
Max menghela nafas nya berkali, ia sangat bersyukur gadis itu tidak luka parah.. seandainya saja Alandra luka parah ia benar benar akan membenci dirinya ini.
"Kopi untukmu" ucap Sherly dembari memberikan secangkir kopi membuat Max menerima nya
"Apa gadis tadi pacarmu? Kau sepertinya sangat mengkhawatirkannya" ucap Sherly membuat Max menoleh ke arah sahabat nya itu
"Tidak, dia adalah pegawai ku.. tentu saja aku mengkhawatirkan nya" gumam Max sembari menatap kosong pemandangan kota dari rooftop rumah sakitnya
Sherly menarik sedikit bibirnya, ia merasa lega mendengar ucapan Max... Seandainya saja Max tau bahwa ia sudah menyukai pria itu sejak mereka bertemu di rumah sakit
"Kenapa kau disini? Apa kau tidak ada jadwal operasi?" Tanya Max dengan heran
"Tentu saja ada, tapi nanti... Kau sendiri? Apa kau tidak kembali ke kantor? Atau kau kesini hanya ingin melihatku" goda Sherly membuat Max menatap datar gadis itu
"Astaga.. aku hanya bercanda.. jangan terbawa dude" ucap Sherly dengan senyum kecutnya
"Oh iya Max...aku mau turun dulu... Jangan lupa kau minum kopi itu"
"Terimakasih Sher"
"Heum" ucap sherly dengan senyum paksa dan berjalan meninggalkan Max.
*
Dilain sisi,
Alan berlari dengan cepat menuju resepsionis, saat ini ia benar benar khawatir akan kembarannya itu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Untuk ruangan Alandra, pegawai kantor Scott ada dimana?" Tanya Alan dengan tegas
"Ada di ruangan V.V.I.P tuan..."
"Baiklah, terimakasih" ucap Alan dan langsung mengajak ayah dan adiknya
"Alan" teriak Alita dengan keras saat melihat putra nya itu membuat Alan menoleh ke arah belakang
"Mass..." Teriak Alita dan langsung berlari dan memeluk suaminya.
Ivan memeluk Alita dengan erat, sedangkan Alita, dia sedang menangis sesegukan di dada suaminya itu
"Gimana kabar Andra mas?" Ucap Alita dengan tatapan penuh kekhawatiran
"Ini kami mau keruangannya, dan kebetulan kamu sudah sampai.. ayo kita lihat Alandra" ucap Ivan yang menenangkan istrinya itu
"Ayo pa, ma" ucap Alan sembari memegang tangan istri nya Alexa dan berjalan menuju ke arah ruangan Alandra.
"Jangan menangis terus sayang.. kamu kan tau Alandra kuat.. pasti Alandra gak papa" ucap Ivan saat berada di lift
Drt..drt..
"Lapor tuan, kami sudah mengetahui pelaku Penusukan nona Alandra... Dia adalah Airin, yang merupakan adiknya Steven" ucap Mr X membuat Alan tanpa sadar menggeretak giginya
"Carik sampai dapat gadis itu.. apapun caranya" ucap Alan dengan dingin
"Siapa pelakunya Al? Kamu udah tau?" Tanya Ivan
Alan menarik nafasnya sebentar dan hendak berbicara namun pintu lift terbuka dan membuat ia mengurungkan niatnya
"Ayoo mas.. kita temui Alandra" ucap Alita yang langsung menarik tangan suaminya dan menuju ke salah satu ruangan yang di depannya ada seorang penjaga
"Maaf bapak dan ibu.. anda dilarang masuk.. "
"Heh kutu aer... Gue emaknya... Napa lo larang larang gue" ucap Alita dengan emosi
"Kalian di perintahkan siapa?" Tanya Alan dengan dingin
"Tuan Scott memerintahkan kami agar tidak mengizinkan seseorang untuk masuk"
Alan menarik nafasnya dengan pelan...
"Apa kau tidak tau bahwa kami ini keluarga gadis yang di daam itu?" Ucap Alan dengan emosi
"Kak Alan.. sabar" ucap Alexa yang langsung memegang tangan suaminya itu
"Ada apa ini?" Ucap seseorang dari belakang yang tak lain adalah Max
"Alexa? Alan?" Gumam Max dengan bingung
"Apa kau yang memerintahkan bodyguard mu untuk tidak memberikan izin agar keluarga dapat melihat Alandra?" Tanya Alan dengan emosi
"Sabar kak sabar" ucap Raka dengan takut saat melihat tatapan membunuh kakak nya itu
"Aku tidak seperti itu Alan, aku hanya memberitahu mereka untu tidak mengizinkan siapapun yang tidak dikenal masuk.. dan mereka tidak mengenal mu Alan" ucap Max
"Jangan banyak alasan Max-"
"BERHENTI ALAN.." teriak Alita membuat semua terdiam tidak terkecuali Alan.
"Alandra, putri mama" ucap Alita yang langsung membuka pintu dan masuk ke dalam, diikuti Ivan
"Lihat saja kau nanti" ucap Alan dengan tatapan mata sengitnya dan memasuki ruangan Alandra
Max hanya bisa menghela nafasnya, ia sudah tau akan seperti ini jika bertemu dengan pria arogan itu
Max hendak berjalan memasuki ruangan namun dengan cepat Alan langsung menutup pintu ruangan itu dan menarik pintu itu dengan kuat membuat Max menatap tidak percaya pada pria itu.
Andai saja ini bukan rumah sakit dan bukan keadaan seperti ini sudah ia yakin, iya akan meninju wajah pria arogan itu
"Max, bagaimana keadaan alandra? Apa dia baik baik saja?" Tanya Alita sembari melihat putrinya namun tidak mendengar jawaban dari Max
"Max?" Tanya Alandra dan berbalik ke belakang
"Alan? Sedang apa kamu?" Tanya Alita dengan kesal
"Mencegah pria gila masuk" ucap Alan dengan santai
"Alan biarkan dia masuk, atau mama akan menendangmu saat ini juga" ancam Alita dengan dingin membuat Raka yang mendengar ucapan mamanya itu langsung menelan salivanya dengan susah payah
"Bang mendingan lo lepasin deh . Bukan waktunya bercanda ini" bisik Raka membuat Alan menghela nafasnya dengan pelan dan melemahkan tangannya.
Dengan pelan, ia membuka pintu ruangan itu dan dapat ia lihat wajah Max, pria brengsek yang sangat ingin tidak ia temui
"Masuklah" ucap Alan dengan dingin
"Tadi gak boleh sekarang nyuruh masuk.. dasar pria aneh" ucap Max membuat Alan memelotkan matanya dengan tajam
"Max, masuklah.. ada yang ingin tante tanyakan padamu" ucap Alita
"Baik tante" ucap Max dengan sopan dan langsung memasuki ruangan tersebut, tidak lupa ia memberi ejekan pada Alan membuat pria itu menggenggam tangannya dengan kesal
"Awas saja kau Max" gumam Alan dengan kesal
*
*
Jangan lupa like, komen dan voteeee gaess