Ropy

Ropy
Nina Minta Tas



Setelah Resepsi di laksanakan semua kembali ke tempat masing-masing, hanya pengantin baru saja yang masih tinggal di hotel dan keluarga dari luar kota yang jauh yang masih tinggal.


Jam tujuh malam Ropy dan suami sudah di rumah ada emak dan abah juga nginep di situ, karena di rumah makan kamarnya penuh oleh kakak Ropy dan keluarga.


Emak dan abah di antar Ropy ke kamar karena mau ganti baju, mereka baru pertama kalinya nginep di rumah Ropy karena biasanya di rumah yang ada rumah makannya.


Bi Sari membuat puding buah kesukaan majikannya, dia hanya membuat cemilan karena sudah pada makan di hotel selesai acara tadi.


...****************...


Di rumah Hartono ada Wendy menginap di sana, dia tidak nginep di hotel karena mau nginep di rumah anak bungsunya.


"rumahnya bagus dan rapi, ayah bangga padamu dek"


"Tapi belum lengkap yah"


"Tidak apa-apa segini juga udah lumayan dek"


"Iya ini semua hadiah dari papa dan mama, aku hanya beli tempat tidur dan lemari belum beli perabot lain"


Wendy terdiam mendengar anaknya bicara begitu dia enggak enak hati karena belum memberikan hadiah di rumah baru anaknya, Hartono menyadari ucapannya yang seharusnya tidak di omongin kepada ayahnya. Dia menggenggam tangan ayahnya.


"Adik juga bangga sama ayah bisa menyekolahkan dan membiyayai aku dan kakak sampai sarjana, orang tua lain belum tentu bisa. Terima kasih yah telah membiyayai kami sampai selesai"


"Iya dek itu kan kewajiban orang tua membiyayai anaknya selagi mampu, maaf ayah pernah membuat kalian kecewa"


"Sudah yah itu kan sudah lewat sekarang hari bahagia kakak, kita juga harus bahagia. Ayo kita makan-makan"


Hartono berjalan ke dapur untuk mengalihkan suasana yang kaku barusan, dia mengeluarkan buah-buahan dan cemilan lalu menarohnya di meja, akhirnya mereka ngobrol ngalor ngidul sambil makan yang tersaji di meja.


-


-


"aku tidak bawa uang buat beli tas Nin, aku hanya bawa uang buat kebutuhan kita aja"


"Tapi mas aku belum punya tas merk itu, aku mau yang warna coklatnya biar beda"


"Ingat mah kita ini harus hemat jangan menghambur-hamburkan uang, kita ini bukan orang kaya raya Nin"


"Ih mas Juna pelit sama istrinya, noh lihat Ropy apa-apa di beliin suaminya walaupun dia tidak minta katanya"


"Lah kan suami Ropy orang kaya dan sukses walaupun dia selalu sederhana kelihatannya, tidak seperti kamu gaya di dulukan padahal mencekik aku"


"Ko gitu sih mas, jahat ngomongnya"


"Lha emang kenyataan"


Juna kesal kepada Nina istrinya, sudah tua tapi belum berubah masih aja sombong dan suka pamer, padahal pendapatan dia biasa gaji manager tapi Nina minta tas yang harganya melebihi gaji dia sebulan. Sungguh keterlaluan.


Dia keluar dari kamar hotel dan duduk sendirian di lobby hotel itu, meninggalkan Nina yang menangis sendirian di kamar.


...****************...


Jam tiga dini hari Hartawan membangunkan istrinya habis tahajud dia tidak tidur lagi, dia ingin melakukan itu dengan istrinya.


Dan akhirnya mereka berdua menembus nirwana hingga subuh tiba.


Ropy dan Hartaean bergegas bangun untuk pergi ke kamar mandi dia mandi dan bersuci, setelah itu mereka melakukan solat subuh berjamaah