
Waktu berlalu begitu cepat, hingga tanpa sadar hari pernikahan Alandra dan Max adalah besok, meskipun pernikahan ini begitu cepat, Max ternyata sudah mempersiapkan nya dengan matang membuat semua keluarga heran dengan Max. Bagaimana pria itu bisa menyiapkan ini dengan begitu baik?
Tok..
Tok..
"Masuk" ucap Alandra yang saat ini sedang menatap jendela kamarnya
Alita memasuki kamar Alandra dan mendekat kearah putrinya itu
"Kenapa belum tidur sayang? Kan besok kamu nikah" ucap Alita
Alita menoleh kan kepalanya kearah mamanya dan langsung memeluk mamanya dengan manja
"Andra gugup ma, sampai gak bisa tidur" ucap Alandra membuat Alita terkekeh kecil
"Astaga kamu ini, mama aja dulu nikah.. malamnya bisa tidur kok.. kenapa kamu gak bisa?" Ucap Alita demgan bercanda membuat Alandra mendecak kesal
"Ih, mama.."
"Hahaha, iya iya... Ya udh sekarang kamu duduk dulu... Dan tenangi pikiran kamu trus kamu tidur, kamu mau besok matamu mirip panda?" Tanya Alita
"Is mama, yah gak maulah.."
"Makanya tidur"
"Ma, temeni" ucap Alandra dengan manja membuat Alita terkekeh dan langsung memeluk anaknya
"Gimana yah kalau Max tau, kalau gadis yang dinikahi nya ini masih manja"
"Ih mama.. yah jangan kasih tau dong.. nanti Andra malu"
"Hahaha, ya udh tidur... Cepat"
"Ma, puk puk" ucap Andra membuat Alita hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya itu
"Kan kan.. udah besar juga, besok udah mau nikah masih minta puk puk"
"Ih mama.. "
"Hahah iya iya.. puk puk anak mama sayang.. tidur yang nyenyak sayang"
"Mama, i love u" ucap Alandra dengan pelan sebelum ia memasuki dunia mimpi"
*
*
Ruang pengantin wanita
"Aiguu cantik banget kak Andra" teriak Charlotte dengan kegirangan saat memasuki kamar dimana Alandra sedang bersiap
"Iya, mama pangling loh lihatnya char " ucap Tara
"Hehehe makasih Charlotte, tante
"Btw mama kamu mana? Tante kok gak lihat dari tadi mama kamu dah"
Cklek
"Uhuy bestii" teriak Alita saat memasuki ruangan bersama dengan Elena, Frananda dan mertua Charlotte
"Mulai lagi dah, alaynya" ucap Charlotte yang sudah pasrah jika melihat 4 wanita heboh ini
"Biar alay yang penting seksoy" ucap Tara, Frananda dan nyonya Anderson
"Udah yah para ibu seksoy, mendingan ngomongnya di luar aja yah sambil nerima tamu.. okay yakk.. tinggalin kami yang ibu muda disini" ucap Charlotte membuat Alita berpikir sejenak
"Eh iya juga, ayo sekalian kita makan juga" ucap Alita yang setuju dengan ucapan Charlotte
"Astaga, gue suruh keluar nemui tamu.. ini malah makan juga" batin Charlotte
"Bye bye sayang" teriak Alita dan pergi bersama dengan teman temannya
"Gimana perasaannya kak? Deg deg an? Pengen salto? Atau gimana?" Ucap Charlotte membuat Andra menoleh ke arah Charlotte
"Pengen salto gimana? Kamu memang nya mau salto sebelum nikah?"
"Hehehe iya, tapi mama marah yah kagak jadi deh"
"Astaga kamu memang paling aneh char" ucap Alandra
"Makanya Alward cinta mati.. sihiyy"
"Dahlah serah lo"
Dilain sisi,
Ruang pengantin pria
"Udah napa sih berantemnya, capek gue nengok kalian berdua.. mirip kucing sama anjing tau gak" ucap Adward dengan kesal
"Gue masih belum nerima dia jadi saudara ipar gue sepenuhnya"
"Heh jamal, mau lo nerima kek mau lo kagak nerima.. apapun yang terjadi tuh orang bakalan jadi saudara ipar lo.."
"Tapi dia-"
"Bro, lo bentar lagi jadi ayah.. tapi kelakuan lo mirip anak kecil tau gak.. astaga.. udh baikan cepat.. buat malu aja sih" ucap Alward
Alan hanya bisa diam, apa yang dibilang Alward memanglah benar namun rasanya ia masih kesal jika mengingat Max yang merupakan mantan pacar istrinya itu akan menjadi saudara iparnya
"Aelah ribet amat nih bocah.. cepat saliman" ucap Alward yang langsung menarik tangan Max dan Alan bersamaan
"Sorry" ucap Alan dengan datar
"It's okay"
"Senyum woi senyum.." ucap Raka membuat Max dan Alan menampilkan senyum nya dengan sedikit
"Nah gitukan enak, udh siap siap lo Max.. bentar lagi tuh acaranya"
"Gimana udah rapi belum?" Tanya Max sekali lagi
"Gue sambet lo yah pakek kaos kaki Raka kalau nanyak sekali lagi" ancam Alward membuat Raka mendecak kesal
"Gue lagi yang kena"
"memang lu sih yang cocok hahaha"
"serah dah serah" ucap Raka dengan kesal
*