Remember

Remember
Airin



"Ma, apakah menurut mama itu tidak berbahaya? Melakukan pada Alandra dan Max seperti itu?" Tanya Alexa membuat Alita terkekeh pelan dan menatap menantunya itu


"Sayang, jangan khawatir.. meskipun hal ini terdengar ekstrim tetapi hal iniĀ  lah jalan satu satunya membuat mereka harus terpaksa menikah"


"Tapi ma, bukankah itu sangat berbahaya dan menjadi gunjingan jika sebuah bos besar memiliki skandal dengan sekertaris nya dan pasti jika kak Alan mengetahui nya ia pasti akan marah ma" ucap Alexa yang mengingat betapa emosiannya suami tercinta nya itu.


"Untuk itu, kita tidak boleh memberitahu mereka dan berpura puralah tidak mengetahui apa apa.. mengerti Alexa?"


"Heum, iya ma"


"Baiklah kita lanjut shopping lagi" ucap Alita dengan senang


"Loh, bukannya kita mau pulang yah ma? Kan kita sudah meninggalkan kak Alan terlalu lama ma" ucap Alexa dengam khawatir akan kemarahan suaminya itu


"Ehm..ehmm.. tentu saja tidak sayang.. kan mama sudah mengutus dua penjaga mama disana.. pasti Alan tidak akan marah.. oke.. sekarang kamu lupakan Alan dulu.. dan pikirkan apa saja yang ingin kamu beli.. okeeeyyy" ucap Alita membuat Alexa mengangguk ragu.


Di Mobil Alan,


"Oh astaga, jangan mendekat dengan mobil mereka Alan.. bisa bisa kita akan menjadi babi guling malam ini" ucap Ivan yang ketakutan


"Papa aja sono babi guling, raka mah ogah.. lagian babi itu haram pa.. masa iya papa nyamain kita menjadi babi.. aneh banget sih papa"


"Eh iya yah babi haram.. kambing guling kalau gitu... Lupa papa kalau babi itu haram.. soalnya enak sih, eh?"


"ASTAGHFIRULLAH PAPA... PAPA PERNAH MAKAN BABI?" teriak Raka dengan terkejut


"Ya enggak Raka.. itu om Hans yang bilang enak.. mana mungkin papa makan babi.. gila kamu" ucap Ivan dengan kesal pada anaknya itu


"Udah udah jangan ribut napa sih.. udah tau kita lagi ngebut ngejar mama kalian malah sibuk dengan babi dan kambing" ucap Alan dengan kesal membuat keduanya terdiam


"Kamu sih ka, marahkan beruang" ucap Max melalui kontak mata sedangkan Raka yang melihat mata papanya itu memahami apa isi dari tatapan itu


"Yee.. papa juga yang heboh disamping beruang"


"BERHENTI BERBICARA DENGAN TATAPAN MATA... KARENA AKU TAU ISI DARI TATAPAN MATA KALIAN" ucap Alan dengan kesal dan menginjak gas mobilnya untuk mengejar mobil mama dan istrinya itu


*


Ting..


Pintu lift terbuka membuat Max memapria lift dan diikuti Alandra namun dengan cepat Max memberikan tanda membuat Alandra tidak mengerti akan maksud bosnya


"Apa kau tidak melihat ini adalah lift ku, itu lift mu.. gunakan saja lift mu itu" ucap Max dengan sarkas membuat Alandra rasanya ingin menggaruk wajah Max dengan kasar namun ia hanya bisa menghela nafasnya


"Tapi tuan bos, sayakan satu lantai sama anda" ucap Alandra dengan sopan


"Keluarlah" usir Max membuat Alandra dengan kesal pergi ke lift lain


"Dasar gila.. tidak ada angin, hujan tiba tiba saja gila"gumam Alandra dan mengambil ponselnya dari saku roknya Kemudian memasuki lift, namun disaat gadis itu ingin menutup pintu.. tiba tiba muncul sosok Airin membuat Alandra terkejut


"A-airin?" Ucap Alandra


Airin menarik sudut bibir nya dengan aorgan, dengan cepat ia menekan tombol jeda pintu lift tersebut... Ia menatap Alandra dengan tatapan membunuh


"Karena kau Alandra.. karena kau kakakku membuangku Alandra"


"Hah? M-maksudnya?" Ucap Alandra tidak mengerti


Dengan cepat, Airin langsung mengambil pisau dari balik jaketnya dan menusuk perut Alandra


"Ini untuk pembalasanku, karena kau menghancurkan semuanya" bisik Airin dan langsung berlari meninggalkan Alandra yang langsung terjatuh di lantai lift


"tol-ong" lirih Alandra dengan lemah dan pingsan.


"AAAAAAA.... ADAAA ORANG YANG BERDARAH...TOLONGGGG" teriak seorang wanita yang saat ingin memasuki lift namun menatap Alandra yang sedang terbaring dengan darah yang keluar dari perutnya.


*


*


Halo semua, maafkan aku yah karena updatenya gak teratur... Jadi author Sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah karena ini sudah diakhir semester :( jadi maafin author yah gaess.. terimakasih


Tetap like, komen dan voteeee