
signiel Seoul
Drt..drtt....
"Ya Allah siapa yang ganggu sih... Klo si Alward ini ganggu, udh pasti langsung gue botakin palanya sak kulit kulitnya pas pulang nanti" dumel Alan sembari mengucek matanya dan mengambil ponselnya dari nakas.
"Mama?"
Alan menatap istrinya sebentar dan menutupi tubuh istrinya itu dengan pelan, tidak lupa ia mencium Alexa dengan pelan.
"Ada apa mama nelfon nelfon tengah malam gini?" Batin Alan dan langsung menjauh dari tempat istrinya berada.
"Iya halo ma" ucap Alan dengan suara mengantuk.
"Kamu kenal steven group gak?" Tanya Alita membuat Alan dengan polosnya menggeleng kepalanya.
"Woilah ini anak.. kamu dengar gak mama?" Ucap Alita dengan kesal.
"Ah, gak kenal ma.. kenapa emangnya?" Tanya Alan yang masih menahan kantuknya.
"Keluarga Steven nyari perkara sama kita Lan, dia jambakin rambut Andra" ucap Alita membuat Alan membulatkan matanya.
"Ma, please deh jangan bercanda deh.. udah malam ini ma" ucap Alan
"Ih kamu ini yah, itu kamu buka video yang mama kirim" ucap Alita dengan kesal.
Dengan cepat, Alan langsung membuka video yang dikirimkan oleh mamanya.. berani beraninya ada orang yang menyakiti kembaran nya itu. Bahkan dia saja tidak berani melakukan hal itu.
Alan memutar videonya dengan tatapan emosi, terlebih lagi saat dirinya melihat sosok pria yang menyatakan gendang perang kepada keluarganya itu.
"Ma, nanti Alan hubungi lagi" ucap Alan dan langsung mematikan teleponnya.
Dengan cepat, ia langsung mengetik sesuatu di teleponnya dan meletakkan ponselnya di telinganya.
"Cari tau berita terkait tentang kembaran saya.. dalam waktu 10 menit. Saya tunggu info itu" ucap Alan dan langsung mematikan ponselnya.
"Sayang, kamu kenapa disini? Dingin loh sayang" ucap Alex tiba tiba yang melihat suaminya itu sedang berada di luar balkon.
Alan menoleh ke arah belakang dan tersenyum kepada istrinya. "Tidak apa apa sayang, hanya ada sesuatu hal saja.. ayo tidur lagi" ucap Alan sambil meletakkan rambut Alexa kebelakang telinga.
Drt..drt..
Mr. X is calling...
"Sayang sebentar ya" ucap Alan yang dibalas anggukan Alexa.
"Selamat malam tuan, kami mendapatkan beberapa informasi dari saksi mata yang ada di kejadian.. dari beberapa saksi mata.. mereka mengatakan bahwa nona Airin dari keluarga Steven menyerang nona Alandra tuan, tidak hanya itu... Mereka juga mendengar bahwa nona Airin menghina nyonya Alexa tuan"
"Menghina Alexa?"
"Iya tuan, dari informasi yang kami dapat. Nona Airin mengatakan.. bahwasannya nyonya Alexa ..maaf tuan. Adalah jalang" ucap Mr X membuat Alan menggengam tangannya hingga kukunya memutih.
"Siapkan jet pribadi saya.. saya akan kembali ke London..."
"Baik tuan"
"Steven Group.. kau akan hancur ditanganku" gumam Alan
"Kenapa sayang?" Tanya Alexa dengan heran
"Sayang, bolehkah kita kembali ke London malam ini?" Tanya Alan membuat Alexa menatap heran suaminya itu.
"Kenapa sayang?" Tanya Alexa.
Alan memberikan ponselnya yang berisi video Alandra dan memutar video tersebut.
Alexa membulatkan matanya. Ia benar benar terkejut akan yang dilihatnya saat ini. bukankah ini Airin? Mengapa gadis itu menjambak rambut Alandra?
"Bukankah ini Airin, adiknya Steven?" Tanya Alexa dengan heran.
"Kau tau mereka sayang?" Tanya Alan
"Kau masih mengingat nya?" Ucap Alan dengan bibir cemberut membuat Aexa menatap heran suaminya namun seperkian detik ia memahami bahwa saat ini suaminya sedang cemburu kepadanya.
"Kenapa kau marah kak Alan, aku hanya menjelaskan apa yang ku tahu.. jangan marah ya" bujuk Alexa sembari menggenggam tangan suaminya itu
Alan menghela nafasnya, bagaimana bisa ia berpura pura marah jika istri cantiknya ini meluluhkan hatinya seperti ini.
"Yah jangan marah ya" ucap Alexa
"Heum" ucap Alan yang membuat Alexa terekekeh pelan.
Cup
"Jangan marah okay?" Ucap Alexa setelah ia mencium bibir Alan dengan cepat.
"Kau menggodaku sayang" ucap Alan dan langsung menggendong Alexa membuat Alexa menjerit pelan.
"Bukankah kita akan kembali ke London? Turunkan aku kak Alan.. aku akan menyusun pakaian kita dulu" ucap Alexa namun bukannya Alan menurunkan Alexa.. ia malah menggendong istrinya itu sampai ke tempat tidur..
"Kita masih punya waktu sayang.... waktunya membuat cucu untuk mama dan mommy sebelum kembali ke London" bisik Alan membuat Alexa terkekeh kecil
*
*
The Nelson Hospital
"Apa.. mereka membatalkan kerjasama kita!" Ucap Steven dengan tatapan terkejut sekaligus marah saat mendengar ucapan dari orang kepercayaannya.
"Iya tuan, bahkan mereka tidak akan membayar ganti rugi untuk kerja sama ini. Mereka tidak ingin data para pelanggan akan bocor seperti tahun lalu tuan"
"Bukankah sudah kukatakan untuk menutup awak media.. mengapa mereka semua bisa mengetahui semua itu?" Tanya Steven dengan kesal
"Maaf, untuk itu saya tidak tau tuan"
"Dasar bodoh.. keluar kau dari sini" teriak Steven dengan penuh amarah.
Airin menatap kakaknya dengan tatapan takut, saat ini iya melihat kakaknya itu bagaikan monster yang siap memakan siapa saja.
"Kak" ucap Airin dengan pelan.
Steven menoleh ke arah adiknya dan dengan secepat kilat ia langsung mengubah ekspresinya.
"Apa yang kau inginkan Airin? Apa kau ingin minum? Atau apa?"
"Kakak kenapa?" Tanya Airin dengan heran.
"Tidak ada apa-apa.. hanya sebuah masalah di perusahaan.. Sekarang kau istirahat.. biar aku yang akan mengurus wanita itu" ucap Steven dengen lembut.
"Heum" ucap Airin sembari tersenyum senang.
"Kau akan mati Alandra" batin Airin dengan senang.
*
*
*
Haloo jangan lupa like komen dan vote
Gambar di bawah ini signiel seoul yah gaes... kalau mau lihat lagi bisa lihat di google hehehe..