Remember

Remember
hari jadian pertama



Max mengendarai mobilnya dengan pelan, sesekali ia melirik kearah Alandra yang sedang bermain ponsel


"Ehem" deham Max membuat Alandra yang sedang bermain ponsel menatap Max


"Kenapa? Kamu haus?" Tanya Alandra membuat Max menggeleng pelan


Max menggerakkan tangannya untuk meraih tangan Alandra sebelah namun niat itu ia urungkan karena ia masih merasa malu untuk saat ini


"Dimana keberanian mu Max, ayolah ini hanya menggenggam tangan"


Alandra menoleh ke arah Max dengan  senyum kecil, ia sangat tau pria di sampingnya ini sangat ingin menggenggam tangannya namun belum memiliki keberanian, sejujurnya ia melihat itu sejak dari tadi dari ekor matanya


"Ehem" deham Alandra dan langsung menarik tangan Max satu dan menggenggam nya membuat Max terkejut namun seperkian detik langsung mengulum senyum nya


"Oh astagaaa jantung gueee.."


Dilain sisi,


"Eh bener gak, Alandra pacaran sama Max?" Bisik Tara saat melihat Alan yang sedang sibuk berbicara dengan suaminya


"Kenapa kamu bicaranya pelan pelan?" Tanya Elena dengan heran membuat Alexa terkekeh geli


"Alan sangat sensitif kalau kita bicarain tetang Max ma" ucap Alexa membuat Elena mengangguk pelan


"Benar gak sih ta? Malah gak dijawab"


"Ntahlah aku juga gak tau, tapi feeling aku bilang sih iya"


"Tapi memang iya sih" potong Elena membuat Alita dan semunya menatap dirinya


"Maksud mama gimana? Memang nya mama pernah lihat mereka dekat?" Tanya Alexa yang juga akhirnya kepo akan masalah ini


"Pernah lihat Alandra bawa makanan banyak dan katanya sekalian untuk kasih ke Max" bisik Elena membuat Charlotte terkejut dan menutup mulutnya


"Omo..omo... Seriously tante?"


"Iya, cuman yah lebih jelasnya kita tanya Andra saja"


"Jangan ditanya, kita juga udah tau.. kak Max juga suka sama kak Andra" ceplos Charlotte membuat semua menatap Charlotte terkejut dan berharap wanita itu menjelaskan lebih detail lagi akan ucapannya


"Maksudnya apa? Spill the tea kalau ada gosip Charlotte" ucap Tara dengan kesal membuat Charlotte menelan salivanya dengan susah payah


Bagaimana ini? Dirinya sudah berjanji tidak akan mengatakan apa apa, tapi-?


"Udah cepatan" ucap Alita membuat Charlotte melirik ke arah suaminya sebentar dan langsung menyuruh emak emak rempong untuk mendekat ke arah nya


"Jadi gini-"


"Hayoo ngapain? Ghibah yah?" Ucap Raka yang tiba tiba teriak mendekat ke arah mereka membuat mereka terkejut


"Dasar cunguk" ucap Alita dengan kesal dan menjitak kepala Raka dengan kuat membuat pria itu mengaduh sakit.


"Lo bisa gak sehari aja, jangan ganggu kami dulu ghibah.. kagak asyik lu" ucap Charlotte dengan kesal


Alan mendekat ke arah mereka membuat para wanita itu menghela nafas pelannya, gagal sudah mereka berghibah gara gara Raka cunguk ini.


"Ada apa sayang?" Tanya Alan pada Alexa membuat Alexa menggeleng pelan kepalanya.


"Lo, kakak kesini sama siapa? Mana kak-hmmphhh" ucap Raka yang terputus karena mulutnya yang langsung dibekam oleh Alita


"Tadi aku naik taxi online, oh iya ini untuk kamu Xa.. sihiyy akhirnya gue jadi onty juga" ucap Alandra dengan senang dan langsung memeluk Alexa


"Lo beneran sendiri? Gak sama Max kan?" Tanya Alan dengan nada intimidasi


"Ihh apaan sih, gue sendiri. Lagian kenapa sih? Lo mau gue bawak Max ke hadapan lo?" Tanya Alandra membuat Max hanya diam dan menghela nafas leganya


"Ah mendingan ayo kita makan ndra, ayo ayo" ucap Alita yang langsung mengajak putri nya itu untuk mengambil makan.


"Untung saja Max mau ikutin syarat aku, kalau enggak..ntahlah aku tidak tau harus berkata apa"


*Flash back


Alandra menarik tangan Max dan langsung menggenggam nya dengan pelan


"Sayang, boleh gak aku minta sesuatu sama kamu.. sebagai hari pertama kita jadian" ucap Alandra dengan wajah sok imutnya membuat Max mengangguk pelan


"Jadi aku mau, hari ini kamu antarin aku sampai depan gerbang aja.. jadi kamu gak perlu masuk.. boleh yah"


Ckittt..


Max mengerem mendadak membuat Alandra terkejut namun dengan cepat ia langsung mengubah ekspresi nya


"Kenapa? Bukankah semua sudah tau kalau kamu itu pacar saya?" Tanya Max dengan datar


"Ehmm.. aku tau kalau semua orang sudah tau kita pacaran tapi.. kamu tau kan kalau Alan belum menerima kamu" ucap Alandra dengan ekspresi sendu membuat Max menghela nafasnya dengan kasar


"Apa kamu malu pacaran dengan saya?" Tanya Max membuat Alandra membulatkan matanya dan langsung memukul tangan Max


"Siapa yang malu hei.. siapa yang malu coba kalau pacaran sama kamu.. malah aku bangga" ucap Alandra dengan kesal


Max menahan senyumnya namun ia masih memperlihatkan wajah datarnya


"Lalu?"


"Aku ingin kita pelan pelan mengambil hati dan restu Alan.. kamu tau kan Alan gimana.. tapi untuk hari ini please yah kamu jangan datang dulu.. aku takut Alan bakalan ngusir kamu.. yahh" ucap Alandra membuat Max menarik nafasnya lalu menatap gadis di depannya ini


"Tapi, aku beneran cinta sama kamu Andra" ucap Max dengan serius


Alandra menghela nafasnya, iya juga ingin memperkenalkan Max secara resmi tapi iya sangat tau kembarannya itu sangat sensitif terhadap pria di depannya ini


"Baiklah kalau kamu mau begitu" ucap Max  tiba tiba dengan sendu membuat Alandra menatap Max dengan rasa bersalah


"Maaf" ucap Alandra dengan pelan dan langsung mencium pipi Max membuat pria itu mengangguk pelan


"Baiklah, sebelum aku mengantar kamu.. kita beli hadiah dulu untuk Alexa. Bagaimana?" Tanya Max


"Heum.. ayo" ucap Alandra dan membuat Max langsung kembali mengendarai mobilnya.


*


*