
"aland-"
"Sedang apa kau disitu?" Teriak Alandra sembari memakan cemilan membuat Max langsung menoleh ke arah sumber suara dan menatap terkejut Alandra.
"Lah itu kau? Lalu gadis ini?" Tanya Max sembari menunjuk seorang gadis yang dihadapannya
"Yah mana ku tau" ucap Alandra dengan santai.
"Dokter Max... Tidak jadi menciumku?" Ucap seorang wanita yang dihadapan Max dengan tiba tiba.
"Ap-pa?" Tanya Max dengan terkejut dan dengan reflek langsung berjalan mundur.
Alandra yang melihat drama di depannya saat ini dengan reflek langsung tertawa kecil saat melihat ekspresi wajah Max yang begitu lucu.
"Maaf salah orang" ucap Max dengan kikuk
"Dokter Max.. kau tidak jadi menciumku kah? Oh dokter Max" ucap wanita itu dengan genit membuat Max langsung menelan salivanya dengan susah payah.
Sedangkan Alandra, gadis itu masih sibuk tertawa saat melihat drama yang menyenangkan di depannya ini.
"Dokter Max" ucap wanita itu sekali lagi dan dengan cepat Max langsung berlari dan menggenggam tangan Alandra membuat gadis itu langsung ikut berlari.
"Dokter Max"
*
*
"Hah..hah... Apa kau gila? Kenapa kau juga mengajakku berlari?" Tanya Alandra dengan kesal dan langsung melepaskan pegangan tangannya
"Ini semua karenamu" ucap Max tiba tiba membuat Alandra menatap tidak percaya Max
"Aku? Aku? Kenapa kau menyalahkan aku?" Tanya Alandra yang tidak terima akan tuduhan Max
"Aku kira kau yang sedang tertidur" ucap Max dengan tatapan datar.
Plak..
"Hei.. semua orang saja tau bahwa dari bentuk tubuhnya berbeda" ucap Alandra dengan kesal sembari memukul tangan Max
"Oh iya, tubuh kau gendut.. sedangkan gadis tadi tubuhnya lebih ramping daripadamu" ucap Max membuat Alandra mengerucutkan bibirnya dengan kesal.
"Aku ini berisi bukan gendut tau" ucap Alandra yang tidak terima membuat Max tertawa keras.
"Mana ponsel ku?" Tanya Alandra dengan kesal membuat Max menghentikan tawanya dan memberikan ponsel gadis itu.
"Apa kau menunggu ku selama berjam jam?" Tanya Max sembari mengangkat alisnya membuat Alandra menatap datar Max.
"Tentu saja.. kau tau.. aku begitu ngantuk dan tertidur saat menunggu kau" ucap Alandra yang membayangkan dirinya saat menunggu pria di depannya ini.
"Lalu kenapa tadi kau sedangkan makan dan bukan tidur?" Tanya Max dengan heran.
"Itu-itu namanya aku lapar" ucap Alandra sembari menahan malu membuat Max tersenyum tanpa sadar.
"Baiklah baiklah, ayo kita makan burger saja" ucap Max membuat Alandra langsung bersemangat.
*
*
"Aku tidak tau ternyata kau memiliki fans gila seperti itu" ucap Alandra dengan tertawa keras sesaat mengingat bagaimana Max yang dikejar oleh gadis aneh tadi.
"Diamlah, dan makan saja makananmu" ucap Max dengan datar
Alandra tidak perduli dengan ucapan Max, ia masih tertawa mengingat bagaimana ekspresi Max yang begitu lucu saat dikejar oleh seorang gadis.
"Nama dia Velly" ucap Max membuat Alandra menghentikan tawanya dan langsung menoleh ke arah Max
"Nama gadis itu?"
"Iya, dia Velly.. dulu dia mengalami kecelakaan dan aku yang menanganinya.. setiap hari aku selalu mengontrol nya akan tetapi lama lama tingkah velly menjadi aneh.. dia selalu memberiku makanan, bunga dan bahkan pernak pernik yang aneh" ucap Max yang mengingat bagaimana gadis itu mengejar dirinya.
"Bagus dong, berarti dokter Max laku" ucap Alandra dengan kekehan kecil sembari memakan burgernya
"Kau gila? Aku tidak mungkin menyukainya.. lagian dia bukan tipeku" ucap Max dengan kesal
"Hei, kau tidak boleh membencinya.. bisa saja dia jodohmu" ucap Alandra dengan tertawa ejek.
Max menghela nafasnya, inilah yang dirinya malaskan saat menjelaskan tentang Velly.. tentu saja respon gadis ini sama dengan Jakson yang terus mengejeknya.
"Lalu bunga yang dia berikan itu kau apakan?" Tanya Alandra dengan heran
"Lupakan saja.. tidak usah kujelaskan"
"Hei.. ayolah.. jangan merajuk seperti itu.. aku sangat ingin tahu" ucap Alandra yang membujuk Max namun pria itu hanya berdiam dan menatap datar Alandra membuat Alandra menyerah.
"Baiklah baiklah kalau kau tidak ingin menceritakan nya" ucap Alandra dengan pasrah dan melanjutkan makannya.
"Ingat, kau tidak boleh terlambat untuk kekantor besok" ucap Max membuat Alandra langsung tersedak dan dengan gesit Max langsung memberikan minuman kepada Alandra.
"Makanya makan itu pelan pelan" ucap Max membuat Alandra langsung menatap tajam Max setelah dirinya selesai meminum minumannya.
"Apa kau tidak bisa membahas yang lain selain masalah pekerjaan?" Tanya Alandra dengan kesal
"Tidak bisa" ucap Max dengan tatapan tanpa dosa.
"Dasar bos gila" gumam Alandra dengan kesal.
*
*
*
Haloo... Jangan lupa like, komen dan vote gaeess