
Max melirik ke arah Alandra yang saat ini sedang membersihkan sisa makanan dirinya.. tanpa sadar senyum terukir dari bibir manisnya itu
"Ehem.. Alandra"
"Hah? Ada apa?"
"Nanti saya akan antar kamu pulang" ucap Max membuat Alandra menatap heran pria di depannya itu
"Oke, lumayan hemat ongkos" ucap Alandra dan pergi begitu saja.
Max tersenyum senang, rasanya saat ini ia ingin berteriak kencang saja akibat bahagia.
"Eh tapi-" ucap Alandra yang tiba tiba terhenti tepat di depan pintu membuat Max langsung mengubah ekspresi dengan cepat
"Ada apa?"
"Astaga aku baru saja ingat, bahwa hari ini Riki akan menjemput ku.. jadi dengan segala permohonan maaf aku gak bisa yah.. okay" ucap Alandra dan langsung keluar dari ruangan Max
Max yang awalnya merasa senang langsung menatap kesal layar laptopnya. Riki lagi Riki lagi... Dirinya harus memiliki cara agar Alandra menjauhi pria itu.
*
Sore hari
Alandra menatap arlojinya dengan tersenyum senang, ini adalah waktu yang dirinya tunggu tunggu apalagi kalau bukan waktu pulang.
Cklek..
"Hari ini kita akan lembur" ucap Max yang tiba tiba keluar dari ruangannya membuat Alandra yang saat ini sedang membereskan barangnya langsung memberhentikan kegiatannya
"A-apa?"
"Tidak ada bantahan nona Alandra" ucap Max dan langsung kembali memasuki ruangannya
"Anak setan... Ingin rasanya gue bejek itu muka" omel Alandra dengan kesal sembari kembali meletakkan barangnya mengambil ponselnya untuk menghubungi Riki untuk memberitahu kan pada pria itu bahwa ia akan lembur hari ini.
"Ya Allah itu kasur gue udah manggil manggil" batin Alandra sembari membayangkan tidur di kasur tercintanya sembari menonton netflix
"Sabar Alandra sabar... Jangan ngamuk sabar..."
Max mengintip dari balik pintu, ia tersenyum dengan lebar saat ini.. ntah mengapa ia sangat senang Alandra tidak bersama dengan pria brengsek itu.
"Baiklah rencana kedua akan dimulai" gumam Max dan langsung mengambil ponselnya dari balik saku jasnya.
*
*
"It's okay Ndra, aku bisa jemput kamu nanti setelah kamu pulang lembur"
"Eh gak usah kak ki, nanti merepotkan kak ki.. gini aja deh gimana kalau pas aku gak lembur aja baru kita pulang bareng.. kalau kak ki jemput aku nanti aku takut merepotkan kak ki"
"Gak Andra, gak merepotkan kok.. nanti aku jemput kamu aja yah"
Alandra menghela nafasnya sebentar, bagaimana cara ia menolak pria ini coba... Iya sangat yakin Max akan membuatnya lembur sampai tengah malam. Ntah mengapa ia memiliki firasat buruk tentang bosnya itu
"Gak usah kak ki.. okay sampai jumpa" ucap Alandra dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak.
Alandra menghela nafasnya dengan kesal, ia menyandarkan tubuhnya di kursinya sembari menatap layar komputer yang baru saja ia hidupkan kembali
"Mentang mentang bos, seenaknya nyuruh lembur" omel Alandra dengan kesal
"Anak setannnn" teriak Alandra dengan kencang
Ia bahkan tak perduli saat ini jika Max mendengarkan teriakannya saat ini.
Dilain sisi,
"Hei sayang, ini pesanan kamu" ucap Alward saat dirinya pulang dan memberikan sebuah bungkusan yang berisi burger
"Huwaaa makasih sayang" ucap Charlotte yang langsung mencium bibir suaminya itu dengan cepat
"Kok cepat banget sih sayang? Belum terasa ini" ucap Alward sembari menutup mata namun dirinya tidak mendengarkan tanda tanda suara istrinya itu
"Ngapain kamu disitu, ayo makan" teriak Charlotte membuat Alward membuka matanya dan menghela nafasnya dengan keras
"Iya sayang.. iya"
Alward berjalan ke arah istrinya dapat ia lihat istrinya itu sedang menikmati burger layaknya seorang anak kecil.
"Gimana enak?" Tanya Alward
"Heum.. enak banget" ucap Charlotte dengan senang
"Tadi aku bertemu dengan Max sayang" ucap Alward membuat Charlotte yang sedang menikmati burger nya langsung menghentikan makannya
"Mau ngapain?"
"Jadi tadi-"
*
*