
"apa apaan ini?" Tanya Steven yang begitu terkejut kala melihat adiknya sedang mengaduh kesakitan dan menatap beberapa helai rambutnya yang berguguran akibat jambakan Alandra.
"Dia nyerang aku kak tiba tiba.. bahkan dia melempar sepatu nya padaku" adu Airin
"Benar itu Alandra?" Tanya Max yang terkejut.
"Tentu saja, itu pantas untuk nya" ucap Alandra dengan santai.
"Nona Alandra.. kenapa anda melakukan ini pada adik saya? Apa sekertaris dari Scott group sangat kasar begini? Sampai melukai adik saya?" Ucap Steven yang langsung memeluk Airin dengan erat.
Airin tersenyum senang, dengan dramanya, ia langsung menangis seperti seolah olah menjadi korban kekerasan. Ia akan memberi pelajaran pada Alandra.. agar gadis itu bahwa Max adalah miliknya.
"Saya hanya mengajarkan padanya untuk bertutur kata dengan sopan Mr. Steven.." ucap Alandra dengan santai.
"Max, aku akan membatalkan kerjasama kita... Dan juga.. aku akan menuntut sekertaris mu ini..."
"Silahkan saja.. saya tidak takut.. karena yang memulai duluan adalah dia.. dan banyak saksi yang menyaksikan ini semua" ucap Alandra dengan tersenyum.
"Kak, sakit..hikks..."
"Iyah.. iyah.. kita ke rumah sakit" ucap Steven dengan pelan
"Iyuhh.. drama queen" gumam Alandra yang melihat betapa menjijikkan nya tingkah wanita itu.
Max menghela nafasnya, ia benar benar tidak mengerti.. mengapa Alandra mengacaukan semuanya.. mengapa Alandra harus berurusan dengan Airin?
Dengan cepat, Max langsung menarik tangan Alandra membuat gadis itu mengaduh kesakitan.
"Apa sih.. tarik tarik segala" ucap Alandra dengan kesal
"Kenapa kau selalu menggangguku Alandra? Apa kau tidak cukup membuat kehebohan di kantor?" Ucap Max dengan emosi dan tanpa sadar membentak Alandra
Alandra terdiam, kenapa pria ini selalu menyalahkan dirinya? Apa pria ini tidak ingin bertanya padanya alasan ia melakukan ini?
"Berhentilah membuat kekacauan Alandra.. aku sangat capek menghadapi kekacauan yang kau buat... Kalau saja mommyku tidak menyuruhmu untuk menjadi pegawaiku.. sungguh aku tidak menginginkan kau jadi pegawaiku" ucap Max dengan emosi.
Alandra menatap nanar Max, sungguh hatinya begitu sakit.. pria di depannya ini bukan menanyakan padanya apa yang terjadi akan tetapi malah menyalahkan dirinya.
Plak..
Max terdiam akibat tamparan keras yang mendarat di pipi kanannya.
"Aku benci kau Max" ucap Alandra dan langsung berlari meninggalkan Max dan memberhentikan taxi.
"Apa yang salah? Kenapa dia menamparku? Bukannya seharusnya aku yang marah? Dasar gadis aneh" ucap Max yang tidak mengerti dengan Alandra.
Sedangkan Alandra, gadis itu menangis sesegukkan, ntah mengapa ia tiba tiba begitu cengeng saat ini.
Ia menyadari bahwa ia benar benar membuat kekacauan.. akan tetapi apakah pria itu tidak bisa berkata dengan pelan? Mengapa pria itu membentak dirinya?
Hiks..hiks..hiks.. kau jahat Max
Dilain sisi,
Max memukul setir mobilnya dengan kuat, ntah mengapa ia merasa menyesal akibat membentak gadis itu.
"Apa yang kulakukan? Kenapa aku tidak bisa mengontrol emosiku seperti ini?" Gumam Max dengan menyesal dengan perbuatannya saat ini.
Drt..drt...
"Kau dimana Max? Bagaimana kabar Alandra? Apa dia tidak apa-apa? Mengapa mommy melihat berita bahwa Alandra menyerang adiknya steven?" Tanya Frananda dengan khawatir.
"Mom, nanti Max hubungi lagi" ucap Max yang langsung mematikan ponselnya.
"Bangs*t" teriak Max dengan emosi.
*
*
Indonesia
"Papa... Papa" teriak Alita dengan keras membuat Ivan yang awalnya sedang memakan buah tanpa sadar langsung tersedak.
"Ya Allah papa.. minum dulu atuh teh.. makanya jangan makan terus.. udah tau tengah malam gini" ucap Alita sembari memberikan air minum pada suaminya itu.
"Ada apa sih ma? Udah tau papa lapar.. ada apa memangnya?" Tanya Ivan
"Ini pa.. lihat video Alandra" ucap Alita sembari memberikan ponselnya yang berisi video putrinya itu.
"Itu bukannya steven group?" Tanya Ivan membuat Alita menatap suaminya.
"Kamu kenal sama steven group?" Tanya Alita
"Enggak sih, kan ada bacaannya ma" ucap Ivan dengan cengengesan.
"Ih papa.. aya aya wae.. udah tau ini anaknya lagi gelut malah sempat sempatnya ngelawak.. aneh ih si papa" ucap Alita dengan kesal.
"Kenapa bisa gini? Alandra kan gak pernah mau jambak rambut atau gelut sama orang kecuali baju kesayangannya di apa-apainkan" gumam Ivan.
"Eh iya yah pa.. meskipun Alandra dulu sering di ledek sama Raka.. tapi dia gak pernah balas kecuali si Raka mainin bajunya" ucap Alita yang mengingat akan tingkah laku putrinya itu.
"Kami akan memberikan hukuman pada gadis itu, karena dia sudah menganiaya adik saya.. jalur hukum akan saya tempuh.. apapun itu"
"Tapi Mr. Steven, ada beberapa saksi mata mengatakan bahwa nona Airin yang memulai duluan semua perdebatan ini"
"Saya tidak perduli, berani sekali wanita itu menyakiti adik saya.. apa dia tidak tau.. adik saya mengalami kebotakan akibat wanita itu yang menarik rambutnya dengan terlalu kuat.. Alandra.. kamu akan saya tuntut karena menyakiti adik saya"
"Baiklah pemirsa, sekian dari berita saya"
"Cih, pasti yang mulai duluan adiknya itu pa.. wong Alandra mana mau mulai gelut duluan" ucap Alita dengan kesal.
"Lakuin sesuatu pa.. ayolah pa" ucap Alita.
Ivan menghela nafasnya sebentar. "Ma tolong hubungi Alan.. bilang sama Alan untuk batalin hubungan kerja sama nya dengan perusahaan itu.. papa akan hubungi Mr.One untuk membatalkan kerjasama dengan perusahaan itu" ucap Ivan yang langsung mengambil ponselnya.
*
*
Jangan lupa like, komen dan vote gaesss.
btw gaes... Alandra itu punya prinsip.. iya tidak akan melakukan kekerasan kecuali barang barang berharga nya seperti baju, dll dirusak.. baru ia akan ngelakuin kekerasan.. begitu..
btw.. aku upnya cuman 2 dulu:( soalnya masih ujian yah.. okehh..