Ropy

Ropy
Kejutan Anniversary Yang Gagal



Ropy sampai rumah jam delapan malam dia langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih setelah seharian sibuk di rumah makan dan habis menengok Susi, setelah 20 menit dia sudah selesai dengan bersih-bersihnya dan langsung memakai piyamanya.


"ko bisa yah waktu di rumah sakit kami tidak saling mengenal, apa karena sama-sama pakai masker ya"


Ropy memikirkan Susi sambul selonjoran di atas kasur, Ropy meraih ponselnya yang ada di atas nakas untuk mengecek pesan dari suaminya.


Ropy merasa bersalah karena hari ini dia tidak mengunjungi kantor suaminya, hanya mang Agus yang mengantar makan siang untuk suaminya.


Hartawan tidak sempat buka ponsel karena kesibukannya, sampai-sampai dia tidak tau ada banyak pesan dari istrinya yang membuat Ropy cemas.


Jam sepuluh malam Ropy belum tidur dia masih menunggu suaminya pulang, dia menekan no suaminya.


"hallo sayang papa kangen, tapi ini belum selesai"


"iya nih mama juga gak bisa tidur, pingin di kelonin"


"iya sayang sebentar lagi papa pulang ini sedikit lagi, sayang buka itunya dong dikit"


Ropy video call dengan suaminya dia menggoda suaminya dengan menunjukan kesukaan suaminya, Hartawan berenti sebentar dia tidak fokus dengan kerjaannya malah badannya panas dingin ingin segera menggempur istrinya.


Dia ngesave kerjaannya setelah itu mematikan laptopnya dan buru-buru pulang ke rumah, jam sebelas malam dia baru sampai di rumahnya.


Hartawan langsung masuk kamar dan melihat istrinya sudah tertidur dengan penampakan yang mengundang libidonya, dia buru-buru masuk kamar mandi setelah itu menggempur istrinya sampai jam satu dini hari setelah sama-sama lemas mereka tertidur lelap dengan saling mendekap.


Jam enam pagi Hartawan dan Ropy sedang mandi mereka berendam air hangat di bathtub, tidak hanya mandi mereka juga melanjutkan olahraganya yang semalam. Tidak ada lelahnya sama sekali mereka memuaskan satu sama lain, padahal pekerjaannya sudah menunggunya tapi ya demi memenuhi kebutuhan bathinnya dia menunda itu.


Jam delapan pagi mereka sudah rapi memakai pakaian kerja, dengan wajah yang berseri keduanya sarapan yang sudah di sediakan bi Sari di meja makan.


Ropy dan Hartawan beriringan keluar dari rumah dengan mengendarai mobil masing-masing untuk menuju tempat kerja mereka.


-


-


Hartawan meluncur melajukan mobilnya ke Sentul Bogor, hari ini dia mau mengecek pembangunan resort dan restonya untuk hadiah kejutan untuk istrinya nanti di ulang tahun pernikahannya yang ke empat.


"sudah berapa persen ini pembangunannya?"


"99% tuan, tinggal membuat coran buat pijakan di tamannya"


"bulan depan selesaikan semua tamannnya?"


"insyaallah dua minggu lagi juga selasai semua tuan"


"bagus ayo silahkan lanjutkan, saya mau lihat ke dalam ruangan"


Hartawan masuk ke resort utama untuk tempat istirahat dirinya dan keluarganya resort itu paling besar di antara bangunan resort yang lainnya yang untuk di sewakan, di samping bangunan resort utama dia juga membangun resto hanya terhalang taman dan kolam renang saja.


Bangunan utama resort itu yang terdiri dari satu kamar utama yang di lengkapi dengan kamar mandi mewah dan ruang ganti yang cukup luas untuk dirinya dan istrinya, selain kamarnya ada juga ruang keluarga yang luas dan dapur yang terdapat di lantai satu. Di lantai dua ada empat kamar tidur dengan ukuran sedang masing-masing ada kamar mandinya juga.


Setelah merasa puas dengan bangunan utama, dia menuju bangunan restonya yang sudah rapi lengkap dengan dapur dan alat masaknya yang masih di tutup plastik.


Selesai meriksa resto Hartawan juga masuk ke bangunan-bangunan resort yang lainnya yang berjajar di samping resto, resort ini di lengkapi dengan taman bermain anak-anak ada peresotan, ayunan, jungkat-jungkit, dan rumah jamur yang bisa di putar dan ada kolam renangnya juga.


Ada tempat bulu tangkis juga, dan ada tempat playingpok.


Hartawan tersenyum puas melihat hasilnya yang sesuai dengan idenya, setelah selesai berkeliling dia kembali lagi ke kantornya di Jakarta.


Jam dua siang dia sampai di kantornya, Hartawan langsung menuju ruang kerjanya dan langsung masuk.


"papa dari mana aja baru muncul, kata orang kantor dari pagi papa belum masuk?"


Ketika Hartawan membuka pintu ruang kerjanya di hadang dengan pertanyaan dan tatapan curiga dari istrinya.


"eh ada kamu sayang sudah lama ya, maaf papa tadi habis surpei lokasi proyek papa"


Hartawan menghampiri istrinya dan memeluknya lalu menciuminya seperti biasa, tapi Ropy tidak bergeming dia masih belum yakin dengan penjelasan suaminya dia diam saja tidak membalas apapun perlakuan suaminya.


"maaf sayang sudah nunggu lama ya, kamu pasti bawa makan siang untuk papa ayo kita makan bersama"


Hartawan berusaha mencairkan suasana tapi sayang istrinya masih diam tak bergeming walaupun dia terus menggodanya, Ropy takut kejadian seperti suami pertamanya terulang lagi karena dulu Wendy sering membohonginya bahkan dulu Wendy jarang pulang dengan alasan tugas keluar kota tapi ternyata bersenang-senang dengan selingkuhannya.


Air mata Ropy meleleh di pipi cantiknya membuat Hartawan panik di buatnya, dia mencium mata istrinya penuh cinta.


Hartawan menggendong istrinya ke kamar di samping ruang kerjanya, dia melakukan jurus andalannya supaya istrinya luluh dia membuka semua penutup istrinya dan dirinya lalu melakukan pemanasan seperti biasa.


Ropy masih belum bergeming malah dia semakin terisak walaupun sesekali menggeliat nikmat, Hartawan berusaha sangat keras hari ini untuk meluluhkan hati istrinya.


"papa tidak bohongkan sama mama?"


"Tidak sayang, buat apa papa membohongi mama"


"tapi aku takut papa membohongi mama"


"tidak akan sayang, papa tidak akan membohongi istriku yang cantik ini. Coba tatap mata papa sayang?"


Hartawan meyakinkan istrinya dengan tubuh masih menyatu bertengger diatas istrinya, Ropy membalas tatapan suaminya yang tidak menunjukan kebohongan di sana. Tapi dia merasa ada yang di sembunyikan dari suaminya.


"papa tidak selingkuh kan?"


"astagfirullah amit-amit deh sayang, papa tidak akan menduakanmu sampai matipun papa sangat mencintaimu mah"


"tapi papa dua bulan ini sibuk terus dan pulang kadang sudah larut malam aku takut papa selingkuh hik hik"


Ropy pecah tangisannya , ya memang kalau perempuan pernah di hianati suami dia pasti kembali mengingat traumanya ketika ada pemicu yang memancing dia mengingatkan kejadian walaupun sudah berusaha melupakannya.


"tidak sayang papa tidak selingkuh, kalau mama tidak percaya ayo kita ke lokasi proyek sekarang, tapi tuntaskan dulu ini tanggung sayang aaaakhhhh"


Hartawan begitu menggilai istrinya, walaupun tidak di balas istrinya dia menuntaskannya sendiri sampai pecah dan tumpahannya mengalir deras, setelah itu dia menggendong istrinya untuk memandikannya.


Ropy sudah cantik di urus suaminya yang perhatian rambutnya lagi di sisir Hartawan sambil sesekali mengecup pucuk kepalanya, walaupun dia diam saja tapi dia menyukai perlakuan suaminya.


Tak mau istrinya salah paham dan lama ngambek yang akan berimbas kepada kurangnya serpis istrinya nanti, Hartawan menggandeng istrinya keluar dari kantor menuju parkiran setelah menelpon supir kantor untuk meminta mengantarkannya ke Bogor karena kalau dia nyetir sendiri dia tidak bisa manjain istrinya yang lagi ngambek.


Hartawan dan Ropy duduk di jok belakang dia selalu menggenggam erat tangan istrinya sesekali menciumnya, Ropy diam saja di manjain suaminya hatinya masih belum lega walaupun sudah di jelaskan suaminya tapi dia masih penasaran apa yang di sembunyikan suaminya. Proyek apa yang membuat suaminya lupa waktu.


-


-


Kurang dari dua jam mobil itu memasuki area Resort yang luas terdiri dari beberapa bangunan dan taman, Ropy tertegun ketika dia membaca nama resort itu dia menitikan air mata bahagia sekaligus terharu dia memeluk suaminya erat.


Supir membukakan pintu mobil belakang untuk mempersilahkan boss dan istrunya turun, tapi melihat mereka sedang berpelukan supir itu berjalan menjauh dari mobil.


"proyek inilah sayang yang membuat papa selalu telat pulang, pembangunan ini sudah setahun lebih sebenarnya cuma pas interior bangunan utama resort kita ini tiga bulan lalu papa mendesain sendiri disesuaikan dengan selera mamah. Tadinya papa mau bikin kejutan di hari ulang tahun pernikahsn kita yang tiga minggu lagi, tapi daripada di curigai selingkuh oleh istriku lebih baik sekarang mama mengetahuinya. Ayo sayang kita lihat-lihat bangunannya"


Hartawan menggandeng tangan istrinya yang masih berlinang air mata karena terharu dengan kejutan ini, dia tidak menyangka suaminya membuatkan resort untuk ulang tahun pernikahannya yang ke 4 dan nama resort itu adalah ROPY & HARTAWAN RESORT dia memeluk suaminya erat sambil menangis.


"maaf papa aku sudah curiga yang bukan-bukan, terima kasih atas kejutannya hik"


"sama-sama sayang, maaf papa telah membuatmu curiga. Dan ini hadiah untuk mama, setelah papa pensiun kita akan menghabiskan hari tua kita di sini, urusan di jakarta nanti biar anak-anak dan karyawan kita yang mengurusnya. Ayo kita masuk, bangunan yang mana dulu yang mau mama masuki"


"dari ujung sana aja dulu pah terakhir di bangunan utama untuk kita biar sekalian nginep di sini karena sekarang sudah jam lima lebih"


"tapi belum ada pakaian dan makanan sayang"


"biar minta tolong satpam aja beli makanan dulu kalau baju kan ada di mobil baju cadangan papa dan mama buat jaga-jaga kalau kebelet di jalan kita mampir hotel dulu hihi"


"dih istriku tambah nakal rupanya, ngerti aja kebutuhan suaminya. Muach membuat papa tambah cinta deh"


"ih papa ini tempat terbuka, noh ada pak supir sama satpam"


"eh iya lupa"


"ayo bilangin ke pak supir minta tolong bukain bagasi, setelah itu minta pak satpam belikan makanan"


Hartawan mengambil paperbag yang berisi pakaian ganti, dan menyuruh supirnya pulang lagi biar besok pagi menjemputnya lagi ke sini dia juga minta tolong kepada satpam untuk membelikan roti dan makana ke mini market terdekat dan suruh langsung menyimpannya di bangunan utama resortnya.


Hartawan menggandeng tangan istrinya menyusuri taman dan memasuki bangunan-bangunan yang berjejer di sana, terakhir bangunan utama yang akan di tinggalinya.


Ropy begitu takjub dengan semuanya dia menyukai interiornya terutama interior di kamar utama, Ropy merebahkan dirinya di kasur king sizenya dia merentangkan tangannya sambil menarik napas lega, Hartawan senang melihat istrinya tersenyum bahagia dia ikut merebahkan dirinya di samping istrinya.


Hartawan mau mencoba kekuatan tempat tidur barunya dengan istrinya, dia tak tahan melihat istrinya terlentang seolah menantang dirinya untuk mencobanya pada akhirnya mereka bertempur tanpa lelah sampai tengah malam.


Jam sebelas malam mereka menyudahi pertempurannya karena sudah sama-sama puas mereka keluar menuju meja makan mereka sudah sangat lapar karena tidak makan siang, mereka makan roti, biskuit dan buah yang di beli satpam tadi.