
"Akhirnyaaa sampai juga" ucap Alandra sembari meregangkan otot tangannya dan menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuknya.
Alandra menatap langit langit kamarnya sejenak, dan menghela nafasnya sebentar.
Ntah mengapa ia merasa lega dan nyaman saat ini, tidak seperti saat dirinya bersama dengan Max yang jantungnya selalu berdetak kencang.
"Uncle suma sama onty"
Ucapan Rain tiba tiba terlintas di kepala cantiknya membuat Alandra langsung mendudukkan tubuhnya dan menghela nafasnya.
"Kau kenapa sih Andra" gumamnya dengan kesal dan menggelengkan kepalanya dengan kuat.
"Baiklah Andra, sebaiknya kau harus mandi untuk menghilang beban pikiran yang tidak ada habisnya ini" ucapnya pada dirinya sendiri.
Dilain sisi,
Max menatap balkon kamarnya sembari menyeruput coklat panas yang dibuatnya.
Ia mengambil ponselnya sebentar dan menatap beberapa foto yang dirinya ambil tadi, namun disaat ia melihat beberapa foto foto itu jarinya terhenti kala melihat sebuah foto Alandra yang sedang tersenyum dengan lebar.
"Cantik"
Hanya kata itu yang keluar dari bibir kecilnya ini.
"Uncle ngapain?" Tanya Rain yang saat ini sedang berada di belakangnya sembari menggendong boneka kesayangannya.
"Kenapa kau tidak tidur?" Tanya Max yang langsung menyimpan ponselnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Uncle lagi lihatin foto onty cantik yah?" Tebak Rain
Max membulatkan matanya, bagaimana gadis kecil ini tau? Apa dia melihatnya?
Tidak tidak, bagaimana mungkin Rain bisa melihatnya sedangkan tinggi Rain saja tidak sama dengannya. Dengan cepat, Max langsung mengubah ekspresi nya dan menatap Rain dengan datar
"Tidak, Uncle sedang mengecek beberapa dokumen.. kau kenapa tidak tidur?" Tanya Max
"Rain tidak bisa tidur Uncle" adu Rain dengan sendu.
"Apa mau Uncle buatkan susu panas untukmu?" Tanya Max namun dengan cepat dibalas gelengan Rain
"Apa kau mau ikut Uncle ke kantor besok? Kau bisa bertemu dengan Onty cantikmu itu" ucap Max membuat Rain membulatkan matanya dan tersenyum senang
"Benarkah uncle?" Tanya Rain
"Tentu saja, tapi kau harus tidur.. kalau tidak.. Uncle akan menitipkan mu pada oma" ucap Max
"Baiklah Uncle kalau begitu, Rain tidur dulu.. good night Uncle" ucap Rain yang langsung berlari ke kamarnya dengan senang.
"Astaga gadis itu" gumam Max sembari menggelengkan kepalanya.
*
*
Drt..drt..drt.
Alandra mengambil ponselnya dengan malas dan menatap nomor mamanya yang ada di ponselnya.
"Heum?"
"Heum ham heum? Salam woii salam" cerocos Alita dengan kesal.
"Assalamualaikum kanjeng mami.. ada perlu apa kanjeng mami menelfon putrimu ini?" Tanya Alandra dengan panjang lebar membuat Alita menghela nafasnya dengan kasar.
"Audzubillah himinasyaitonirrajim, Bismillahirrahmanirrahim Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu-"
"Mama ihh, kok malah baca ayat kursi, memang Andra setan?" Potong Alandra dengan kesal.
"Makanya ngomong yang benar sama mama" ucap Alita dengan kesal.
Alandra menghela nafasnya sebentar. "Ada perlu apa mama nelfon Andra?" Tanya Alandra.
"Kamu dimana?"
"Andra tentu saja di apartemen- jangan bilang mama mau datang kesini" potong Alandra dengan cepat.
"Ihh pede bener lu kak, kami lagi di Korea keles" potong Raka cepat membuat Alandra refleks berdiri.
"Jinjja? Kenapa gak ngajak ngajak sih" ucap Alandra dengan kesal
"Yeee... Kan kamu kerja gimana sih.." ucap Ivan langsung yang dapat di dengar Alandra
"Ih papaaaa....."
"Udh mas udah, aku yang nelfon kok kamu heboh banget" ucap Alita dengan kesal.
"Ihh mama, Andra juga mau ikut ke korea" ucap Alandra yang tanpa sadar mengerucutkan bibirnya.
"Mama" ucap Alexa tiba tiba membuat Alita tersenyum lebar menatap menantunya itu.
"Ahh sudah dulu yah sayang.. Alexa udh ada ini" ucap Alita yang langsung mematikan ponselnya sepihak.
"Halo, halo.. ih mamaaaaaa" teriak Alandra dengan kesal
*
Halloo... Jangan lupa like komen dan vote.
Salam author yaaa