
Malam Hari
Alandra berjalan dengan malas ke arah kamarnya, hari ini benar benar sangat penat baginya.. bagaimana tidak? seheboh-hebohnya dirinya saat berbelanja lebih heboh lagi mamanya Max saat berbelanja.
drtt...
"aigooo siapa lagi ini yang ganggu" gumam Alandra dengan kesal dan meraba ponselnya saat dirinya sudah membaringkan tubuhnya
From : Max Si Bos Besar
ingat, besok kau harus datang cepat... karena besok akan ada pertemuan dengan rekan bisnis ku yang dari Indonesia
"DASAR PRIA GILA...KENAPA DIA HARUS MENGATAKANNYA TIBA TIBA... AIGO... ANDAI SAJA AKU YANG BOS SUDAH KU BEJEK BEJEK DIA" ucap Alandra dengan kesal
drtt...drtt..
"ASTAGHFIRULLAH SIAPA LAGI INIIIIII" ucap Alandra dengan kesal dan mengambil ponselnya yang sedang berdering.
"Alan?" gumamnya dengan heran dan menekan tombol hijau di ponselnya
"halo?"
"ANDRAAA...HMPHHHHH"
"woii ALAN woii kauu kenapaa woii?"
"ah, halo sayanggg...."
"mama? kenapa pakai telepon Alan?"
"ah ini mama rindu... ah udh yahh mama tau kamu capekk pasti kamu mau tidur.. klo gitu good night sayanggg" ucap Alita yang langsung mematikan ponselnya sepihak membuat Alandra menatap heran mamanya.
"Ada apa dengan mereka sih?" Gumamnya namun tidak terlalu memikirkan hal tersebut.
Dilain sisi,
Semua menatap Alan dengan tajam, kalau bisa dibayangkan saat ini Alan bagaikan seorang pencuri yang ketahuan yang dikelilingi beberapa polisi polisi.
"Sudah mama katakan jangan menelfonnya" ucap Alita dengan marah membuat Ivan langsung memijat pundak istrinya itu dengan pelan. "Sabar ma sabar.. org sabar jadi kaya" ucap Ivan membuat Alita melirik suaminya dengan tajam
Alan menghela nafasnya dengan kesal, apa keluarganya tidak ingat betapa buaya daratnya pria bernama Max itu.
"Eittt tunggu dulu jangan debat dulu pemirsa...makan milkita dulu.. 1 permen milkita setara 10 gelas susu" ucap Raka sembari memberikan satu permen satu orang.
Plakk....
"Kamu tau serius kan? Kamu gak lihat mama kamu dah kek macan gitu? Aura nenek sihirnya keluar" bisik Ivan membuat putranya itu menatap ke arah mamanya sembari mengelus kepalanya yang sakit.
"EMANG MAMA KEK NENEK SIHIR PA?" Ucap Raka dengan pura pura polos membuat Alita langsung menatap ke arah Ivan membuat Ivan terkejut dan rasanya saat ini ia sangat susah menelan salivanya.
"Astaghfirullah memang anak butut ini"
"Apa yang kamu bilang tadi mas?"
"Ah gak ad-"
"Mama dibilang papa mirip macan trus aura nenek sihirnya keluar.. gitu sih.. iyakan pa?" Tanya Raka membuat Ivan memelototkan matanya dengan tajam ke arah Raka
Alan menatap ke arah adik dan papanya dengan datar, dan dengan cepat ia langsung berjalan keluar membuat Alita, Ivan dan Raka menatap tidak percaya akan abangnya itu.
"Alan kamu mau kemana?" Tanya Alita yang hendak mengejar namun dengan cepat langsung ditahan Ivan.
"Biar Alexa aja ma" ucap Alexa yang dibalas anggukan mengerti Alita.
*
Alan duduk di sebuah bangku taman sembari menatap bulan sesekali iya menghela nafasnya dengan lelah...
Ia benar benar tidak mengerti dengan keluarga nya itu, bagaimana bisa keluarganya itu sangat senang saat mengetahui kembarannya itu sedang dekat dengan seorang bajingan.
"Indah bukan kak?" Ucap Alexa yang tiba tiba datang dan langsung duduk tepat di samping suaminya.
Ia melirik ke arah suaminya itu, rahang yang tegas, wajah yang tampan namun di dalam matanya tersorot sebuah kekecewaan dan kekhawatiran.
"Kenapa belum tidur? Heum?" Ucap Alan membuat Alexa tersenyum dan menyandarkan kepalanya tepat di bahu kokoh Alan
"Aku tidak bisa tidur, di saat suamiku saja disini dan tidak membacakan dongeng untukku" ucap Alexa dengan manja membuat Alan tersenyum dan mencium pipi istrinya itu.
Memang setiap malam Alan membaca kan dongeng untuk istrinya itu dan itu sudah merupakan rutinitas dirinya setiap malam
"Alexa... Apa kau setuju Alandra dekat dengan Max?" Tanya Alan membuat Alexa menatap suaminya dengan dalam dan tersenyum manis
"Tentu saja, aku sangat setuju.. aku yakin kak Max bisa menjaga Alandra" ucap Alexa
"Tapi seorang bajingan, bahkan kau saja pernah dibuat menangis oleh nya" ucap Alan dengan sorot mata marah sekaligus kecewa
"Kak Alan, itu adalah dulu... Dan waktu itu waktu dimana kami masih labil dan belum dewasa.. lagipula saat aku bertemu kak Max lagi dia sudah berubah.. dan sudah dewasa dan tidak mungkin melakukan hal bodoh itu lagi" ucap Alexa
"Tapi-"
"Kak, kita tidak tahu jodohkan? Lagipula jika seandainya Alandra dan kak Max bersama aku yakin mereka bisa menjadi pasangan yang mencintai satu sama lain seperti hal nya pasangan yang lain"
"Alexa-"
"Aku tau kakak khawatir, tetapi bisakah kakak memberikan sedikit saja kepercayaan kepada Max? Aku yakin semua hal buruk tentang kak Max akan hilang jika kakak melihat perubahan kak Max yang sekarang" ucap Alexa
"Alexa, mendekatlah" ucap Alan membuat Alexa mendekat ke arah suaminya itu dengan polos dan dengan cepat Alan langsung mencium bibir Alexa membuat gadis itu membulatkan matanya dengan terkejut
"Kak Alan... Disini ada mama sama papa... Nanti kelihatan gimana" ucap Alexa membuat Alan menarik sudut bibirnya
"Baiklah kalau begitu kita ke hotel saja.. biarkan mereka menginap disini" ucap Alan dan langsung menggendong Alexa dengan cepat
"Kyaaa... Kak Alan turuni nanti dilihat mama" bisik Alexa
"Biar aja.. kan gendong istri sendiri" ucap Alan dan berjalan ke arah mobilnya dengan santai sembari menggendong Alexa di tangannya
"Dasar kak Alan" ucap Alexa sembari menyembunyikan wajahnya di dada Alan.
*
*
Jangan lupa like, komen dan vote 🙂💓💓💓