Remember

Remember
Bolos kerja



Pagi hari


Alandra menatap kedua kotak bekal yang sudah dirinya siapkan. Ntah ada angin apa hari ini dirinya bangun dengan cepat dan memutuskan untuk memasak bekal makanan untuk dirinya bawak ke kantor.


"Baiklah sudah siap, ini untuk gue dan ini untuk bos gila kerja" ucap Alandra sembari memasukkan bekal makanan tersebut ke dalam tas bekal nya dan tanpa sadar tersenyum tipis.


Andra melirik arloji yang ada ditangannya, ini waktunya dirinya pergi kerja..


Dengan gesit, Alandra langsung membawa tasnya dan tidak lupa membawa kotak bekal makanan yang sudah dirinya siapkan itu dan berjalan keluar pintu.


"Halo sayang, mau berangkat kerja?" Tanya Elena yang tiba tiba keluar membuat Alandra tersenyum dan mengangguk kecil.


"Mommy mau kemana?" Tanya Alandra dengan heran saat melihat Elena yang membawa kopernya di samping tubuhnya.


"Ah, mommy lupa memberitahumu sayang.. hari ini mommy akan keluar negeri untuk mengurus bisnis mommy.. kemarin mommy ingin mengatakan padamu tapi mommy takut membangunkan mu" ucap Elena dengan tidak enak hati.


"Ah, gpp mommy heheh" ucap Alandra dengan cengengesan.


"Syukur aja mommy Elena gak tau gue belum pulang, kalau tak.. dahlah bakalan datang pasukan pasukan" batin Alandra dengan lega.


"Mau sekalian mommy antar?" Tawar Elena


"Ah, gak usah mom.. lagian bandara ke kantor Alandra gak sejalan.. nanti merepotkan mommy"


"Gpp sayang, mommy gak merasa direpotkan kok"


"Ah, gak usah.. Andra bisa naik bus"


"Beneran tidak apa apa sayang?"


"Iya mommy, beneran.. Andra bisa naek bus.. takutnya mommy nnti ketinggalan pesawat lagi"


"Baiklah kalau begitu.. ayo bareng ke bawah aja" ucap Elena yang dibalas anggukan Alandra.


*


*


Scott'Group


Max menatap laporan yang ada ditangannya, sesekali ia melirik ke arah layar komputer yang ada di depannya.


Tok..


Tok..


"Masuk" ucap Max yang masih sibuk dengan urusan nya.


"Benar benar bos gila kerja" batin Alandra yang tidak habis pikir akan pria di depannya ini.


Apakah pria ini tidak capek? Seandainya saja rajin itu bisa berpindah sudah Alandra pastikan ia akan memindahkan rajin Bosnya ini kepada dirinya.


"Ada apa?" Tanya Max tetap dengan posisinya.


"Saya ingin memberitahukan jadwal kegiatan anda hari ini" ucap Alandra dengan sopan.


"- untuk malam hari, ada jamuan makan malam dengan Steven Group" ucap Alandra yang membacakan semua jadwal kegiatan Max hingga sampai akhir.


"Kau boleh keluar" usir Max membuat Alandra hanya bisa tersenyum paksa.


Alandra membalikkan tubuhnya dan hendak membuka pintu namun kegiatannya itu ia hentikan lantaran Max memanggilnya kembali.


"Iya, ada apa bos besar" ucap Alandra dengan menekan kata bos besar.


"Kau ikut dengan ku ke perjamuan makan malam nanti"


"Hah? Gila yah? Kok tiba tiba?" Ucap Alandra tanpa sadar dengan menggunakan bahasa Indonesia


Membuat Max meletakkan laporan yang ia pegang dan menatap datar Alandra.


"Apa kau baru saja memaki ku?" Tanya Max dengan kesal mengingat ia tidak mengerti ucapan yang dilontarkan oleh gadis di depannya ini.


"Tidak, aku baru saja berdoa.. agar kita berdua banyak rezeki heheh" ucap Alandra dengan cengengesan.


"Jam 7 malam akan kujemput kau, jangan terlambat" ucap Max


"Iya iya" ucap Alandra dengan kesal dan langsung keluar dari ruangan itu.


"Apa pria itu tidak memiliki otak? Dia saja belom memilih pakaian yang cocok.. dan jam 7 malam? Oh astaga benar benar pria yang tidak punya hati"


Alandra berjalan ke arah meja kerjanya dan langsung mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya itu.


Rasanya ia ingin melempar sepatu nya ini tepat di wajah Max.


"Ayo Alandra.. rileks... Rilekks" ucap Andra yang menenangkan dirinya


"Apa Max ada di dalam?" Tanya seorang wanita dengan make up yang begitu menor membuat Alandra menatap heran wanita di depannya ini.


"A-ada, tapi maaf saya akan menghubungi tuan Max terlebih dahulu"


"Tidak perlu, aku ingin memberikan kejutan pada pacar ku" ucap wanita itu dengan angkuh dan langsung memasuki ruangan Max membuat Alandra menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Ternyata tipe Max seperti itu, Bagusan Velly daripada wanita menor itu... Behh.. gelinya" gumam Alandra dan langsung melanjutkan pekerjaannya.


Dilain sisi,


"Max" gumam wanita menor itu setelah memasuki ruang kantor Max membuat Max menolehkan pandangannya dan menghela nafasnya dengan pelan.


"Tentu saja melihat pacarku"


"Berhenti memanggil ku seperti itu Airin" ucap Max dengan dingin.


Airin mendudukkan tubuhnya ke atas sofa yang ada, tidak lupa ia menarik roknya guna menggoda Max namun Max tetap tidak perduli akan wanita itu.


Max menghela nafasnya dengan kesal, apa wanita ini tidak memiliki kesibukan sendiri? Mengapa wanita ini selalu mendatanginya?


Tok..


Tok..


"Masuk" ucap Max


Cklek..


Pintu terbuka menampilkan sosok Alandra dengan beberapa dokumen yang ada di tangannya.


Alandra melirik sedikit ke arah wanita menor yang sedang duduk di atas sofa.


"Woilah ini orang gila apa gimana? Napa itu rok diangkat cak?" Batin Alandra yang tidak habis pikir akan wanita menor ini.


"Apa kamu udh siap?" Tanya Max membuat Andra menatap terkejut Max.


Siap? Siap apa? Kemana? Ada apa?


"Pertemuan dengan Anexa Group" ucap Max membuat mata Alandra membulat penuh namun seperkian detik Alandra menghela nafasnya dengan lega saat melihat lirikan Max yang memberi isyarat bahwa itu hanyalah tipu dayanya.


"Max, aku ikut yah" ucap Airin tiba tiba dan langsung mendekat ke arah Alandra dan Max


"Apakah kau tidak memiliki kesibukan? Kenapa kau harus datang ke kantorku?"


"Astaga Max, sudah berapa kali kukatakan.. aku ingin bertemu dengan pacarku.. apa aku salah?" Tanya Airin membuat Alandra menatap bingung drama yang ada di depannya.


"Ya Allah, seru sih ini drama tapi napa gue jadi takut.. malah atmosfer ruangan ini rada rada sesek lagi" batin Alandra sembari menatap perdebatan antar pasangan ini.


"Ayo kita pergi Alandra" ucap Max yang langsung berdiri dan menarik tangan Alandra membuat gadis itu menatap terkejut Max.


"Apa kau tidak punya malu? Apa kau ingin aku memanggil Satpam untuk mengusirmu?" Tanya Max dengan sarkas.


"Max, kau kira aku bodoh... Tentu saja aku tau trikmu.. kau tidak akan keluar bukan?" Ucap Airin sembari tertawa mengejek.


Max menatap datar Airin, dan dengan cepat ia langsung merangkul pinggang Alandra membuat gadis itu rasanya ingin memukul pria disampingnya ini.


"Ayo kita pergi" ucap Max dan langsung berjalan dan tetap merangkul pinggang Alandra.


"Apa kau ingin mati?" Bisik Alandra dengan kesal.


"Hei bantu aku saja sebentar.. aku akan memberikan mu apa saja nanti" bisik Max membuat Alandra menatap Max dan tersenyum ceria.


"Baiklah, ayo kita pergi" ucap Alandra yang langsung menempelkan tubuhnya ke tubuh Max membuat Max terkejut namun langsung merubah ekspresi nya.


"Apa kau tidak ingin keluar Airin? Apa perlu kupanggil satpam?" Tanya Max dengan datar.


Airin menatap kesal Max, dengan kesal ia langsung mengambil tasnya dan berjalan melewati Max dan Alandra. Tidak lupa ia menatap tajam Alandra.


"Astaga berapa tebal bedak yang ia gunakan itu" batin Alandra saat menatap Airin dengan jarak dekat.


"Kau ingat Max, aku akan selalu datang menemuimu" ucap Airin dan langsung berjalan meninggalkan Alandra dan Max.


"Fyuhh,, akhirnya" ucap Alandra dengan lega.


"Hei jangan sentuh aku" ucap Alandra dan langsung melepaskan tangan Max dengan paksa membuat Max menggaruk kepalanya dengan salah tingkah.


"Aku tidak mengerti.. mengapa kau bisa memiliki pacar yang begitu menor, bagusan Velly" gumam Alandra sembari membandingkan antara wanita menor itu dengan Velly.


"Dia bukan wanitaku" ucap Max dengan datar


"Iya-iya... Baiklah aku mau balik kerja dulu" ucap Alandra yang hendak mendorong pintu namun ditahan Max.


"Apalagi?" Tanya Alandra dengan kesal.


"Ikut aku, dan ambil tasmu" ucap Max yang langsung keluar duluan dari ruangan membuat Alandra menatap heran pria itu.


"Mau kemana?" Tanya Alandra yang tidak paham akan pria di depannya ini.


"Bolos kerja"


"Hah? Apa kau sakit? Bukannya kau-"


"Sudahlah, ikut saja" ucap Max yang sudah berjalan duluan.


"Eh tunggu" teriak Alandra yang langsung mengambil tasnya dengan cepat


*


*


Jangan lupa like, komen dan vote


***btw author lagi mau uas jadi gk up nya rajin:( maap yah.. nnti selama liburan author bakalan up.


happy reading***