
Tidak terasa dua hari lagi Hartono wisuda Strata 1 nya semua persiapan sudah lengkap, dua minggu yang lalu dia meminta mamanya membuat seragam untuk dia, mamanya, kakaknya dan ayahnya.
Dua hari yang lalu dia sudah menelpon meminta ayahnya menginap bersamanya.
-
-
-
"kak... Ini poto siapa yang menandai ayah di ig ayah? Ignya bernama Sarah35... Potonya bersama ayah dan bersandar di bahu ayah... Ini juga captionnya apa 'suamiku?'... Siapa sih lancang amat, bagaimana kalau mamah tau?"
Hartono sewot bertanya kepada kakaknya, dia melihat - lihat akun media sosial ayahnya... Baru kali ini dia kepoin ig ayahnya.
"itu teman kerja ayah" jawab Hartanto datar.
"masa teman kerja mesra gini, ini captionnya juga dia menyebut suamiku... Apa jangan - jangan ayah????" pikiran Hartono sudah ke mana - mana...
"gini dek... Sebaiknya adek minta penjelasan sama ayah dan mamah, kalau kakak tidak berani menjelaskannya walaupun kakak tau"
"pantesan ayah tidak pernah menginap di sini, rupanya punya istri muda" Hartono langsung bisa menebak apa yang terjadi, karena dia sudah dewasa sudah dua puluh satu tahun. Dia mengerti hal begitu... Dia pikir ayahnya poligami...
"mamah baik - baik aja kan?" tanyanya sambil memeluk mamanya erat yang baru aja duduk di sampingnya.
"baik banget dek apalagi lusa adek wisuda S1, mamah bangga sama kalian berdua anak - anak mama bisa menyelesaikan studynya dengan tepat waktu" jawab Ropy tersenyum sambil memeluk anak bungsunya.
"kakak juga mau dong di peluk mamah" canda Hartanto sambil memeluk ibunya dan adiknya...mereka berpelukan sambil tertawa.
Cuma Hartono yang tidak tersenyum, dia menghawatirkan mamanya. Dia tambah erat memeluk mamanya sambul menyandarkan dagu di bahu ibunya.
'
-
" iya insyaallah jadi kak, ayah nginep di rumah kakak ya" jawab Wendy.
"iya... Sekalian ada yang mau kakak bicarakan yah"
"tentang apa ya kak"
"nanti aja ngobrolnya disini biar enak, besok jam berapa ayah berangkat dari sana?... Yah, kakak mohon jangan bawa tante Sarah ya... kasian mamah!"
"iya kak, kemungkinan ayah berangkat abis makan siang kak"
Obrolanpun berakhir...
Setelah mengetuk pintu kamar, Hartanto masuk ke kamar mamahnya dia mendekati mamahnya dan duduk di samping mamanya.
"mah kakak minta maaf bila nanti obrolan kami dapat mengingatkan mama dengan luka lama mama" kata Hartanto lirih.
"memangnya ada apa kak?" tanya Ropy penasaran.
"itu mah, tadi Hartono kepoin ig ayah... dia melihat poto ayah dengan tanteu Sarah, tanteu sarah nandain ayah dengan caption 'suamiku'... Terus dia nanya sama kakak, tapi kakak gak berani jelasin....lebih baik sekarang mamah jelasin kepada adik apa yang terjadi dengan ayah" pinta Hartanto kepada mamanya.
"baiklah... panggil adikmu ke sini" jawab Ropy.
Ropy menceritakan kejadian tiga tahun lalu, tidak ada raut kesedihan lagi di wajahnya karena dia sudah mengikhlaskan apa yang terjadi, malah dia menghawatirkan si bungsu yang menangis sambil memeluknya.
"aku gak menyangka kelakuan ayah begitu, selama ini aku pikir ayah dan mamah masih terikat pernikahan walaupun kita berjauhan... Pantesan selama ini ayah tidak pernah nginap di sini... dan kalau kita bertemu, mamah gak pernah duduk dekat ayah dan kalian kalau salaman gak pernah pelukan. Adik kecewa sama ayah, adik malu dengan kelakuan ayah" Hartono bicara panjang sambil tersengal - sengal menahan kekecewaan dan kesedihan.
"mau gimana lagi, semua ini sudah terjadi... sudah jalan mama seperti ini, kita harus menerima dengan lapang dada. hidup jalan terus tidak usah menyesali apa yang telah terjadi... Harus jadi pelajaran buat kakak dan adik, baik buruk harus di pikirkan dulu akibatnya. jangan asal senang, jangan asal suka, kalau membuat luka dan kecewa keluarga. Adik dan kakak harus semangat menjalani hidup, ingat masa depan kalian masih panjang... Raihlah mimpi - mimpi kalian dengan jalan yang benar... Mama percaya, kalian pasti bisa!"
Akhirnya mereka berpelukan bertiga saling menguatkan.