Ropy

Ropy
Hartono Pindah Rumah



Sebulan berlalu Ropy masih sibuk di rumah makan karena hari ini rumah makannya di carter di jadikan tempat reuni.


Jam lima sore tamu sudah pada bubar, tapi yang mau beli nasi bungkus mengantri dan yang makan di situ juga mulai berdatangan setelah tadi di tutup sementara untuk umum. Sampai jam tujuh malam masih banyak yang makan di situ keluar masuk.


"Hallo pah"


"Sayang kamu dimana?"


"Masih di rumah makan pah"


"Papa laper belum makan malam"


"Emang bibi tidak masak?"


"Masak sih tapi mau makan berdua"


"Maaf pah masih sibuk di sini, setengah jam lagi mama pulang"


"Iya sayang, tadinya papa mau nyusul kesitu tapi kalau setengah jam lagi gak apa-apa papa tunggu. Dan hati-hati di jalan"


"Iya pah maaf ya pulang telat"


"Tidak apa-apa sayang cuma kangen aja"


"Iya pah muachhh"


"Muach juga sayang sampai bertemu di rumah"


Hartawan memang manja sikapnya kalau dengan Ropy, beda kepada anak-anak dan bawahannya sangat tegas.


Hampir jam delapan malam Ropy baru sampai di rumahnya dia memasukan mobilnya ke garasi, setelah itu da masuk rumah. Tidak ada siapa siapa di rumah lalu dia mengunci pintu dan berjalan masuk kamar.


Ropy membuka semua bajunya dan masuk kamar mandi dia mandi karena sudah lengket seharian di sibuka melayani pembeli. selesai mandi dia keluar dan menuju lemari.


"Kemana si papah katanya tadi lapar, tapi gak ada di rumah"


Ropy meraih baju tidurnya belum aja di pakai badannya sudah ada yang ngangkat, dia berteriak karena kaget.


"Papa kangen sayang"


Hartawan menggigit pelan telinga istrinya dan menciumi lehernya.


"Ih papa bikin kaget aja, tadi kemana gak ada di sini?"


"Papa dari lantai atas habis menyimpan buku Hartono yang kemarin papa pinjam"


"Ooh"


Bibir Ropy disergap suaminya karena barusan di majukan saat dia menjawab ooh.


"Hah hah Katanya lapar papah?" Ropy tersengal hampir kehabisan napas.


"Iya sayang papa sangat lapar, apalagi yang ini ahhhh sayang nikmat sekaliii"


Ropy terbuai dan membalas perlakuan suaminya dengan lebih agresif, Hartawan semakin menggilainya dan mereka bergumul mereguk kenikmatan surga dunia.


Pagi hari semua kembali ke aktivitasnya Ropy dan hartawan makan berat bukan sarapan seperti biasa, karena semalam tidak sempat makan malam karena ketiduran setelah olah raga malam yang menguras tenaga dan langsung tidur.


Jadi sarapannya balas dendam, setelah sarapan mereka menuju ke tempat kerjanya masing - masing.


Hartono memarkirkan mobilnya di rumah yang baru di belinya dua hari lalu, dia kredit rumah minimalis hanya ada dua kamar tidur di atas dan satu kamar tidur di bawah.


Rumahnya belum ada isinya hanya satu tempat tidur dan satu lemari yang baru di belinya.


"Mah nanti sabtu adik mau menempati rumah baru, biar seru masing masing tinggal di rumah sendiri"


"Ko biar seru dek?"


"Iya mah kan anak - anak mamah semua punya rumah sendiri sendiri, keren ya kita"


"Kan belum ada isinya sayang"


"Gak apa-apa mah nyicil aja isinya kalau sekaligus sayang uangnya, lagian cuma sendiri ko"


"Tapi sofa di ruang keluarga sama tv belum ada kan?"


"Belum mah"


"Biar papa yang beli sofanya dan tv untuk ruang keluarga itu hadiah dari papa"


"Terima kasih pah, papa memang keren"


"Mama mau ngasih hadiah meja makan dan kulkas"


"Wih asik nih, terima kasih mamaku yang paling cantik sedunia"


"Iya istri papa memang paling cantik" Hartawan memeluk istrinya di depan hartono, mereka bercanda di ruang keluarga.


"Ingat pah di sini masih ada orang lain ya bukan hanya kalian berdua aja"


Hartono gemas dengan kedua orang tuanya yang selalu romantis, tapi dia juga senang melihatnya.


"Kompornya sekalian dong pah, mah hehehe"


"Siaplah papa tambah kompor tanam satu"


"Wah senangnya dapat gratisan terus, orang tuaku memang paling keren sedunia terima kasih ya pah semoga cepat tergantikan dengan berlipat"


"Aamiiin"


Selesai belanja mereka Hartawan dan Ropy kembali ke tempat kerjanya, Hartono pulang ke rumah barunya sambil menunggu barang - barang nya datang.


Kiriman datang, Hartono mengarahkannya ke ruang keluarga dan ruang makan.


"Hallo yah apa kabar"


"Baik nak, bagaimana kabar anak-aanak ayah sehatkan?"


"Alhamdulillah kami di sini sehat yah, kapan ayah ke Jakarta?"


"Nanti bulan depan kalau kakak menikah ayah dan uamu mau kesana"


"Iya ayah, nanti menuju ke rumah Hartono aja yah karena Hartono sekarang sudah beli rumah dan rencananya besok pindah ke rumah baru"


"Alhamdulilllah ayah bangga sama kalian, mandiri dan pekerja keras sehingga sebelum menikah sudah mempunyai rumah"


"Alhamdulillah ayah, ini semua ideu mamah waktu kakak juga di sarankan mama beli rumah walau kredit. daripada uangnya di pake tidak jelas mending dipake kredit rumah katanya"


"Iya dek, mamamu memang luar biasa ayah jadi malu sama kalian"


"Jangan begitu yah, yang lalu biarlah berlalu karena percuma tidak akan terulang lagi. Mending tatap masa depan dan raihlah dengan benar kata mama"


"Lagi-lagi mamamu yang terbaik, maafkan ayah yang pernah menyakiti kalian"


"Sudah ayah tidak apa-apa, Hartono juga punya mobil baru dari sebulan yang lalu nanti kita keliling Jakarta yah"


"Alhamdulillah, selamat ya smoga semuanya lancar da berkah"


"Aamiin yah terima kasih, jaga kesehatan ayah jangan banyak pikiran yah"


"Iya dek terima kasih"


Hartono memutuskan panggilannya, sebetulnya dia ingin kumpul dengan ayahnya tapi keadaan yang berbeda.


"Bi sudah semuanya di kemas belum?"


"Sudah bu sudah lengkap semua"


"semuanya mau ikut tidak"


:Tidak usah bu, kami di sini aja kalau hari sabtu jam makan siang rame banget sayangkan kalau di tutup walau hanya dua jam"


"Ya udah terserah kalian aja, lakukan apapun yang kalian suka"


"iya bu, walaupun kami tidak ikut tapi kami do'akan smoga rumah cep Hartono membawa keberkahan kepada penghuninya"


"Aamiin terima kasih ya"


"Mang agus tolong masukin ini ke bagasi"


"Siap bu"


Setelah makanan masuk bagasi Ropy pun menjalankan mobilnya menuju rumah Hartono yang hari ini mulai di tempati.


"Lho papa sudah sampai duluan rupanya"


Ropy turun dari mobil di halaman rumah anaknya di sambut suaminya yang sudah menunggunya.


"Iya mah tadi ke sini sama Doni, papa sengaja nggak bawa mobil biar nanti pulangnya sama mama"


"Anak-anak sudah ngumpul semua?"


"Sudah pah, Sinta juga ada tadi bersama Hartanto"


"syukurlah kalau sudah ngumpul biar langsung makan siang mumpung masih hangat"


Ropy membuka bagasi dan mengeluarkan makanan dan buah - buahan, begitulah ibu-ibu di mana-mana mengutamakan isi perut dirinya dan keluarganya.


Sebelum makan siang mereka berdo'a dulu untuk keberkahan rumah ini.


"Don nanti nginep sini ya temani kakak, hari pertama gak tega sendirian"


"Gak tega apa takut hahahs" Doni mengejek kakak sambungnya


"Takut apaan masa pria sejati takut, sebagai pembuka aja kita tidur berdua. Harusnya sih semuanya nginep di sini tapi kamarnya cuma tiga" Hartono.


"iya dek kakak memang pemberani"


Mereka bercengkrama sambil makan buah, ada aja kejailan dan keseruan mereka. Hingga sore tiba Hartawan dan Ropy pulang ke rumah. Hartanto mengantar Sinta calon istrinya pulang, hanya Hartono dan Doni malam pertama yang tidur di rumah baru.