
Alandra mengerucut kan bibirnya, rasanya ia ingin sekali menempelengkan wajah pria disampingnya ini.
"Tahan Andra Tahan.. jangan marah tahan" Batin Alandra
Ting..
Pintu lift terbuka, dengan segera Alandra keluar dari lift tersebut diikuti oleh Max.
Alandra memberhentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
"Kenapa ikut? Anda tidak punya kesibukan?" Tanya Alandra menatap tajam Max
Max melirik kearah arlojinya dan menggeleng pelan kepalanya. "Tidak ada, kenapa? Kau mau kencan bersamaku?" Tanya Max ceplos membuat Alandra tertawa keras
Kencan? Apa bosnya terlarut dalam hubungan palsu ini? Sampai mengajaknya kencan
"Kau sakit? Kencan kau bilang? Astaga.. kau sangat lucu sekali" ucap Alandra yang hendak pergi namun dengan sigap Max langsung menarik tangan Alandra membuat gadis itu terjatuh di pelukan Max
"Ada wartawan di pintu tangga darurat itu" bisik Max membuat Alandra mengintip dari tangan Max dan benar saja ia melihat sebuah kamera yang muncul dari pintu tersebut
"Wartawan bangsat" batinnya
"Aku akan melihatnya" ucap Alandra yang hendak pergi namun di tahan Max
"Biar saja... Biar mendapatkan foto yang dimau" bisik Max
"Aku akan menyuruh satpam memperketat privasi di apartemen ini" gumam Alandra dan langsung melepaskan pelukannya dari Max
Max berdehem sebentar dan menatap wajah Alandra
"Ah, aku akan menjemputmu nanti siang.. bersiap siaplah" ucap Max membuat Alandra menatap bingung.
Aku? Sejak kapan pria itu mengatakan dirinya Aku padanya?
"Hah?"
"Baiklah sampai jumpa" ucap Max yang langsung mencium kening Alandra membuat gadis itu membulatkan matanya dengan terkejut.
Max menarik sudut bibirnya sedikit dapat ia lihat wajah gadis di depannya ini masih shock akibat ciuman yang dia berikan
"Jangan lupa aku akan menjemputmu" ucap Max dan langsung masuk kedalam lift setelah pintu lift terbuka
Alandra menatap kepergian Max dengan jantung berdegup kencang.
Max, bos gila kerjanya itu mencium dirinya? Oh astaga... Benar benar memalukan
"Kak Andra" ucap seseorang yang suara nya benar benar tidak asing baginya siapa lagi kalau bukan Raka, Adiknya
Alandra membalikkan tubuhnya dan menelan salivanya dengan susah payah.
"Kau sejak kapan ada disini?" Tanya Alandra membuat Raka tersenyum devil
"Sejak kak iparku mencium kakak" ucap Raka membuat Alandra membulatkan matanya
"Kau sangat tampan Raka, kenapa kau datang kesini?" Tanya Alandra
"Tentu saja ingin mengunjungi kakak.. apa tidak boleh? Kalau tidak boleh ya sud-"
"Boleh kok boleh, ayoo" ucap Alandra dengan tersenyum paksa dan mengajak adiknya masuk ke dalam apartemen nya.
Bagaimana cara ia menyumpel mulut adiknya ini agar tidak membocorkan hal memalukan tadi?
"Wow eskrim... Mau yah" ucap Raka sambil mengambil eskrim dari kulkas membuat Alandra hanya mengangguk paksa
Raka mendudukkan tubuhnya di sofa sembari menikmati eskrim yang dia ambil dari kulkasnya itu.
"Raka.. kau mau eskrim lagi?" Tanya Alandra yang dibalas anggukan Raka
"Baiklah .. berjanji pada kakak untuk tidak memberitahu kan pada mama bahwa tadi kau melihat Max mencium ku" ucap Alandra membuat Raka tersenyum
"Jadi kakak mau menutup ku dengan eskrim saja? Cih... Dasar tidak bermodal" ucap Raka membuat Alandra menahan emosinya
"Jadi kau mau nya apa adikku tersayang?"
"Aku- eumm... Aku mau iphone terbaru.. kakak kan tau mama sama papa tidak memperbolehkan aku membeli hp baru lagi.. tapi kakak kan juga tau bahwa sekarang iphone ada keluaran terbaru.. jadi aku mau itu aja"
"APA!!" ucap Alandra kaget
Apa adiknya tidak tau? Iya juga menginginkan ponsel terbaru itu.. bahkan uangnya sudah terkumpul dan cukup untuk membeli ponsel itu jika ditambah dengan bonusnya.
"Enggak.. enggak mau" tolak Alandra
"Baiklah kalau gitu-"
"Ehhh..tunggu" tahan Alandra membuat Raka tersenyum
Alandra menghela nafasnya sebentar dan menatap Raka
"Baiklah... Bulan depan sehabis aku menerima bonus.. kau akan kubelikkan ponsel itu.. tapi dengan janji kau tidak akan menyebarkan gosip itu.. jika kau menyebarkannya.. aku akan menghabiskan mu" ancam Alandra yang dibalas anggukan Raka
"Sudahlah.. sana mandi kak, kan mau kencan lagi" ucap Raka membuat Alandra memelototkan matanya
"Sebenarnya kau melihat dan mendengar percakapan ku dari sejak kapan sih?" Tanya Alandra dengan kesal
"Heum.. ntahlah mungkin semuanya" ucap Raka membuat Alandra menatap kesal Raka namun iya berusaha menahannya agar adiknya tidak membocorkan hal tersebut
Bisa gila ia jika mamanya mengetahui bahwa Max mencium keningnya. Apalagi jika kembarannya itu mengetahui nya bisa bisa akan terjadi perang dunia ke 3
"Ingat itu Raka" teriak Alandra
"Iya iya.. bawel banget sih jadi orang" ucap Raka dengan kesal dan kembali menikmati eskrim serta film yang dirinya tonton.
*
*