
Brukk
Alandra menutup matanya kala ia terjatuh diatas tubuh Max, sedangkan Max.. pria itu menatap wajah Alandra dengan diam.
Alandra membuka matanya dengan pelan, dan betapa malu dirinya kala saling bertatapan dengan Max
"Eh maaf" ucap Alandra yang langsung bangkit dengan wajah memerah padam
Max juga bangkit dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk menghilangkan kekikukan diantara mereka
"aduh Andra napa pakek jatuh segala sih" batin Alandra
"UNCLE..UNCLE" teriak Rain membuka Alandra dan Max menatap ke arah Rain dengan heran
"Ada apa sayang?"
"Uncle, mommy kesini mau jemput Rain, kata mommy kami mau pergi bersama yeyyy" teriak Rain dengan senang membuat Max menatap aneh keponakannya. Untuk apa sepupunya itu menjemput keponakannya? bukan ia mengatakan bahwa ia sedang sibuk hari ini?
"apa itu benar?" tanya Alandra dengan heran
"ntahlah, aku tidak tau" ucap Max membuat Alandra memutar bola matanya dengan malas.
"Rain" teriak seseorang yang tak lain adalah Angela membuat Max dan Alandra terkejut
"Angela? sedang apa kau disini? bukankah kau sedang sibuk? makanya kau menitipkan Rain dan juga kenapa kau tiba-tiba datang?" tanya Max membuat Angela terkekeh pelan
"maafkan aku mengganggu waktu kencan kalian, tetapi Max aku sudah menelpon berulang kali namun kau tidak menjawabnya"
Max mengambil ponselnya dari saku celananya dan betapa terkejutnya ia saat melihat beberapa notifikasi panggilan dari Angela
"selamat bersenang-senang.. kalau begitu kami pamit dulu" teriak Angela dan langsung menarik tangan Rain meninggalkan Alandra dan Max
"mau duduk?" tanya Max membuat Alandra mengangguk pelan.
Alandra mendudukkan pantatnya di atas pasir sembari menikmati ombak pantai dan diikuti Max yang duduk bersebelahan dengan Alandra
"apa kau suka?" tanya Max yang langsung dibalas anggukan Alandra membuat Max menarik sudut bibirnya
Di lain sisi,
GUBRAKKK....
"TIDAK BISA DIBIARKAN.. BISA BISANYA CECUNGUK ITU DEKATI ALANDRA" teriak Alan penuh dengan emosi membuat Alita yang sedang merapikan kukunya menatap datar putranya itu
"mau temui Max ma.. mau beri pelajaran.. bisa bisanya dia dekati Alandra... kalau gak gara gara Max Alandra pasti tidak ditusuk orang" ucap Alan dengan berkobar-kobar
"duduk Lan" ucap Alita sambil menyeruput jus jeruk yang ada di depannya saat ia telah menyelesaikan kegiatan merapikan kukunya
"Tidak ma.. Alan-"
"duduk atau kamu tidak bisa melihat Alexa melahirkan"
byurrrr...
"YA ALLAH INI ANAK JOROK BENER" teriak Ivan dengan kesal saat Raka tanpa sengaja menyemburkan minumannya dari mulutnya
"maksud mama kak Alexa hamil?" teriak Raka dengan wajah senang
Alan menatap kearah mamanya dengan bingung dan langsung menatap kearah istrinya itu
Alexa mengangguk malu membuat Alan langsung memelototkan matanya dan dengan cepat ia langsung bergegas mendekat kearah Alexa dan mencium istrinya itu dengan bertubi-tubi
"idihh... ingat ANAK OM DI PERUT" teriak Raka membuat Alan menatap Raka dengan tajam
"Papa tau kak Alexa hamil?" Bisik Raka yang dibalas anggukan Ivan
"Kok papa gk ada kasih tau Raka?"
"Malas, soalnya mulut kamu 11 12 sama ember bocor pak RT kita" ucap Ivan dengan santai membuat Raka mengerucutkan bibirnya
"Oke semua karena kita bakalan nambah anggota baru gimana kalau kita rayakan ini dengan mama masak trus ngundang-"
"Gak usah ma, biar kak Alan aja yang beli makanan dari luar.. iyakan kak Alan?" Ucap Raka dengan pelototan tajam berharap kakaknya ini mengerti dengan ucapannya
"Ti-"
"Iya ma benar yang dibilang Raka... Alan dong traktir makanan.. kapan lagi ngerasain duit dari papa muda" timpal Ivan
Alan menghela nafasnya dan mengangguk dengan terpaksa
"Iya ma, kita beliin makanan aja.. capek capek banget mama masak.. mama mendingan hubungi grup ghibah mama.. biar datang kesini trus makan malam sama" bujuk Alan membuat Alita berpikir sebentar
"Baiklah kalau gitu .. pesan makanan yang enak" ucap Alita yang senang dan langsung mengambil ponselnya
"Akhirnya, selamat" ucap Raka dengan pelan yang dibalas anggukan setuju Ivan.