Remember

Remember
Kabar yang mengejutkan



Max menatap arlojinya sembari berjalan mondar mandir... Ia tidak mengerti mengapa Alandra belum datang juga ke kantornya, apakah gadis itu sedang membolos? Jika benar ia akan menghukum sekertaris nya itu nanti.. lihat saja jika gadis itu bolos dengan seenak nya ia akan mengadukan pada mamanya mengenai sekertaris pilihan mamanya itu


Tringg..tring..


Max menoleh ke arah bunyi telepon, dengan malas ia menekan salah satu tombol di telepon


"Selamat siang pak, saya dari resepsionis ingin memberitahu bapak bahwa nona Alandra sekertaris bapak sedang dibawa ke rumah sakit karena nona Alandra ditemukan di dalam lift dengan adanya darah akibat tusukan pisau pak"


Deg...


Deg...


Deg ...


Dengan cepat, Max langsung menutup teleponnya dan mengambil jas nya.


Ia langsung memasuki lift setelah pintu lift tersebut terbuka. Dirinya benar benar tidak percaya dengan ucapan resepsionis tersebut... Jika saja pegawainya itu bohong maka ia akan memecat pegawai itu hari ini juga


Ting..


Pintu lift terbuka membuat semua orang yang sedang menatap lift dimana tempat Alandra tadi kemudian menatap Max dengan takut


Max berjalan ke arah lift, dan dapat ia temukan adanya bekas darah di lantai lift itu.


Dengan cepat ia langsung berlari keluar kantornya dan mengambil mobilnya menuju ke arah rumah sakit dimana Alandra berada.


*


Di lain sisi,


Drt..drt..


"Iya Mr. X ada apa?" Tanya Alan saat mengendarai mobilnya


"Tuan, saya mendapatkan kabar bahwa nona Alandra sedang dilarikan ke rumah sakit akibat adanya luka tusuk di perutnya"


Ckitt...


"APAAA!!!" Teriak Ivan dengan terkejut saat mendengar putri kesayangannya itu


"Siapa yang menusuk Alandra?"


"Saat ini kami sedang mencari tersangkanya tuan"


"Cari sampai dapat... Dan bawa dia ke hadapanku Mr. X" ucap Ivan dengan emosi


Alan mencengkram stirnya dengan kuat... Ia bersumpah akan menghancurkan orang yang berani mengganggu keluarganya.. siapapun itu"


Alan langsung memutar mobilnya menuju rumah sakit keluarga Scott


Ivan mengambil ponselnya dengan gemetar, ia benar benar tidak sanggup ingin mengatakan berita ini pada istrinya itu


"Halo sayang, ada apa?"


"Ma.."


"Raka? Kenapa hp papa kamu ada di kamu? Papa gak kenapa napa kan sayang?"


"Ma.. kak Alandra dilarik ke rumah sakit karena ditusuk orang ma"


"APAAAAA!!!" ucap Alita yang tanpa sadar menutup mulutnya dan menangis


"Sekarang kakakmu dibawa kemana? Kasih tau mama Raka"


"Di bawa ke rumah sakit keluarga Scott ma"


"Baiklah" ucap Alita yang menutup ponselnya


"Ada apa ma?"


"Bawa kami ke rumah sakit scott" perintah Alita


"Ma?"


"Alexa... Alandra dilarikan ke rumah sakit karena ada orang yang melukainya nak" ucap Alita yang menangis sesegukan


Dengan cepat, Alexa langsung memeluk mama mertuanya itu.


"Hikss... Putriku yang malang" ucap Alita sembari menangis khawatir.


*


*


Rumah sakit


Max berlari dengan cepat menuju ruangan ICU, saat ini iya tidak perduli akan panggilan teman temannya.. yang iya perduli kan adalah melihat wajah Alandra, sekertaris cerobohnya itu


Max menatap ke sekeliling ruangan Icu dan dapat ia lihat Alandra, sekretaris nya itu.. dengan cepat ia langsung berlari menuju ke arah gadis itu


"Biar saya yang menangani ini" ucap Max tiba tiba membuat semua orang terkejut


"Max?" Ucap dokter wanita yang hendak menangani Max


"Biar aku saja Sherly.. kau bisa menolong yang lain" ucap Max dengan kekeh dan langsung mengambil sarung tangan beserta peralatan obat untuk menangani luka Alandra


*


*


Genggsss jangan lupa like, komen dan voteee dadada...