
Apakah kamu menikmati pestanya? ~Max
Iya, aku menikmati nya... Kenapa kamu belum tidur?~ Alandra
Aku belum mengantuk, mungkin karena masih memikirkan mu~ Max
Alandra membelalakan matanya, darimana bule itu belajar kata kata menggelikan seperti ini? Seperti nya iya tidak asing dengan ajaran ini
Jangan mengatakan hal menggelikan seperti itu, tidurlah.. sampai jumpa besok~ Alandra
Baiklah, mimpi indah sayang ♥️~ Max
Alandra menarik sudut bibirnya, ingin rasanya ia salto saat ini juga.
"Diganti dong nama kontaknya" ucap Alita yang tiba-tiba datang sembari membawa cake ditangannya membuat Alandra tersadar dan langsung menutup ponselnya
"Apaan sih mama, kepo aja jadi orang" ucap Alandra dengan kesal membuat Alita terkekeh kecil
Alita mendudukkan tubuhnya tepat di samping putrinya itu dan menawarkan makanan yang ia bawa
"Mau?"
"Enggak, udah kenyang" tolak Alandra
"Ya sudah kalau gak mau" ucap Alita dan melanjutkan memakan kue yang ia ambil
"Tau gak ndra, mama nikah sama papa mu dulu itu sempat dilarang loh sama opa mu" ucap Alita yang mengingat bagaimana hal gila yang terjadi padanya hingga saat ini
"Trus? Gimana cara opa ngizinin mama nikah sama papa? Kan umur mama sama papa beda" ucap Alandra yang mulai kepo. Pasalnya mamanya tidak pernah menceritakan secara detail mengenai pernikahannya.
Yang iya tau hanyalah mama nya menikah dengan sahabat opanya dan umur nya terpaut jauh
"Kalau kamu bilang karena ketulusan cinta, percaya gak?" Tanya Alita membuat Alandra menoleh ke arah mamanya
"Maksud mama?"
"Iyah karena kami menampilkan ketulusan cinta makanya diizinkan.. percaya gak kamu?"
"Mama cinta sama papa? Bukannya mama nikah itu karena terpaksa yah?" Tanya Alandra yang terkejut dengan hal yang baru di dengar nya
Alita membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Ivan, dapat ia lihat suaminya itu sedang berbincang dengan Hans dan yang lainnya
"Sebenarnya cinta pertama mama itu, papa kamu"
"APA?"
"sstt... Diam napa sih ndra.. jangan kencang kencang.. malu mama oii" ucap Alita yang langsung menutup mulut Alandra membuat gadis itu mengangguk paham
"Mama meyakini opa kamu agar mengizinkan mama menikah dengan papamu.. bahkan mama pernah bilang kalau mama cinta sama papa kamu di depan opa kamu.. dan kamu tau reaksi opa kamu? Yah apalagi kalau gak marah hahaha tapi mama tetap kekeh dengan pilihan mama.. dan sampai kami setelah menikah.. opa kamu tetap saja masih menolak papa kamu.. tapi kamu tau apa yang dilakukan oleh papa mu? Dia menunjukkan bahwasannya ia akan menjaga mama sampai kapan pun dan mama juga menunjukkan pada opamu bahwa keputusan yang mama pilih bukanlah keputusan yang salah dan akhirnya perlahan opamu bisa menerima papa mu ndra" ucap Alita yang membayangkan bagaimana kisah pernikahan nya itu
"Jadi kamu ngertikan maksud mama? Mama tau Alan adalah orang yang sangat susah untuk percaya dengan orang, tapi kalian bisa membuktikan bahwa kalian bisa hidup bahagia.. mama yakin Alan akan luluh dan mengizinkan kamu dengan Max, ndra" ucap Alita membuat Alandra menghela nafasnya.
"Sebenarnya ma, Max tadi mau kesini tapi-"
"Tapi kenapa? Kamu takut Alan mengusirnya?"
"Heum" ucap Alandra sambil menunduk pelan kepalanya
"Alan, Alan.. dasar anak itu" gumam Alita sembari memakan kue ditangannya
"Mama.. kak ANDRA... GAWATT" teriak Raka yang langsung berlari menemui mereka membuat Alandra dan Alita menatap terkejut ke arah Raka
"Ini anak.. datang teriak teriak buat terkejut aja.. ada apa sih..." Ucap Alita dengan kesal yang hendak menjitak Raka
"Ma, untuk jitaknya nanti yah.. sekarang ayo kalian keluar"
"Mau ngapain sih?"
"Aduhhh gimana yah jelasinnya... "
"Ada apa sih ka?" Tanya Alandra dengan kesal yang melihat adiknya bertele tele
"Ad-a .."
"Ada siapa? Ada ada aja? Ada apa sih?"
"LITA... WOILAH.. LITAAA" Teriak Tara membuat Alita menatap heran Tara
"Ada apa mbak? Ada apa?"
"Aduhh kok masih disini sih.. ayo keluar.. kamu juga ndra"
"Ada apa tante?" Tanya Alandra menatap heran Tara
"Itu di depan Ada Max.. dan saat ini Max lagi hadapan sama Alan di luar.. cepat kamu kesana" ucap Tara membuat Alandra membelalakkan matanya dengan terkejut dan langsung pergi meninggalkan Alita, Tara dan Raka
"Ngomong dari tadii Raka.. astaghfirullah.. ini nak dodol dah" ucap Alita yang langsung menarik tangan Tara meninggalkan Raka dengan tampang bodohnya
"Kan gue udah mau bilang, tapi kagak percaya.. dahlah dah.." gumam Raka dengan kesal
*
*