
"apakah enak?" Tanya Max yang langsung dibalas anggukan Alandra
Alandra benar benar menikmati eskrimnya saat ini, andai saja mamanya mengetahui ia memakan eskrim saat malam sudah Pasti mamanya akan mengamuk bak macan tutul
"Kenapa kau suka sekali makan berantakan" gumam Max yang langsung mengelap hidung Alandra yang terdapat sisa eskrim
Alandra menahan nafasnya, sungguh saat ini jantungnya sedang tidak aman.
Apa pria ini tidak tau bahwa perbuatannya ini membuat wajah nya memerah padam?
"Kenapa wajahmu merah? Apa kau demam?" Tanya Max dengan aneh
"Ah merah? Mana ada" ucap Alandra yang berusaha menetralkan detak jantungnya.
Drt ....drt...
"Sebentar, aku angkat telepon dulu" ucap Max yang dibalas anggukan Alandra
"Dasar Alandra bodoh, bisa bisanya wajahmu memerah karena hal ini saja" batinnya yang memaki dirinya sendiri.
Alandra menatap kursi yang berada di dekatnya dan dengan perlahan ia mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi yang ada di taman sembari menunggu Max menerima telepon.
Saat ini yang ada di pikirannya adalah, ia ingin mengetahui siapa yang mengajarkan bos nya itu kata kata yang salah
"APA! KAU TIDAK BERCANDA KAN?" Teriak Max membuat Alandra menatap ke arah pria itu dengan heran.
Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa wajah pria itu tampak terkejut?
"BAIK LAH, SAYA AKAN SEGERA KESANA" ucap Max dan mematikan ponselnya dengan sepihak
Max kembali berjalan ke arah Alandra, dapat ia lihat wajah Alandra begitu heran saat melihatnya.
"Ada apa?" Tanya Alandra dengan heran
"Airin dikabarkan bunuh diri dan Steven dikabarkan tewas akibat luka tembak yang dibuat Airin sebelum ia melakukan bunuh diri" ucap Max membuat Alandra terkejut dan tanpa sadar menjatuhkan eskrim nya
"Kau tidak bercanda kan?" Tanya Alandra
"Aku akan mengurus pemakaman mereka.. kau bisa kembali ke ruanganmu" ucap Max namun dengan cepat Alandra langsung menarik lengan baju pria itu
"Aku ingin ikut"
"Tidak Alandra, kau masih sakit.. kau tidak boleh pergi" tolak Max membuat Alandra tetap kekeh
"Untuk yang terakhir ini saja Max" lirih Alandra
"Tapi Alandra-"
"Max.. kumohon" teriak Alandra membuat Max terdiam
"Aku bisa menjaga diri Max, aku gak papa.. lagian luka ini udah sembuh kok"
"Baiklah, tapi kau harus mengikuti ucapanku.. tetap bersama ku dan jangan kemana mana" ucap Max yang langsung dibalas anggukan Alandra dengan cepat
Dilain sisi,
"APAAA AIRIN DAN STEVEN TEWAS?" Ucap Ivan dengan terkejut membuat Alita menatap suaminya dengan terkejut
"Terimakasih Mr. X atas informasimu" ucap Ivan dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak
"Pa, mama gak salah dengar kan?" Tanya Alita namun dibalas gelengan Ivan
"Oh astaga" ucap Alita yang terduduk di sofa
Ntah mengapa rasanya saat ini kakinya begitu lemas saat mendengar berita ini.
"Makanya lain kali jangan buat gitu" ucap alan dengan kesal sembari menarik telinga Raka bak anak kecil yang sedang dijewer emaknya
"Mama kenapa?" Tanya Alexa Yang langsung mendekati ibu mertuanya itu
"Airin dan kakaknya meninggal" gumam Alita membuat semuanya memelototkan matanya
"Serius pa?" Tanya Alan yang langsung mendekati papanya itu
"Heum, Airin membunuh Steven kemudian ia bunuh diri" ucap Ivan
"Oh astagaa" ucap Alexa yang langsung menutup mulutnya dengan tidak percaya
*
*
Halooo jangan lupa like, komen dan vote