
"Max" gumam Alandra kala melihat Max yang sedang berdiri tepat di hadapan Alan
Sedangkan Alan, pria itu saat ini sedang ditahan oleh Ivan dan Hans
Alandra berlari mendekat ke arah Max dan langsung merangkul lengan pria itu membuat Alan membulatkan matanya dengan lebar
"Alandra apa yang kamu lakukan? Kamu tau kan dia-"
Alandra memutar bola matanya dengan malas, dengan cepat ia langsung menarik pipi Max dan menciumnya tepat dihadapan semua orang
"Astaghfirullah terlalu barbar" gumam Charlotte dengan terkejut
"Alan, dan semuanya yang ada disini.. Alandra ingin memperkenalkan Max dengan resmi.. Max sekarang adalah pacar Alandra.. Andra gak mau ada penolakan.. karena ini pilihan Andra.. apapun yang Andra inginkan itu hidup Andra"
"Tapi kamu tau dia-"
"Lan, semua orang bisa berubah.. dan gue yakin Max juga berubah.. gue gak mau tau apapun dari omongan lo.. gue tetap akan milih Max.. karena pacar gue sekarang adalah Max" ucap Alandra dengan lancang membuat Max yang awalnya terpaku akibat ciuman dari Alandra langsung tersadar
Max menarik tubuh Alandra dan membuat gadis itu mendekat ke arahnya.
"Ada apa narik narik.. malu oii" bisik Alandra membuat Max menarik sudut bibirnya dengan pelan
"Disini saya datang ingin memperkenalkan diri saya secara langsung kepada anda tuan Angkasa dan nyonya Angkasa.. saya Max pacar Alandra.. dan juga saya ingin berbicara dengan kalian secara serius mengenai hubungan kami" ucap Max membuat Alandra menatap aneh Max
Ada apa dengan pria ini, apa pria ini sedang tidak waras?
"Mari masuk saja Max, kita bicarakan di dalam" ajak Alita membuat Alan mendecak kesal namun ia hanya bisa pasrah
Bagaimana bisa ia melawan kembarannya ini jika yang dikatakan kembarannya adalah hal benar.. bahwa itu adalah hidup Alandra sendiri dan dia tidak berhak untuk ikut campur
"Ah iya, gak enak ngomong diluar.. ayo" ucap Elena dan Tara membuat semua orang memutuskan untuk kembali masuk ke rumah
Max hendak masuk ke rumah namun dengan cepat Alandra menarik tubuh pria itu
"Bukannya kamu tadi di apartemen?kok bisa disini?" Tanya Alandra dengan heran
Max menatap dalam Alandra dan meletakkan rambut Alandra ke belakang telinga gadis itu
"Kamu akan tau apa yang ingin aku katakan" bisik Max membuat jantung Alandra berdetak kencang.
"Ini ada apaan sih? Kenapa perasaan gue gak enak gini?"
*
Alan menatap Max dengan tatapan mengerikan, namun bukannya takut, Max semakin menggenggam tangan Alandra dengan erat membuat Raka yang sedang melihat itu langsung menatap drama itu dengan wajah senang.
"jadi-?" tanya Ivan dengan wajah serius
Max melepaskan genggaman tangannya dari Alandra membuat gadis itu menatap aneh pria di sampingnya.
"mau ngapain hei?" bisik Alandra membuat Max hanya menoleh sekilas dan menampilkan senyum kecilnya
Max menatap Ivan dengan wajah serius, membuat Ivan dan Max saling tatap-tatapan tidak mengerti dengan pria bule di depannya ini.
"ya Tuhan laki gue" batin Charlotte dengan wajah terkejut
"Alward" ucap Alandra dengan terkejut dan langsung mengambil tisu dan mengelap wajah Max
"eh sorry... gue gak sengaja" ucap Alward yang langsung dengan gercep mengambil tisu.
Ivan dan Hans yang menatap kejadian itu saling menyubit diri mereka untuk menahan tawa yang akan keluar dari mulut jahanam mereka.
"aku yakin lo bisa menahannya"bisik Hans yang dibalas anggukan ragu Ivan
"kamu gak papa kan? ihh jorok banget sih Alward ini" Ucap Alandra dengan kesal
"Ya maap ndra, namanya terkejut" ucap Alward
Ivan berdehem sebentar dan kembali fokus namun rasanya ia ingin tertawa keras saat ini.
"Kalau gak kuat lo, gue temani ketawa keras di luar" bisik Hans membuat Ivan mengangguk setuju
"Sebentar, papa ingin berbicara dengan om Hans" ucap Ivan dengan datar.
Ivan berjalan duluan diikuti oleh Hans. Membuat semua orang menatap kepergian kedua pria itu
"Makan nak.. makan" ucap Alita yang dibalas senyuman Hans
*
Taman luar
Buahhhakkk... Demi apa gue nahan tawa aja lihat kelakuan mantu lo" ucap Ivan yang langsung tertawa keras
"Lo ketawa apalagi gue.. btw lo setuju gak si Max nikah sama Alandra?" Tanya Hans membuat Ivan yang sedang tertawa langsung menghela nafasnya dengan kasar
"Ntahlah, gw bingung.." ucap Ivan membuat Hans menepuk pundak Ivan dengan pelan
"Akhirnya lo galau juga hahahhaa... Sok iye sih lu, dulu ngejek ngejek gue nangis" ejek Hans membuat Ivan langsung menjitak kepala temannya itu
"Serius gue, gimana menurut lo? Gue bimbang" ucap Ivan dengan raut wajah serius membuat Hans langsung mengubah raut wajahnya menjadi serius kembali
"Semua keputusan ada di tangan Alandra bro, kalau lo nolak bisa aja tuh anak gadis lo kawin lari.. kalau lo nerima tapi Alandra belum siap.. mau apa dikata?" Ucap Hans membuat Ivan mengangguk mengerti
"Benar juga yang lo kata, kok bisa jalan pikir lo jernih?"
"Ya iyalah, habis kenak cipratan air jampi jampi Alward" ucap Hans dengan nada terkekeh geli
"Sialan lo"
"Haloo bestii" ucap Raka yang tiba tiba muncul dari belakang membuat Hans dan Ivan menatap pria itu dengan datar
"Idih.. santuy aja kali bapak bapak lihat saya, saya kesini atas suruhan nyonya besar untuk memanggil bapak bapak ke dalam.. lagian ada tamu ditinggali" ucap Raka dan langsung kabur sebelum mendengar balasan dari Hans dan Ivan.
"Ayo bro, lo bisa" ucap Hans menguatkan Ivan membuat Ivan mengangguk paham