Remember

Remember
ada apa denganku? (2)



"nah" ucap Max sembari memberikan es krim coklat yang baru saja ia beli.


"Makasih" ucap Alandra dengan senang dan langsung melahap eskrim itu dengan senang bak anak kecil yang sedang menikmati eskrim.


"Apa kau begitu suka sekali eskrim?" Tanya Max dengan heran.


"Tentu saja, kau tau... Aku pernah dimarahin oleh papaku karena aku memanjat pohon dan akhirnya aku merajuk.. dan kau tau bagaimana papa ku membujukku?" Tanya Alandra membuat Max menatap dengan kepo.


"Bagaimana?"


"Tentu saja dengan eskrim.. eskrim coklat.. dan akhirnya aku tidak marah lagi" ucap Alandra yang mengingat bagaimana dirinya yang bisa ditipu daya dengan eskrim pada saat itu.


"Kenapa kau suka sekali makan berantakan?" Ucap Max yang langsung mengelap sudut bibir Alandra dengan sapu tangannya menbuat jantung Alandra berdetak kencang.


"Ah terima kasih" ucap Alandra yang langsung menarik sapu tangan Max membuat Max mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Apa yang kau lakukan bodoh" batin Max yang mengutuk kebodohan nya saat ini.


"Ayo" ucap Max yang langsung berdiri membuat Alandra menatap heran Max.


"Mau kemana?" Tanya Alandra heran.


"Balik ke kantor.. lagian Airin sudah pulang" ucap Max sembari melirik arlojinya.


"Hah? Tapi-"


"Aku tidak membayarmu untuk bolos kerja.. ayo" ucap Max yang langsung pergi membuat Alandra menatap tidak percaya pada pria itu.


"Dasar bule gila" gumam Alandra dengan kesal.


"Ayo" ucap Max membuat Alandra bangkit dari duduknya dengan malas.


"Oh iya, pastikan kau tidak makan eskrim di mobilku" ucap Max membuat Alandra rasanya ingin melempar eskrim yang di pegangnya ke wajah Max.


"Bule sialan" ucap Alandra dengan kesal.


*


*


Scott Group


Max menarik rambutnya dengan kesal, ia tidak mengerti dengan dirinya saat ini..


Bagaimana bisa ia mengingat gadis itu terus? Dan lagi bagaimana bisa ia berbuat bodoh dengan mengelap sudut bibir gadis itu coba?


Tok..


Tok..


"Masuk" ucap Max yang berusaha menetralkan suaranya dan merapikan rambutnya.


"Ini laporan yang perlu anda tanda tangani..saya permisi" ucap Alandra dengan jutek dan langsung meninggalkan Max dengan tampang bodohnya.


"Apa gadis itu marah? Oh astaga"


Alandra mendudukkan tubuhnya dengan malas, sejujurnya ia masih ingin menikmati bolos kerja nya yang tadi.. Namun ntah mengapa pria itu tiba tiba berubah bak bagaikan wanita yang sedang mengalami masa menstruasi.


Cklek..


Pintu ruangan Max terbuka dan menampilkan sosok Max, namun Alandra.. gadis itu hanya berpura pura tidak perduli akan pria itu.


"Ehem" dehem Max namun Alandra masih fokus dengan layar komputernya.


"Ehem" dehem Max sekali lagi.


Alandra hanya diam, rasanya ia ingin memukul Max saja saat ini.


"Ehem" dehem Max sekali lagi.


"Iss.. apasih ribut ribut" ucap Alandra dengan kesal membuat Max menampilkan ekspresi terkejut namun seperkian detik ia langsung mengubah ekspresinya.


"Aku akan pergi.. kalau waktunya pulang kau pulang saja.. dan jam 7 nanti aku akan pergi menjemputmu" ucap Max


"Siapa juga yang mau disini, cih" gumam Alandra dengan kesal


"Apa kau bilang?" Tanya Max dengan heran.


"Bukan apa apa bos besar" ucap Alandra dengan senyum terpaksa nya dan kembali menatap layar komputernya dengan datar.


"Baiklah, aku pergi" ucap Max dan langsung pergi begitu saja.


"Dasar bule sialan" ucap Alandra dengan kesal namun masih fokus dengan layar komputernya.


Alandra menghentikan ketikan di keyboard komputernya, ia menatap kepergian Max yang sudah memasuki lift.


"Jam 7 ku jemput, dasar bule gila" gumam Alandra dengan kesal.


Drt..drt..


Alandra mengambil ponselnya dengan malas dan menatap ada notifikasi chatting dari ponselnya.


"Angela?" Gumam Alandra dengan heran dan membuka pesan yang dikirim oleh Angela.


Alandra, aku berada di lobby.. turunlah ke bawah dan jangan lupa membawa tasmu.. aku ingin mengajakmu kesuatu tempat ~Angela


Oh iya.. aku sudah meminta izin pada Max.. dan dia memberi izin.. kau tidak perlu khawatir ~Angela


Alandra menatap pesan tersebut tidak percaya. Max? Pria itu mengizinkannya pergi? Benar benar suatu keajaiban.


Dengan cepat, Alandra langsung membereskan mejanya dan mematikan komputer nya. Tidak lupa ia mengambil tas dan ponsel nya.


"Kenapa pria itu tiba tiba mengizinkan ku pergi? Benar benar pria yang aneh" gumam Alandra dengan heran sesaat dirinya sudah berada di dalam lift.


Ting..


Pintu lift terbuka, dengan cepat Alandra berjalan keluar dan mencari cari keberadaan Angela.


"Alandra" teriak Angela membuat Alandra mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.


"Angela" gumam Alandra dan langsung menghampiri Angela.


"Ada apa Angela? Kita mau kemana?" Tanya Alandra dengan heran.


"Gaun? Nanti malam? Untuk siapa?" Tanya Alandra yang masih tidak mengerti.


"Hahaha.. gaun untukmu Alandra.. bukankah kau nanti malam akan pergi bersama Max ke pesta perjamuan bisnis?" Tanya Angela.


"Iya, tetapi darimana kau tau?"


"Ah itu tidak usah kau pikirkan, ayo Alandra" ucap Angela yang langsung menarik tangan Alandra.


Max menatap kepergian sepupunya dan Alandra, tanpa sadar ia menyunggingkan sudut bibirnya.


*Flashback on*


Max menghela nafasnya dengan lesu dan sesekali menarik rambutnya dengan frustasi.


Drt..drtt...


"Heum?"


"Astaga, kau kenapa? Apa kau sakit?" Tanya Angela dengan khawatir.


"Ada apa kau menelponku?" Tanya Max dengan datar.


"Hei, apa aku tidak boleh menelpon sepupuku sendiri?" Tanya Angela dengan kesal.


"Sudahlah katakan saja.. apa yang kau inginkan" ucap Max dengan datar.


"Bolehkah aku menitipkan Rain padamu Max?" Tanya Angela sembari menatap jalanan dengan fokus dikarenakan dirinya saat ini sedang mengemudi.


"Kau mau kemana?"


"Aku? Tentu saja ingin berbulan madu  kedua bersama Nicholas hehe.. boleh yah?"


"Tidak.. titip saja pada yang lain"


"Ayolah Max.. lagipula Rain lebih senang bersamamu.."


"Tidak"


"Aku akan menuruti mu apa saja.. ayolah" ucap Angela yang membujuk sepupunya itu.


"Tidak" tolak Max dengan keras.


"Ayolah, kau tau bukan.. aku tidak pernah mau disuruh padamu.. lagipula hanya sebentar saja Max.. tidak lama lama.. hanya 3 hari.." ucap Angela.


Max menghela nafasnya . "Baiklah, hanya 3 hari... Lewat 3 hari aku akan mengirim putrimu ke tempat kau pergi" ancam Max membuat Angela tersenyum senang.


"Baiklah Max.. apa ada yang bisa kubantu?" Tanya Angela


Max terdiam sebentar..


"Max?"


"Apa kau bisa ke kantor ku? Kita bertemu di lobby" ucap Max.


"Kantormu? Untuk apa?" Tanya Angela dengan heran.


"Nanti aku jelaskan" ucap Max.


"Baiklah, lagi pula aku saat ini sudah berada di dekat kantormu.. sekitar 2 menit lagi aku akan sampai" ucap Angela. Max langsung mematikan ponselnya sepihak.


Max merapikan rambutnya, dan jas yang ia kenakan dan berjalan keluar. Dengan cepat ia berjalan ke arah lift.


Ting..


"Kau dimana?" Tanya Max yang langsung menelfon Angela.


"Aku sedang duduk di sofa.." ucap Angela dari seberang teleponnya.


Max menatap ke arah sofa dan melihat Angela yang sedang duduk menunggunya.


"Ada apa kau menyuruhku kesini?" Tanya Angela dengan heran.


Max memberikan black card nya pada Angela membuat wanita itu menatap heran sepupunya.


"Ajak Alandra membeli gaun untuk ke  pesta perjamuan makan malam hari ini" ucap Max tanpa basa basi.


Angela tertawa keras.. "apa kau sakit?" Tanya Angela dengan tawanya.


Max menatap datar Angela dan menghela nafasnya.


"Apa kau tidak mau? Kalau kau tidak mau-"


"Tentu saja aku mau.. dasar pengancam" gumam Angela dengan kesal.


"Kenapa tidak kau saja? Apa kau suka sama Alandra?" Tanya Angela heran.


"Aku suka? Tidak.. dia bukan tipeku..oh iya satu lagi.. jangan kau katakan padanya bahwa ini dariku..."


"Kau tidak suka.. lantas kenapa kau ingin membelikan dia gaun?" Tanya Angela heran.


"Malam ini ada pertemuan penting..  aku tidak ingin gadis ceroboh itu membuatku malu" ucap Max dengan datar


"Cih, alasan" gumam Angela.


"Lalu aku harus bilang apa? Jika ini bukan darimu?" Tanya Angela heran.


"Terserahmu saja.. jangan katakan padanya aku yang membayar semuanya" ucap Max membuat Angela mengangguk mengerti.


"Baiklah kalau begitu aku pergi" ucap Max


"Max.. max.. kau sendiri tidak sadar bahwa kau menyukai Alandra cckkckck" gumam Angela setelah sepupunya itu pergi.


* Flash back off*


*


*


Halo...jangan lupa like, komen dan vote.. btw aku upnya bakalan jarang.. karena aku akan ujian.. oh iya yang mintak crazy up:( untuk saat ini aku belum sempat yah.. mon maap..


So happy reading gaesss