
Max memberhentikan mobilnya dan langsung berlari ke dalam rumah sakit dengan cepat.
"Astaga.. aku sudah menunggu kau dari tadi"
"Bagaimana kondisi pasien tersebut jakson?"
"Dia mengalami pendarahan otak yang cukup serius akibat benturan kepala yang begitu kuat, dan sudah dilakukan ct-scan untuk itu aku sudah menyuruh perawat mempersiapkan ruangan operasi dan hanya menunggu kau datang saja" ucap Jakson dengan panjang lebar
Dilain sisi,
Alandra memakai mantelnya dan berjalan keluar membuat Elena yang kebetulan sedang membuang sampah menatap Alandra dengan tatapan heran.
"Mau kemana kamu sayang?" Tanya Elena
Alandra tersenyum tipis, jika ia memberitahukan bahwa ponselnya sedang tertukar dengan Max.. bisa bisa berabe ntar.
"Alandra ingin ke supermarket sebentar mom"
"Oh baiklah, hati hati yah sayang"
"Ia mom" ucap Andra dengan senyum tipis dan langsung berjalan memasuki lift.
Setelah di lift, Alandra menghela nafasnya dengan lega.. untung saja mommy Elena percaya akan kata katanya ini.. kalau tidak... Bisa bisa ia akan menyimpan ponsel Max sampai hari esok.
"Kenapa kau sampai bisa salah mengambil ponsel sih?" Gumam Andra sembari mengomel pada ponsel itu.
"Aish, kalau saja ini ponsel tidak tertukar.. sudah pasti aku bisa tidur dengan tubuh yang sudah segar sehabis mandi, tetapi saat ini itu hanya sebagai angan-anganku saja"
Ting...
Pintu lift terbuka dan dengan segera Alandra langsung berjalan keluar namun langkahnya terhenti kala mengingat bahwa ia saja tidak tau dimana rumah sakit tempat Max berada saat ini.
"Astaga, kenapa kau bodoh sekali Andra.. kau ingin menukar ponselmu bahkan kau saja tidak tau dimana rumah sakitnya berada" batinnya dengan kesal.
Drt...drt...drt..
Mommy is calling...
"Apa aku harus mengangkat nya? Tetapi itu kan tidak sopan" gumam Alandra saat melihat ponsel Max yang bergetar dan menampilkan panggilan dari ibu pria itu.
"Tapi, bukankah itu merupakan kesempatan dirinya untuk bertanya dimana letak rumah sakit tempat bekerja Max?"
"Hallo mommy" ucap Alandra yang langsung menekan tombol hijau di ponsel tersebut membuat Frananda mengernyit bingung dan menatap ponselnya.
"Kau kah ini Alandra sayang? Dimana Max?" Tanya Frananda dengan heran
"Max sudah pergi ada urusan mom, di rumah sakit.. dan kebetulan Max salah membawa ponsel mom, ponsel yang dibawa Max adalah ponsel ku"
"Maksudnya sayang? Kenapa bisa seperti itu? Coba kamu jelaskan biar mommy mengerti dengan jelas" ucap Frananda membuat Alandra yang diseberang telepon menghela nafasnya.
Alandra mulai menceritakan semuanya kecuali saat ia pingsan di kantor.. ia tidak menceritakan itu. Bisa-bisa mommy Frananda akan memarahi Max padahal dirinya pingsan juga merupakan kesalahannya yang tidak sempat sarapan.
"Astaga anak itu ceroboh sekali... Baiklah sayang, rumah sakitnya adalah the scoat hospital.. apa kau ingin diantarkan oleh supir mommy sayang?" Tanya Frananda dengan khawatir mengingat hari sudah malam.
"Ah tidak perlu mommy, aku bisa pergi sendiri.. kalau begitu terimakasih banyak mommy"
"Iya sayang, hati hati dijalan..." Ucap Frananda dan langsung mematikan panggilannya.
Dengan cepat Alandra langsung bergegas memanggil taxi, bisa bisa ia tidak akan mendapatkan taxi jika terlalu malam.
"Baiklah ponsel, kau akan bertemu dengan pemilikmu yang sesungguhnya" gumam Andra dengan senang.
*
*
Andra menatap kagum bangunan rumah sakit di depannya ini... Sungguh rumah sakit ini sangat besar.
Ia menoleh ke kanan dan kekiri namun tidak ada tanda- tanda Max berada disini.
"Apakah Max ada disini?" Gumamnya dengan heran dan memutuskan untuk bertanya kepada perawat yang berada di ruang administrasi.
"Selamat malam nona, ada yang bisa saya bantu?"
"Ah,apakah dokter Max ada disini? Saya ingin bertemu dengannya" ucap Andra sembari tersenyum kikuk.
"Dokter Max sedang berada di ruang operasi nona, beliau sedang melakukan operasi"
"Kira kira berapa lama dokter Max menyelesaikan operasinya?" Tanya Andra dengan heran.
"Mohon maaf nona, saya tidak tau.. bisa saja sampai 2 jam atau lebih nona"
Andra membulatkan matanya dengan terkejut
"Ah, kalau begitu terimakasih" ucap Alandra dan langsung berjalan ke rah kursi tunggu.
Andra mendecak kesal, rasanya ia benar benar ingin memarahi pria itu.. bagaimana bisa pria itu dengan seenak udelnya mengambil ponselnya.
"Sabar andra.. nanti kecantikanmu hilang" gumam Andra menyemangati dirinya sendiri.
"Kau tau, secerobohnya diriku.. lebih ceroboh lagi pemilikmu.. bagaimana bisa dirinya mengambil yang bukan punyanya" gumam Andra pada ponsel Max membuat semua orang menatapnya dengan tatapan heran namun Andra hanya bersikap masa bodoh saja.
"Apa aku benar benar harus menunggu pria itu selama berjam jam?" Gumamnya dengan kesal sembari menatap arloji yang ada ditangannya itu dan sesekali menguap akan rasa kantuk yang menyerangnya.
Alandra menyandarkan tubuhnya di atas kursi di ruang tunggunya dan tanpa sadar ia menutup kedua matanya akibat rasa kantuk yang begitu berat yang tidak bisa ia tahan lagi.
*
*
3 jam kemudian
"Sepertinya aku harus meminta maaf padamu karena membuatmu harus membatalkan kencanmu dengan pacarmu Max" ucap Jakson membuat Max menatap aneh Jakson.
"Apa maksudmu Jakson? Kencan? Pacar? Apa yang kau bicarakan ini?" Tanya Max yang tidak mengerti akan ucapan sahabatnya itu.
"Ayolah, kau tidak perlu berbohong padaku kawan.."
"Berbohong? Hei maksudmu apa? Aku tidak mengerti... Berbicaralah dengan jelas Jakson" ucap Max dengan kesal membuat Jakson memutar bola matanya dengan kesal
"Astaga Max... Kau tidak ingin mengumbar hubunganmu yah?"
"Hah?" Ucap Max dengan heran
"Kau benar benar tidak tau maksud perkataanku? Atau kau sengaja pura pura tidak tau?" Tanya Jakson dengan serius membuat Max menatap datar Jakson
"Baiklah sepertinya kau benar benar tidak tau"
"Makanya kau katakan yang jelas" ucap Max dengan kesal
"Aku tadi menelponmu namun seorang wanita yang mengangkat ponselmu.. dan tentu saja aku terkejut tetapi tidak berapa lama kau muncul dihadapan ku" ucap Jakson dengan santai membuat Max membulatkan matanya.
Wanita? Apakah ponselnya dan ponsel Alandra tertukar? Apa dia salah membawa ponsel?
Dengan cepat Max langsung berlari ke ruangannya membuat Jakson tertawa kecil akan tingkah laku sahabat nya itu
Max berlari ke ruangannya dan langsung mengambil ponselnya namun betapa terkejutnya ia saat melihat ponsel itu bukanlah miliknya.
"Kenapa aku bisa sampai salah mengambil ponsel?" Gumam Max dengan heran.
Tok..
Tok..
Tok..
"Masuk"
"Max ternyata kau disini, ada seorang wanita yang sedang menunggumu dari tadi.. bahkan wanita itu sampai tertidur pulas di ruang tunggu"
"Wanita?" Tanya Max dengan heran.
"Iya, kau lihat saja sendiri"ucap salah satu dokter wanita yang merupakan sahabat Max.
"Baiklah, terimakasih Chole" ucap Max dan langsung berlari ke ruang tunggu.
Apa itu Alandra?
Max berlari ke ruang tunggu hingga dirinya sampai disana.. ia menoleh ke segala arah namun pandangannya tertuju ke arah seorang wanita yang sedang menunduk membuat Max langsung melangkahkan kakinya.
"Alandra?" Gumam Max namun gadis itu tidak mengangkat kepalanya.
Max menghela nafasnya, percuma saja ia memanggil gadis itu jika gadis itu saja sedang tertidur.
Dengan cepat Max langsung berjongkok tepat di hadapan gadis itu.
"Alan-"
"Sedang apa kau disitu?"
*
*
Holaa.. jangan lupa like, komen dan vote