
Dua hari berlalu akhirnya Ropy dan Hartawan pulang dari hotel menuju rumah barunya, karena di rumah barunya belum ada makanan dan bahan - bahan makanan mereka berdua belanja dulu ke super market.
Mereka masuk rumah dan langsung menuju dapur untuk menyusun bahan - bahan makanan di lemari dapur, juga di kulkas mereka menyusun daging, ayam, udang dan cumi basah di prizer dan sayuran di tempatnya.
Ropy mencuci buah - buahan sebagian di taroh di meja makan untuk di makan nanti pas makan siang, sebagian masuk kulkas supaya tidak cepat busuk.
Selesai merapikan makanan di dapur mereka masuk kamar untuk mandi dan ganti baju, kamar Ropy dan suami di lantai satu.
Kamar untuk anak - anaknya di lantai dua, tapi mereka belum ke situ mereka masih di rumah lama. Karena masih kangen dengan saudaranya yang belum pulang ke kampung, rencananya saudaranya mau jalan - jalan dulu ke taman hiburan mungpung masih ada di Jakarta.
Ropy keluar dari kamar dan menuju dapur dia membuka kulkas, dia berniat masak ayam kecap dan tumis kangkung pake udang. kesukaan suaminya.
Sedang asik masak yang hampir matang tiba - tiba ada tangan kekar melingkar di perutnya, dan mengendus- endus lehernya.
"masak apa sih mah wangi banget" kata Hartawan sambil mencium leher istrinya.
"ayam kecap dan tumis kangkung pake udang kesukaan papah" jawab Ropy sambil mengaduk masakannya.
Tiga menit kemudian tumis kangkungpun matang dan siap di hidangkan.
Ropy mau mengambil wadah untuk menaruh tumis kangkung dia membuka lemari dapur di atas kepalanya, karena tinggi diapun berjinjit untuk meraih wadah.
Karena tangan Hartawan masih melingkar di pinggang Ropy, lalu dia mengangkat badan Ropy membantunya untuk meraih mangkuk buat masakan istrinya.
Mangkuk sudah ada di meja tapi tangan Hartawan belum lepas juga, sampai Ropy merasa kegerahan di tempeli terus di depan kompor.
Keringat Ropy bercucuran karena kepanasan, Hartawanpun mengerti istrina kepanasan lalu dia menyisir rambut Ropy dengan jarinya dan mengumpulkan di tengah kepala atas lalu di ikat dengan jari telunjuk dan jempolnya.
Bukannya di ikat dengan ikat rambut Hartawan malah memainkan rambut istrinya, sambil menciumi leher istrinya.
"pah udah dong panas, pasti bau acemkan?" kata Ropy sambil menoleh suaminya...
Hidung dan bibir mereka di adu, karena saat Ropy menoleh Hartawanpun hendak mencium pipi istrinya dan akhirnya tabrakan, merasa ada kesempatan Hartawanpun me*umat bibir istrinya dengan rakus lalu membalikan badan istrinya untuk memperdalam *umatannya....
Ceklek kompor di matikan oleh Hartawan dia menyerang istrinya dengan penuh gelora yang membara...
Dia melucuti apa yang dikenakan istrinya dan dirinya, dia bermain dengan berbagai gaya untuk memuaskan dirinya dan istrinya.
Perabot dapur dan meja makan menjadi saksi keganasannya. Lantai Rumahpun jadi saksi dan kecipratan lahar panasnya yang meluber akibat terlalu banyak sampai tidak tertampung di wadahnya.
Hartawan menggendong istrinya yang lunglai kelelahan akibat ulahnya ke dalam kamar mand, lalu meletakannya ke dalam bathtub dia membiarkan istrinya berendam sendiri supaya segar kembali.
Lalu dia kembali lagi ke dapur untuk membersihkan kekacauan karena perbuatannya, setelah dapur bersih diapun masuk lagi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya....
Setelah mandi mereka ke meja makan dan makan berdua dengan lahap, untuk mengganti tenaga yang terkuras tadi.
-
-
-
Ponsel Hartawan berbunyi tanda panggilan masuk, tertera nama anak keduanya dia mengusap tombol hijau
"assalammualaikum... besok papa masih cuti ngga?" tanya Hartono di sebrang sana..
"Masih... kan papa cutinya seminggu, ada apa ya kak?" tanya Hartawan balik bertanya kepada Hartono
"ini pah kantor kakak mengadakan piknik untuk para manager ke labuan bajo sekalian study banding...tapi adik mau ikut ke sana pengen mencoba naik kapal layar. Berhubung piknik sambil kerja, jadi kalau kakak lagi meeting adik gak ada teman... Terus kakak mengajukan ke atasan untuk membawa keluarga dengan menambah biyaya dan beliau mengijinkannya, Papah dan mamah ikut ya sama Doni juga ajak ya pah plis" Hartono menjelaskan panjang lebar
"sebentar ya ka papa ngobrol dulu sama mama keputusannya kurang lebih dua jam lagi... Nanti papa telpon balik ya" jawab Hartawan
"Iya iya" jawab Hartawan... Dan panggilanpun terputus.
Karena tadi spekernya di loadkan, jadi tidak perlu menjelaskan lagi ke istrinya.
"gimana mah mau ikut ga?" tanya Hartawan sambil tidur di pangkuan Ropy dan mendusel dusel perut istrinya.
"ayok pah sepertinya seru goyang dumang di kapal layar," kata Ropy sambil nyengir.
"apaaaa? Ternyata istriku liar juga yaaaa... mari kita buktikan hahaha...." kata Hartawan sambil menggelitik perut istrinya dia merasa tertantang dengan perkataan istrinya dan penasaran ingin merealisasikannya.
Hasrat merekapun tidak tertahankan...karena kapal layarnya di labuan bajo baru besok berangkatnya akhirnya di sofapun jadi....mereka goyang dumang sampai ambruk di sofa ruang keluarga.
"Pah kabari Doni dulu" kata Ropy sambil bersandar di bahu suaminya.
Napas mereka masih memburu habis goyang dumang di sofa dan di karpet ruang keluarga.
"Bentar mah sepuluh menit lagi masih ngos ngosan" Hartawan tersenyum sambil mengelus pipi istrinya.
"gak nyangka kita bisa seliar ini, padahal usia kita hampir setengah abad itunya mamah hebat bikin papah kecanduan, capitan dan sedotannya bikin papa gak tahan pingin lagi dan lagi" lanjut hartawan gemas.
Setelah menelpon Doni dia mau ikut juga, Hartawan memberi tahu Hartono dan Hartawan untuk memesan tiket pesawat dan booking kamar hotel untuk mereka.
Malam harinya Ropy menelpon memberitau emak dan abah bahwa mereka mau piknik ke Labuan Bajo. Setelah itu dia berkemas memasukan pakaian dirinya dan suaminya juga keperluan lainnya ke dalam koper
-
-
-
"Hahhh akhirnya kita sampai juga di hotel Labuan Bajo, waah pemandangannya indah sekali" kata Hartono dia sangat antusias
Hartanto, Hartono dan Doni tidur satu kamar, mereka masuk ke kamarnya untuk istirahat.
"lihat pah pantainya indah dan bersih" kata Ropy keluar kamar dan berdiri di balkon hotel, dia mengedarkan pandangannya menikmati pemandangan yang indah dan hembusan angin laut.
Di tambah hembusan suaminya juga karena dagu suaminya sudah bertengger di bahunya dan perutnya sudah terikat dengan tangan suaminya.
"iya mah benar - benar indah, tapi yang ini jauh lebih indah" jawab Hartawan sambil menciumi pipi istrinya dan tangannya meremas benda paforitnya...
Akhirnya merekapun masuk lagi ke kamar dan goyang dumang sampai puas.
Esok harinya mereka sudah berkumpul di kapal layar, untuk berlayar berkeliling seputar Labuan Bajo dan Pulau Komodo.
"Wah benar - benar indah" kata Doni sambil menunjuk bukit bukit kecil yang menyembul di permukaan air.
"Iya pulau apa berbukit bukit gak ada penghuninya, tapi terlihat indah seperti kue talam" kata Hartono sambil tertawa
Mereka mengabadikannya dengan kamera masing - masing.
Hartawan masih penasaran dengan sensasi goyang dumang di kapal layar, dia mengedarkan pandangannya menikmati keindahan lautan dan bukit bukit kecil seperti kue talam.
"anak - anak... Papa membawa mama dulu ke kamar, sepertinya mama kalian mabok laut harus istirahat sambil tiduran" kata Hartawan sambil merangkul istrinya masuk kamar yang tersedia di kapal itu.
"Wah ternyata goyang dumang di kapal sensasinya luar biasa ketika ada ombak, kapal bergoyang dengan kuat dan itu papa menancap sangat dalam menukik tajam dan di ayun ambing lalu menancap tajam lagi seirama dengan ombak mengayun kapal akhhh...sensasinya bikin gila - gila" bisik Hartawan sambil terus bergoyang seirama dengan ombak kapal sampai mereka terpekik puas dan muntah - muntah.
Mereka tertidur karena lelah habis muntah - muntah yang banyak karena ombaknya sangat kuat...🤭