Remember

Remember
Cemburunya Max (1)



Honey Cafe


"Benar kah? Itu lucu sekali" ucap Alandra dengan tawanya saat mendengar perkataan Riki


"Apa yang sedang mereka lakukan?" Gumam Max sembari menatap mereka dengan buku menu yang dipegangnya


"Permisi tuan, anda mau pesan apa?"


"Pesan makanan terenak disini saja satu" ucap Max tanpa melihat menu


"Kami merekomendasikan-"


"Terserah apa saja.. dan saya pinjam buku menu ini" ucap Max membuat pelayan restoran mengangguk mengerti Dan pamit izin pergi.


Max menatap dengan dalam, rasa kekepoannya ntah mengapa muncul begitu besar saat ini


"Aku harus mendengar dengan jelas pembicaraan mereka" gumam Max danĀ  memutuskan untuk berjalan mencari tempat duduk yang dekat dengan Alandra sembari memegang buku menu di tangannya membuat semua orang memperhatikan nya dengan tatapan aneh


"Lihatlah Andra, ada orang aneh" bisik Riki membuat Alandra menoleh ke arah belakang


"Mirip seperti Max, tapi untuk apa dia datang kesini? Dan juga untuk apa dia seperti orang bodoh?" Batin Alandra sembari menatap pria aneh itu


"Apa dia tidak tau, kalau dia sedang diperhatikan oleh semua orang?" Ucap Riki dengan tawanya yang keras


"Mungkin dia baru pertama kali kesini kak" ucap Alandra membuat Riki mengangguk setuju


"Ya udah lanjut makan aja" ucap Riki membuat Alandra mengangguk dan kembali membalikkan tubuhnya


Brak..


"Aww" teriak Max saat pelayan dengan tidak sengaja menumpahkan kopi panas ketangan Max membuat Max tidak sengaja menjatuhkan buku menu yang dipegangnya


Tit


Tit


"Eh ini gelang napa dah bunyi tiba tiba" ucap Alandra terkejut


Riki mengambil pergelangan tangan gadis di depannya ini dan menekan sebuah tombol yang ada di gelang itu


"Wow, hebat"


"Bukan hebat, tapi ada tombol di gelang ini makanya aku pencet saja mana tau berhasil dan ternyata berhasil" jelas Riki membuat Alandra mengangguk mengerti


"Darimana kau mendapatkan gelang ini?" Tanya Riki dengan heran


"Gelang ini? Max yang memberikan nya"


"Apa kau dan Max berpacaran?" Tanya Riki membuat Alandra menatap wajah Riki dengan serius salama beberapa detik namun dengan cepat ia langsung tertawa kencang


"Sudah sebanyak 2x kakak bertanya seperti ini dan tentu saja jawabannya.. aku tidak berpacaran dengan nya" ucap Alandra membuat Riki tersenyum senang


"Makan yang banyak yah cantik" ucap Riki sembari mengelus kepala Alandra membuat gadis itu menatap pria itu dan tersenyum


*


*


Max menatap tangannya dengan helaan nafas kesal. Semua pikirannya hanya tertuju pada Alandra.


Apa yang sedang gadis itu lakukan saat ini?


Tok..


Tok..


" Apa itu Alandra?" Gumam Max dan berdehem sebentar kemudian bersikap cool


"Masuk" ucap Max sembari berpura pura membaca sebuah dokumen


"Mau ngapain kau kesini?" Tanya Max membuat Alward tersenyum kecil dan dengan cepat langsung mendudukkan tubuhnya di sebuah sofa


"Apa kau lupa? Tentu saja aku ingin mengajarimu bahasa Indonesia" ucap Alward dengan santai


"Gak perlu lagi, kau bisa keluar.. aku sedang sibuk" ucap Max tanpa melihat Alward membuat pria itu menarik alisnya dengan tatapan aneh


"Berhenti lah menatapku, aku tau aku tampan" ucap Max dengan datar membuat Alward menatap jijik pria tersebut


"Kenapa kau tidak keluar juga?"


"Aku menunggu bayaranku dong bos, apa kau tidak tau anak dan istriku sedang menunggu ku di rumah.. mereka berharap makan wagyu steak hari ini..." Ucap Alward dengan panjang lebar


Max menghela nafas, apa pria ini tidak tau bahwa ia sedang dalam masa badmood saat ini


"Baiklah, aku akan menelpon istrimu" ucap Max dan henda mengambil ponselnya namun dengan secepat kilat Alward langsung mencegah Max


"Gitu aja ngadu ngadu segala.. dasar bule prik" gumam Alward dengan kesal membuat Max tersenyum puas


"Eh Alandra mana? Tumben gak ada.." ucap Alward dengan santainya


"Pergi makan siang sama pria nya" ucap Max dengan datar membuat Alward menatap tajam Max


Sudah sekian lama ia mengenal Max, dan hari ini ia melihat dan mencium tanda tanda kecemburuan dari tubuh pria di depannya ini


"oh astaga.. pacarnya yang mana? Yang orang Indonesia atau yang di negeri ini?"


"Apa dia dekat dengan seseorang juga disini?" Tanya Max tiba tiba membuat Alward menarik sudut bibirnya


"Gatcha... Kena kau" batin Alward dengan senang


"Untuk apaa aku memberi tau mu.. kau saja tadi mengusirku.. kalau begitu aku pergi sajalah"


Max terdiam sejenak, sejujurnya otaknya menyuruhnya untuk tidak perduli namun hatinya berbanding terbalik dengan otaknya saat ini


"Tunggu" ucap Max membuat Alward yang hendak memegang handle pintu langsung menghentikan kegiatannya.


Ia menarik sudut bibirnya, sudah ia duga pria ini pasti ingin menanyainya tentang Alandra


"Ada apa?" Tanya Alward saat berbalik menatap ke arah Max dengan tatapan datar


"Kemarilah" ucap Max


"Hei aku bukan karyawan mu yang bisa kau suruh suruh"


"Kemarilah, atau kau akan kuberi tau pada Charlotte bahwa kau telah membeli sebuah video game" ucap Max membuat Alward yang awalnya merasa sombong langsung dengan secepat kilat melembut


"Kau" ucap Alward yang tidak percaya bahwa Max telah mengancamnya


"Baiklah aku akan menelpon istri mu" ucap Max yang mengambil ponselnya


"Baiklah... Aku akan menuruti mu.. tapi jangan kau adukan ini" ucap Alward membuat Max tersenyum senang


Alward berjalan ke arah meja dimana Max berada, di dalam batinnya saat ini ialah bagaimana ia bisa menghajar pria di depannya ini.


"Duduklah" ucap Max membuat Alward langsung duduk tepat di hadapan Max


"Katakanlah apa yang kau ketahui tentang Alandra" ucap Max sembari melipatkan tangannya di dadanya


"Baiklah, Alandra itu"


Tok..


Tok ...


*


*