akhir ini ayah sibuk kadang tidak sempat pulang, karena rumah nenek lebih dekat dengan kantor ayah... Ya ayah tinggal di rumah nenek, sekalian memantau nenek, lagian ayah sudah mengijinkan mamah tinggal di sini bersama kalian" jawab Ropy.
"Memangnya mamah sudah siap membuka usaha? Kakak takut nanti mama kecapean... usaha rumah makan kan repot"
"gak usah khawatir kak mamah tidak sendirian, bibi yang suka bantu mmah nyetrika suaminya meninggal dia minta pekerjaan sama mama. rencananya mama mau ajak bi Ijah bantuin mamah disini... Besok mama pulang ke rumah dulu mau ngambil mobil sekalian jemput bi ijah, kalau ada mobil kan gak repot kalau belanja banyak" jawab Ropy.
"ya udah gimana baiknya aja, yang penting mamah senang... Pokoknya mamah jangan sampai terlalu capek, harus cukup istirahat dan makan teratur" pesan si kakak.
"nanti adik bantuin kalau libur kuliah" kata Hartono sambil memeluk mamanya sayang.
Esok harinya Ropy pulang ke rumahnya...
Sampai di rumah... Teras kotor dan lampu - lampu yang di luar masih menyala diapun masuk rumah lalu membersihkan rumah yang seminggu lalu dia tinggal.
"apa mas Wendy gak pernah kesini selama aku pergi?... Ah mana mungkin dia kesini pasti dia bersenang - senang dengan istri barunya" gumam Ropy sambil terus bersih - bersih sampai selesai.
Setelah mandi Ropy memesan makanan lewat gopood...
"assalammualaikum..." Ropy mengucap salam di depan pintu rumah ibu Nenih...
"eh kamu Rop, untuk apa kamu kesini lagi... bukannya kamu sudah di talak sama Wendy? Lagian Wendy sama Sarah terlihat lebih serasi tuh, tadi malam mereka nginep di sini mesra sekali merekaa" lanjut teh nina sambil berdecih dan berlalu masuk rumah tanpa mempersilahkan masuk.
Walaupun gak enak hati, tapi Ropy masuk rumah mantan mertuanya... Dia hanya ingin menjenguk, karena setelah di rawat di rumah sakit dia belum menjenguk lagi.
"apa kabar bu" Ropy mendekat sambil mengulurkan tangan mau bersalaman dengan bu Nenih.
"baik... Buat apa kamu kesini kita sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi, asal kamu tau Rop... Sarah itu orang kaya dan berkelas pasti Wendy senang hidup bersamanya beda sama kamu yang kampungan, jadi kamu tidak usah ke sini lagi mengganggu saja" jawab bu Nenih ketus
Setelah menaroh buah - buahan dan kue kesukaan bu Nenih, Ropy pun pamit pulang karena gak enak hati lama - lama di situ. Niatnya ingin menjenguk malah di suguhi dengan kata - kata pedas dari mantan mertua dan mantan kakak iparnya.
Tiga hari berlalu setelah pamit kepada pak RT dan meminta surat pindah, Ropy menuju percetakan untuk mengambil pesanannya membuat plang untuk rumahnya yang mau di kontrakan.
"sudah siap bi? Gak ada yang ketinggalan?" sambil menghidupkan mesin mobilnya Ropy bertanya ke bi Ijah.
"sudah bu... Ayo bu bibi tidak sabar mau ke ibu kota, sudah lama sekali bibi tidak kesana semenjak bibi menikah" bi Ijah berseru senang.
Merekapun berangkat berdua, setelah menitipkan kunci ke pak RT.
-
-
-
Tiga tahun berlalu Ropy tinggal di ibu kota, usaha rumah makannya semakin maju karena berada di tempat strategis, diapun menambah pekerjanya mengambil dari kampung tetangga emak abahnya.
"alhamdulillah usaha mamah maju, dan bisa membangun menambah kamar lagi... renovasi depan juga sudah selesai, mudah - mudahan pelanggan lebih nyaman dengan suasana baru ruangannya" Ropy bernapas lega setelah selesai renovasi dan menambah ruangan dan kamarl, dia membeli tanah samping rukonya satu tahun yang lalu.
"alhamdulillah kalau mamah senang, sayangnya ayah tidak bersama kita... Kalau kesinipun paling satu jam dua jam, ayah sibuk terus..." Hartono belum di kasih tau kalau orang tuanya sudah berpisah... Cuma Hartanto yang sudah di beri tau.
"dua minggu lagi adik wisuda, ayah pasti kesini... Gak apa - apa tidak lama juga yang penting sering bertemu sama adik, kita harus berjuang dan berusaha masing - masing dulu" kata Ropy sambil membelai rambut anak bungsunya.
"maafkan mamah belum bisa bercerita sama kamu nak, insyaallah nanti pada saat yang tepat mmh akan cerita" Ropy berbicara dalam hatinya sampil mengelus - elus punggung anaknya.