Remember

Remember
perkelahian (2)



"huhu.. suami ku sayang.. kau tidak apa apa kan?" Tanya Charlotte dengan khawatir


"Tidak sayang.. aku gak papa kok.. hanya luka dikit aja.. ini" ucap Alward sembari menampilkan sebuah goresan yang sangat kecil dan tipis bahkan jika tidak dilihat terlalu dekat, orang orang tidak akan tau itu


"Ini kenapa yah pak dengan anak saya?" Tanya Alita dengan heran


"Kamu gak papa kan?"tanya Alexa dengan khawatir saat melihat sudut bibir suaminya yang berdarah


"Begini ibu, anak ibu memukul suami nyonya ini dengan tiba tiba dan bahkan ini ada bukti dari cctv di cafe tersebut" ucap Polisi sembari memberikan rekaman yang berisi dimana Alan memukul wajah pria asing itu dengan tiba tiba


Alita menatap tajam Alan, dapat ia lihat putranya itu hanya terdiam dengan tatapan datar


"Apa kau mengira dia Max?" Tanya Alita dengan tatapan kesal membuat Alan hanya terdiam


"Jawab Alan" ucap Alita dengan nada menekan dan menampilkan wajah mengerikan membuat Alward terkejut sedangkan Charlotte, wanita itu sudah biasa melihat pemandangan yang seperti ini saat kecil dimana ia bermain dengan Alan dan Alandra


"Iya" ucap Alan dengan datar dan dingin


Alita menghela nafasnya dengan kesal dan menatap Alan dengan tatapan membunuh lalu menatap kearah korban yang telah dipukuli putranya itu


"Tau gak, kalau diatas kak Alan ada Tante Alita.. tante Alita kalau udah marah ngalah ngalahi singa betina.. bahkan kak Alan pernah digantung sama Tante Alita karena mencuri mangga pak RT" Bisik Charlotte membuat Alward menelan salivanya dengan susah payah


"Apa om Ivan tau?" Tanya Alward dengan takut


"Heum... Tau sih..  tapi om Ivan diam aja karena ia tau kalau Tante Alita itu selalu menekankan perbuatan yang benar.. jika salah yang langsung marah"


"Minta maaf Alan" bisik Alita dengan penuh tekanan pada Alan membuat Alan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan bersama dengan Alita


"Saya minta maaf dengan setulusnya atas apa yang dilakuin oleh anak saya" ucap Alita sembari menundukkan tubuhnya


"Saya minta maaf atas apa yang saya lakukan" ucap Alan yang juga ikut membungkuk


"Sebagai gantinya, ini kompensasi yang kami berikan untuk biaya pengobatan suami anda" ucap Alita sembari memberikan sebuah amplop yang berisi cek


Wanita yang di depan Alita langsung mengambil amplop tersebut dan membukanya. Dan langsung menatap suaminya


"Ini masih kurang untuk kerugian yang telah anak anda perbuat.. apa Anda tau wajah tampan suami saya menjadi lebam akibat pukulan anak anda"


Alita menarik nafasnya dan tersenyum terpaksa "untuk itu kami memberikan ini sebagai kompensasi meskipun ini tidak seberapa"


"Ini sangat sangat kurang... Apa anda tau uang segini hanya untuk pengobatan suami saya saja belum lagi treatment nya"


Charlotte menatap terkejut ke arah wanita yang sedang berbicara di depan tante nya itu..


"Terima saja uangnya.. kau akan menyesal jika tidak menerimanya" gumam Charlotte dengan kecil membuat Alward menatap istri nya itu dengan heran


"Baiklah, anda tidak mau ini?" Tanya Alita yang dibalas anggukan wanita itu dengan angkuh.


"Kembalikan uangnya" ucap Alita yang langsung menarik amplop tersebut dari tangan wanita itu.


"Bapak lihat, saya sudah memberikan kompensasi untuk mereka namun mereka menolaknya.. jadi saya pamit pulang dulu" ucap Alita dengan sopan kepada polisi


"Ayo kita pulang" ucap Alita membuat wanita tersebut menatap terkejut ke arah Alita


"W-what? Kalian gila yah.."


"Hei.. kau mengatakan apa? Yang jelas dong kalau ngomong"


"Udah ye... Bye orang gila.." ucap Alita yang pergi begitu saja membuat wanita itu marah


"Hei.. mana tanggung jawab kalian?"


"Diam lu.. bac*t" ucap Alita dan pergi begitu saja sedangkan Charlotte ia hanya terkekeh geli melihat tingkah laku Tantenya itu


*


M.S Coffe


"Kau duduk disini dulu" ucap Max yang menyuruh Alandra duduk di sebuah meja membuat gadis itu menatap aneh pria di depannya


"Apa kau yakin kopi disini enak? Lihatlah tokonya sangat sangat sepi" bisik Alandra


"Sudahlah, kau coba saja nanti.. tunggu disini"


" Eh mau kemana?"


"Kau bantu pegang jas ku" ucap Max yang membuka jasnya dan memberikan pada Alandra membuat gadis itu menatap aneh Max namun ia masih saja mengikuti ucapan pria di depannya ini


"Aku akan membuatmu kopi" ucap Max yang sudah memakai celemek dan sedang berkutik dengan alat penyeduh kopi membuat Alandra menatap tak percaya pria tersebut


"Kau yang membuat kopinya?"


"Tentu saja.." ucap Max dengan santai


Alandra langsung bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Max


"Kau gila? Bagaimana jika pemiliknya marah?" Tanya Alandra yang masih tidak mengerti dengan pikiran bosnya


"Tenang saja, bosnya tidak akan marah .. aku sudah izin padanya.. sekarang kau duduk saja ... Aku akan membuatkan mu kopi" ucap Max membuat Alandra terpaksa kembali ke tempat duduknya dan menatap Max dari jauh.


Tampak Max sangat tampan saat dirinya sedang fokus membuat kopi


"Sangat tampan" gumam Alandra tanpa sadar


Drt ...drt...


Kak riki is calling...


Alandra menatap ponselnya sebentar dan menatap ke arah Max, dapat ia lihat pria itu masih berkutik dengan pembuatan kopi


Alandra mengambil ponsel nya dan menekan tombol hijau di ponselnya itu


"Halo?"


*


*


Halo... Jangan lupa like dan komen dan vote