
"apa kau selalu melakukan bolos kerja seperti ini?" Tanya Alandra sembari menikmati eskrim yang ada di tangannya.
"Tidak, hanya hari ini dan pertama kali bagiku aku merasakan bolos kerja"
Alandra menatap terkejut Max, ia benar benar tidak menyangka akan pendengar nya ini.
Berarti dia adalah orang pertama yang membuat sang gila bekerja menjadi pembolos bekerja?
"Demi apa? Seriously?" Tanya Alandra dengan tidak percaya. Max menoleh ke arah Alandra dan mengalihkan pandangannya ke arah ombak pantai.
"Ternyata bolos kerja itu enak yah" ucap Max dengan kekehan kecil sembari mengingat bagaimana dirinya yang selalu gila bekerja dalamĀ menyibukkan dirinya agar tidak terlena akan perasaan menyesalnya.
"Keknya gue perlu diberi penghargaan ini" gumam Alandra membuat Max menoleh ke arah Alandra dengan datar.
"Kenapa kau suka sekali menggunakan bahasa yang tidak ku mengerti?" Ucap Max dengan kesal.
"Hahaha... Makanya belajar dong" ucap Alandra dengan ekspresi mengejek membuat Max hanya bisa menghela nafasnya.
"Baiklah, aku mengatakan.. mungkin aku bisa mendapatkan penghargaan"
"Penghargaan? Karena apa? Karena bolos bekerja?" Tanya Max dengan tampang polosnya membuat Alandra tertawa keras
"Ya Ampun gemuynya" ucap Alandra yang tanpa sadar langsung mencubit kedua pipi Max membuat Max terkejut dan dengan sigap Alandra langsung melepaskan tangan nya.
"Ya Ampun malunya" batin Alandra yang tersadar akan kebodohannya. Sedangkan Max, tanpa sadar pria itu tersenyum melihat tingkah malu malu Alandra.
"Ehem, sorry.. gak bermaksud" ucap Alandra yang menggaruk lehernya dengan kikuk.
"Kenapa kau pantas mendapatkan penghargaan?" Tanya Max dengan cepat agar menetralkan suasana yang canggung.
"Karena aku bisa membuat seseorang gila kerja menjadi bolos kerja.. wlee" ucap Alandra dan langsung berlari membuat Max tertawa kecil dan langsung mengejar Alandra.
"Sini kamu Alandra" ucap Max
"Tangkap aku" ucap Alandra dengan tawa kecil nya.
Dilain sisi...Airin menatap kedua orang itu yang sedang kejar-kejaran, ia meremuk foto yang berisi foto Alandra.
"Sial, Alexa sainganku sudah pergi.. dan ada saingan baru lagi.. lihat saja.. Max harus menjadi milikku apapun itu" gumam Airin dengan marah dan pergi meninggalkan pantai.
*
*
Indonesia
Alita menatap bola basket yang sedang ia pegang.
"Apa mas yakin mau main sama aku?" Tanya Alita
"Tentu saja, kamu tau.. gini gini mas dulu kapten basket.. yang disukai ciwi ciwi" ucap Ivan dengan bangga membuat Alita menatap datar Ivan
"Heheh canda sayang.. meskipun gitu mas tetap cinta kamu kok" ucap Ivan dengan cengengesannya
"Kalau kamu kalah, kamu yang mas kurung di kamar" ucap Ivan dengan senyum devilnya
Takk..
"Yess.. masuk" ucap Alita dengan sekali shot membuat Ivan menatap kaget istrinya itu.
"Ya Allah istri gue... Semua bisa dilakuin nya, ngangkat galon bisa, maen basket bisa, manjat pohon bisa, cuman satu yang kagak bisa.. yah masak" batin Ivan saat melihat Alita yang sedang tersenyum bangga.
"Gimana mas? Aku udah bisa ke London kan" ucap Alita dengan senang.
"Eh, mana boleh.. itu curang namanya" ucap Ivan yang tidak terima
"Aku pulang" ucap Raka dengan lesu membuat Alita dan Ivan saling tatapan.
"Dia kenapa mas?" Tanya Alita yang heran
"Brother kenapa kamu?" Tanya Ivan membuat Raka menoleh ke arah orang tuanya dengan lesu.
"Kenapa papa disini? Papa gak kerja?" Tanya Raka dengan heran.
"Yah namanya bolos, suka suka ati papalah.. wong kantor kantor papa sendiri" ucap Ivan dengan santai.
Raka menatap datar Ivan dan menghela nafasnya.
"Kenapa kamu sayang?" Tanya Alita yang langsung mendekat ke arah putra nya itu.
"Mama, Raka boleh tanya gak?" Tanya Raka membuat Alita mengangguk.
"Kenapa Raka Jomblo?" Tanya Raka dengan tatapan polos membuat Alita dan Ivan saling tatap-tatapan dan tertawa keras.
"Anakmu ini mas" ucap Alita sembari tertawa
"Anak kita berdua sayang" ucap Ivan yang ikut tertawa juga.
"Dahlah sama aja" ucap Raka dengan kesal dan langsung masuk ke dalam rumah membuat Ivan dan Alita tidak berhenti tertawa.
"Haha lucu banget ya Allah anak orang" ucap Alita.
"Gitu gitu anak kita juga sayang.." ucap Ivan yang ikut tertawa juga.
Takk...
"Yes, masuk" ucap Ivan yang langsung memasukkan bola kedalam ring membuat Alita memberhenti kan tertawanya dan menatap Ivan.
"Mas Ivan!!!"
*
*
Haii gaes.. jangan lupa like, komen dan vote...