
Charlotte menatap pantulan dirinya di cermin, ia tampak memiliki tubuh yang begitu berisi saat ini.
"Apa kau sudah siap sayang?" Tanya Alward yang tiba tiba memeluk dirinya dari belakang.
"Aku tampak gendut sayang" ucap Charlote sembari menekuk bibir nya.
Alward terkekeh pelan, ia sudah sangat paham akan istrinya ini... Jika sudah melihat cermin maka istrinya ini merasa tubuhnya gendut, tetapi jika makanan ada di depan mata.. istrinya akan fokus pada makanan saja.
"Kau tidak gendut sayang, kau hanya lebih sexy" bisik Alward membuat Charlotte menatap kesal suaminya.
"Mulai deh mulai, udah deh daripada kamu gombal ayo kita temui kak Alandra" ucap Charlote membuat Alward menghela nafasnya dan menatap datar istrinya ini.
Sesungguh nya, Alward tidak ingin keluar rumah.. rasanya ia ingin bermanja manja pada istrinya ini.. namun apalah dayanya saat ini.
"Ya udh ayo" ucap Alward
Tok..
Tok..
Tok..
"Maaf nyonya, tuan.. tuan besar dan nyonya besar Scoat telah datang .... Beliau menunggu nyonya dan tuan di bawah"
Alward menatap Charlote dengan heran, bukankah itu mama dan papanya? Untuk apa mereka kesini?
"Apa kau tau mommy dan daddy datang sayang?" Tanya Alward namun dibalas gelengan Charlote.
Dengan cepat, Alward langsung berjalan ke arah pintu kamarnya dan membuka pintunya.
"Apa bibi bercanda?" Tanya Alward dengan heran
"Tidak tuan" ucap pelayan Alward dengan sopan.
Alward langsung menoleh ke arah lantai 1 rumahnya dan betapa terkejutnya saat ia melihat mama dan papanya sedang duduk di sofa tamunya dan dengan beberapa macam makanan.
"Bi, saya dan Charlotte akan turun kebawah" ucap Alward
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi"
Alward langsung berlari memasuki kamarnya dan ingin memberi kabar pada istrinya itu.
"Sayang ternyata benar mommy datang" ucap Alward membuat Charlotte terkejut
"Ya udah kalau begitu kamu turun dulu, aku mau nelfon kak Alandra bahwasannya kita batal ke rumahnya.. "
"Aku mau sama kamu aja deh turunnya sayang"
"Kak Alward" ancam Charlote membuat Alward menghela nafasnya.
"Iya iya.. aku turun nih" ucap Alward dengan pasrah.
*
*
Star Mart
"Uncle, kenapa uncle membeli banyak begitu eskrim coklat?" Tanya Rain dengan heran saat melihat troli belanjaan mereka yang penuh dengan berbagai macam belanjaan dan coklat.
"Bukannya kau suka eskrim Rain?" Tanya Max dengan heran
"Tentu saja.. tapi kata mommy aku hanya boleh makan eskrim 1 hari sekali saja uncle.. tetapi uncle malah membeli eskrim sebanyak ini" ucap Rain yang tidak mengerti dengan unclenya ini.
"Ini untuk onty cantik, ia sedang marah... Makanya uncle mau memberikan eskrim ini agar onty cantik tidak marah lagi" ucap Max yang menjelaskan pada keponakannya itu.
"Uncle pacaran yah sama onty cantik?" Tanya Rain tiba tiba membuat Max terkejut.
"Tentu saja tidak.. kamu ini masih kecil tau apa tentang pacaran" ucap Max membuat Rain terdiam
"Tapi mommy bilang-"
"Uncle dan onty cantik hanya berteman.. itu semua bohong... Mengerti Rain?" Ucap Max
"Awas kau Angela" batin Max dengan kesal dan masih memilih beberapa eskrim coklat.
Dilain sisi,
Alandra menatap serial kartun kesukaannya dengan malas sembari memakan beberapa coklat yang ada di kulkasnya.
Drt ..drt..
"Iya Char?"
"Kak Andra, Charlotte gak jadi datang yah" ucap Charlote dengan nada sendu
"Kenapa?" Tanya Alandra dengan heran
"Soalnya mama mertua Charlotte datang kak.. okay kak.. lain kali, Charlotte datang...see u..muach" ucap Charlote dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak
"Astaga anak ini" gumam Alandra dengan geli dan memutuskan untuk kembali menonton kartun kesukaannya.
Drt..drt..
"Astaga siapa lagi sih?" Gumam Alandra dengan kesal dan mengambil ponselnya tanpa melihat nama yang menelfonnya.
"Ada apa lagi Charlotte" ucap Alandra dengan kesal
"Charlotte? Ini mama ndra...mama..." Ucap Alita dengan suara keras membuat Alandra dengan reflek menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Eh.. mama? Ada apa mama sayang?" Tanya Andra dengan suara cengengesan
"Mama mau bilang kalau hmphh-"
"Hah?halo..halo ma" ucap Alandra dengan heran dan menatap ponselnya.
"Eh sayangnya papa.." ucap Ivan membuat Alandra terkejut.
"Loh papa, mama mana?"
"Mama? Ah kebelet mama mu itu .. ya udh yah sayang nya papa.. selamat weekend" ucap Ivan dan langsung mematikan ponselnya dengan sepihak.
"Ckckxkx.. kenapa semuanya aneh sih" gumam Alandra dengan heran.
Jet Pribadi
"Papa, Raka" ucap Alita dengan marah saat melihat suami dan anaknya yang bekerja sama
Ivan menghela nafasnya, sudah ia tau pasti istrinya bakalan marah padanya ini.
"Ma.. kamu gak ingat apa yang di katakan Andra?" Tanya Ivan membuat Alita terdiam
"Ingat gak?" Tanya Ivan sekali lagi.
"Baiklah biar Raka aja yang ingatin, pa" ucap Raka dengan bangga dan berdeham dengan pelan.
"Tolong kalian semua jangan ikut campur urusan Andra.. titik gak pakek koma kalau seandainya kalian ikut campur.. Andra bakalan kabur aja..." ucap Raka dengan meniru suara kakaknya itu.
Alita menghela nafasnya, bagaimana bisa ia lupa akan ucapan putrinya itu. Untung saja suaminya ini langsung mengambil ponselnya kalau tidak, iya tidak akan tau apa yang terjadi nanti.
"Makasih yah mas ku sayang" ucap Alita dan langsung memeluk Ivan dan menciumnya dengan bertubi tubi.
"Eiuh... Mataku" ucap Raka dengan kesal saat melihat situasi yang begitu menjijikan baginya saat ini.
"Iri aja jomblo" ucap Ivan membuat Alita tertawa keras
"Udah benar gue gak usah ikut, napa gue ikut ckckxk.. naseb.. naseb" batin Raka yang menyesal dengan keputusan nya untuk ikut bersama orang tuanya ini.
*
*
Hai... Jangan lupa like, komen dan vote...
kepada pembacaku... maaf author udah lama gak up hehehe.. tetap dukung author.. see u